Kategori
Anime

12 Karakter Jenius Pemalas ala Kabayan di Anime

Setelah Utuy Tatang Sontani, dengan elemen pesimisnya, tampaknya belum ada lagi yang mampu mengeksplorasi karakter Kabayan. Namun, saya menemukan dirinya, karakter jenius tapi super irit energi, hidup dalam beragam anime.

Baca juga: Aneka Reka Kabayan

Jika ada satu resep yang terbukti berhasil untuk membuat karakter utama yang disukai, bikin mereka menjadi pemalas, tetapi sematkan semacam kejeniusan rahasia. Katakanlah, mereka begitu mager untuk menyelamatkan dunia ketika acara favorit mereka tayang, tetapi selama jeda iklan, mereka dapat mengatasinya dengan sekejap.

Tipikal Kabayan ini tak jarang menjadi karakter utama, dan jika dilakukan semacam polling, bahkan karakter macam ini paling difavoritkan setelah karakter tsundere. Meski tak ada banyak ruang untuk perkembangan karakter secara fisik, akibat kemalasan mereka, seringnya ini justru bisa menjadi wahana yang baik dalam perkembangan emosional sang karakter.

Berikut 10 karakter anime dengan prototip Kabayan yang coba saya himpun.

1. Sakata Gintoki – Gintama

gintoki gintama

Bukan hanya bermalas-malasan, dia juga doyan judi dan minum-minum kapan pun punya kesempatan. Di antara semua karakter pemalas di anime, kemalasannya begitu legendaris tetapi di baliknya ada seorang pendekar pedang yang luar biasa. Ketika nyawa teman-temannya terancam, kita bisa melihat betapa menakjubkan dirinya sebenarnya. Tentu saja, pada akhirnya Gintama adalah perpindahan dari satu bodor ke bodor lainnya.

2. Houtaru Oreki – Hyouka

houtaru oreki hyouka

Seorang jenius pemalas. Oreki merupakan siswa sekolah menengah yang masuk Klub Sastra Klasik. Layaknya Sherlock Holmes, dia memiliki keterampilan deduksi yang luar biasa dan dapat memecahkan hampir semua misteri yang dia temui dengan mudah. Namun kebijakannya adalah: “Konservasi Energi”. Jadi, dia akan menghindari pekerjaan menguras energi sebanyak yang dia bisa, kecuali jika sudah dipaksa Eru Chitanda.

Baca juga: Kenapa Sekolah Menengah Sering Jadi Latar Anime?

3. Nara Shikamaru – Naruto

Nara Shikamaru - Naruto

Mendokus─ô!” yang berarti “Ini sangat merepotkan” adalah kalimat paling sering diucap Shikamaru. Tampaknya semuanya menyusahkan Shikamaru, apakah itu ketika harus bertarung dengan musuh atau sekadar menjelaskan sesuatu kepada teman saat menjalani misi atau di kelas. Dengan IQ lebih dari 200, Shikamaru jelas seorang jenius, tetapi pemalas nomor wahid dalam seri Naruto.

4. Spike Spiegel – Cowboy Bebop

spike spiegel cowboy bebop

Kalau tak sedang kehabisan duit sementara perutnya keroncongan, koboi antargalaksi ini lebih suka leyeh-leyeh. Protagonis Cowboy Bebop ini adalah mantan anggota kriminal Red Dragon Syndicate, yang kabur dengan berpura-pura mati akibat jatuh cinta dengan seorang wanita. Menjadi bounty hunter, menjelajahi ruang angkasa dan tetap malas-malasan.

Baca juga: 15 Anime Terbaik dari Dekade 1990-an

5. L – Death Note

l death note

Dengan rambut acak-acakan dan bibir mata menghitam, L adalah seorang jenius yang punya kekuatan deduksi jitu.

6. Aokiji – One Piece

aokiji kuzan one piece

Kuzan, yang lebih dikenal dengan sebutan Aokiji, adalah salah satu karakter paling malas di One Piece. Dia hidup dengan kode “Keadilan Malas” dan saat menjadi admiral selalu terlihat memakai penutup mata untuk tidur. Jika tak ada urusan mendesak, Kuzan lebih memilih bersantai, bahkan rela menanggalkan jabatannya dan keluar dari Marine.

7. Atsuhi Murasakibaru – Kuroku no Basket

atsuhi murasakibaru kuroku no basket

Dia mungkin satu-satunya karakter malas di anime olahraga. Karakter di hampir semua anime olahraga adalah para pekerja keras tetapi bukan Murasakibara. Bahkan bermain basket dan berusaha terlalu keras karenanya betul-betul merepotkannya. Kecuali benar-benar perlu, dia hanya mengunyah makanan ringan dan bermalas-malasan.

8. Onizuka Eikichi – Great Teacher Onizuka

great teacher onizuka

Alasan mengapa Onizuka menjadi seorang guru adalah karena dia melihat seorang anak sekolah cantik menembak seorang guru setengah baya. Mantan geng motor itu suka bermain-main dan bersantai, tetapi ia punya gaya pengajaran yang unik, konyol, dan kadang-kadang mengancam, tetapi selalu manjur untuk murid-muridnya.

9. Kaiki Deishuu – Monogatari

Kaiki Deishuu - Monogatari

Awal kemunculannya, Kaiki tampak seolah-olah antagonis yang patut dibenci. Penipu yang berspesialisasi dalam makhluk gaib dan jimat, yang tanpa malu menipu bocah sekolahan. Namun kemudian, kita bakal takjub setelah mengetahui alasan di balik sikap pragmatisnya.

