Kategori
Fotografi

Top 10 Kamera Analog Favorit di Indonesia

Kadang kita perlu melewati jalanan terjal berliku dan berlubang untuk mendapatkan sesuatu. Maka saya percaya dengan memakai kamera film analog bikin kita banyak paham soal fotografi, utamanya soal segitiga exposure: aperture, shutter speed dan ISO.

Bagi yang ingin tampil gaya, kamera analog ini dijamin bikin kada pede kita meningkat kalau lagi hunting foto. DSLR mah udah pasaran, sementara kamera analog tampilannya retro unik-unyu gitu, mirip-mirip kamera mirrorrless kekinian.

Nah, bagi kalian yang masih bingung mau memulai dengan kamera apa, berikut 10 kamera analog paling pasaran di Indonesia dan cerita dari para penggunanya. Hasil rekapan dari Jelly Playgroundone stop service-nya segala kebutuhan kita atas fotografi analog.

Kategori
Bandung Fotografi

Memotret KAA 1955 Lewat Bidikan Kamera Rangefinder

fotografer kaa 1955

Senin, 18 April 1955. Bandung hari ini terasa begitu meriah bergairah. Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia mengirimkan wakilnya ke kota ini. Berkumpul ngariung di Gedung Merdeka merundingkan perlawanan terhadapĀ neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

Tentunya momen prestisius dan bersejarah ini wajib untuk diabadikan. Dari dalam dry box, saya keluarkan kamera DSLR, cek baterai serta memory card-nya, dan amunisi tempur memotret pun siap. Langsung meluncur lah saya menuju gedung yang dulu dipakai Societat Concordia itu.

Hey, ini tahun 1955, DSLR belum tercipta!

Kategori
Fotografi

Tes Roll Yashica Lynx 14e

Dibeli September 2014 secara impulsif gara-gara dorongan jiwa hipster dan nafsu Gear Acquisition Syndrome. Namun kamera yang cuma dijadiin pajangan dan sempat jadi cameo di shit film Padjadjaran Elite University ini baru dipakai ngejepret belakangan ini.

Melihat dari kondisi fisik kamera buatan tahun 1968 yang sudah sangat uzur ini, saya kira hasil fotonya bakal super ancur. Makanya saya berekpektasi ga terlalu tinggi dan ngejepretnya pun asal-asalan tanpa terlalu memikirkan komposisi atau semiotika. Karena berpikir hasil jadinya akan seperti toycam, ya saya pakai prinsip Lomography aja. Don’t think just shoot!

Kategori
Fotografi

Yashica Lynx 14E, Leica-nya Orang Miskin

Jiwa hipster dan gejala Gear Acquisition Syndrome bergejolak ketika melihat kamera analog berjenis rangefinder ini. Ceritanya cuma mau nyetrit dan praktek dari ebook-nya Eric Kim, 31 Days to Overcome Your Fear of Shooting Street Photography di kawasan Braga-ABC-Pasar Baru. Malah kabita juga buat belanja, dan Yashica Lynx 14E ini pun terkantongi.

yashica lynx 14e

Sama seperti membaca dan menulis, rupanya fotografi salah satu hobi yang telat saya sadari. Karena saya menganggap fotografi itu hobi mahal, harus punya DSLR dulu. Ah andai jalan-jalan ke jalan ABC ini dilakukan saat saya masih SMA.

Tahun ini, tepatnya empat bulan yang lalu, saya beli DSLR pertama. Dan gara-gara mainan baru ini saya terobsesi sama yang namanya fotografi dan mengantarkan saya mengenal salah satu jenisnya, street photography. Semakin hari semakin terobsesi. Baru aja seminggu kemarin beli lensa fix 35mm, hari ini punya kamera lagi, Yashica Lynx 14E. Sebuah rangefinder, kamera wajibnya streettogs.