Baca juga: Urutan dan Cara Menonton Monogatari

11. Hiramaru Kazuya – Bakuman

Hiramaru Kazuya bakuman

Jika mangaka lain mencoba yang terbaik dengan penuh antusias, orang ini masuk ke industri manga dengan sangat cepat dan tak menunjukkan minat atau gairah. Coba-coba bikin manga setelah membacanya secara acak dan berpikir bahwa ia bisa melakukannya. Dia memiliki bakat alami sebagai mangaka dan editornya terus mendorongnya untuk berkarya.

12. Phonsekal Laure – Tower of God

phonsekal laure tower of god

Seorang Reguler dan Wave Controller berbakat. Dia suka tidur dan pergi ke mana-mana dengan terus membawa selimut dan bantalnya. Kemampuannya begitu luar biasa, mampu menembakkan ledakan jarak jauh yang kuat, meski seringnya terlihat tidur padahal sedang dalam situasi membahayakan.

Baca juga: 5 Anime Aksi Fantasi Mirip Tower of God

Kategori
Non Fakta

Si Kabayan Makan Mie Campur Nasi

img-20170102-wa0009

Petang ketika perut Kabayan mulai berontak, Iteung masih asyik menonton drama Korea. Perut kosong, secara historis, sudah banyak menciptakan konflik berdarah. Seperti yang sedang ditonton Iteung, sebuah adegan klise: ibu mertua menempeleng anak asuhnya, yang yatim piatu, gara-gara telat menyiapkan sarapan. Baru dua minggu menikah, sejoli muda itu bisa saja meneruskan sejarah kelam tadi, mencicipi konflik serupa opera sabun tadi, sebab meja makan masih kosong. Beruntung, Kabayan adalah Kabayan. Terlalu malas buat marah-marah.

“Beb, lapar yeuh,” keluh Kabayan memprotes istrinya yang ia panggil ‘Beb’.

“Sebentar atuh, Kang,” kata Nyi Iteung. “Kagok dua episode lagi.”

“Wah. Keburu kiamat atuh, Beb,” Kabayan memberengut, sedikit dongkol.

“Masak mie, terus minta nasi ke Ambu coba,” ujar Iteung tanpa memalingkan wajahnya yang lurus tertuju ke layar. Sekarang, adegan dalam drama Korea tadi sedang memperlihatkan suasana makan-makan di restoran. “Tuh, orang Korea juga makan mie campur nasi,” kelakar Nyi iteung.

Namanya juga Kabayan, malah cemberut lalu selonjoran ke sofa yang membelakangi jendela. Ia mengambil buku In Praise of Idleness and Other Essays-nya Bertrand Russell di meja di sampingnya, lalu membacanya. Tentu, membaca tak bikin perutnya kenyang. Ini semua memang salah Iteung. Bukan! Bukan karena Iteung dilahirkan sebagai perempuan, dan harus jadi istri orang, yang harus jadi babu bagi suaminya. Mereka berdua berpandangan modern. Tapi mereka sudah bersepakat  kalau urusan menyiapkan makan adalah kewajiban dari kedua belah pihak, digilir tiap minggu, dan minggu ini adalah bagian Iteung. Sebagai koki yang payah, Iteung biasanya hanya menanak nasi, dan sisanya membeli lauk dari warung makan. Masalahnya, tak ada nasi malam ini. Serial televisi impor dari Korea Selatan itu telah mengaburkan konsep ruang waktu Iteung. Selalu begitu. Sebenarnya, rumah mereka hanya bersebelahan sejengkal dengan rumah mertuanya, Abah dan Ambu, yang meja makannya selalu terisi. Kalau saja mau malu sedikit, Kabayan pasti sudah kenyang. Iteung dan Kabayan sebenarnya, secara fisik, sama-sama kelaparan. Perut kosong memang bisa diakali, yang satu dengan drama Korea, satunya lagi dengan bacaannya, yang sesekali melihat keluar jendela.

“Beb, lihat!” seru Kabayan, “ada bintang jatuh bagus banget.”

Memang, beberapa detik sebelumnya ada nampak bintang jatuh. Atau, entah apa.

“Bikin permintaan atuh, biar kayak orang Korea,” timpal Nyi Iteung, yang masih masyuk dengan tontonannya. “Minta Bugatti Veyron, kang.”

“Musyrik ih, Beb,” kata Kabayan. “Tapi dicoba dululah kalau terkabul nanti tinggal tobat.”

Tiba-tiba terdengar bunyi ‘teng teng teng!’ lantunan khas penjual nasi goreng yang melintas di depan rumah Kabayan. Yang dimaksud tukang nasi goreng, tentu tak hanya menjual nasi goreng, ada mie tektek, kwetiaw, capcay, yang rebus, atau goreng.

“Mang, mesen mie tektek,” teriak Kabayan. “Tambahin nasi, ya, biar kayak orang Korea, mang!”

“Pedes?”

“Sedeng aja,” timpal Kabayan. “Alhamdulillah, bener juga orang Korea, langsung diijabah gini.”

“Bodo si Akang mah,” protes Nyi Iteung. “Bukannya minta mobil.”

“Namanya juga lagi lapar, Beb.” kata Kabayan. “Mobil mah enggak bisa dimakan, tempat parkir juga ga ada, lagian akang belum bisa nyetir. Sekarang mah berdoa ke Gusti Allah semoga ngejatuhin bintang lagi.”

“Eh, kenapa cuma pesen makan satu?”

“Sepiring berdua, biar romantis kayak drakor, kan.”

*

Ditulis ulang dan digubah dari “Si Kabayan dan Bintang Jatuh” dalam buku “100 Cerita Si Kabayan Masa Kini”.