Kategori
Buku Celotehanku

Ajip dan Kehidupan Tanpa Ijazah

hidup tanpa ijazah

Salah satu cara paling mudah mendalami sejarah adalah dengan membaca sebuah biografi, sebut A. L. Rowse dalam buku ‘The Use of History’. Dan dengan membaca otobiografi Ajip Rosidi ini, bukan hanya sejarah kebudayaan dan kesusastraan Indonesia saja yang bakal kita ketahui, tapi juga soal sejarah perpolitikan nasional dari medio kemerdekaan, Orde Lama, sampai paska tumbangnya Orde Baru.

Saat pertama disodorkan otobiografi setebal 1300 halaman ini, timbul rasa pesimis untuk mengkhatamkan buku ini. Tapi berhubung sudah sejak lama kepincut Ajip lewat tulisannya di ‘Stilistika’, satu kolom dalam Pikiran Rakyat yang muncul tiap Sabtu, maka tentunya tertarik untuk lebih kenal dekat dengan sosok budayawan dan sastrawan yang memilih keluar dari Taman Siswa meski hanya tinggal mengikuti ujian akhir.

Kategori
Sunda

Iket Mengikat

iket

Parijs van Java. Kota Kembang. Kota Artis. Kota Mode. Kota Kreatif. Kota Teknologi. Kota Shopping. Kota Kuliner. Kota paling sibuk berkicau ke-6 di Twitter. Kota apalagi nya?

Banyak julukan tadi muncul salah satunya akibat sumbangsih anak muda. Tercatat paling tidak, insya Allah benar, sekitar 60% penduduknya berusia di bawah 40 tahun, dengan berbagai dukungan industri yg mendunia, serta dukungan 50 perguruan tinggi yg terletak di kota ini.

Selain dianugerahi pikiran kreatif dan inovatif, anak mudanya, yg salah satunya si saya ini, punya kepedulian sosial tinggi terhadap lingkungan. Masih ingat lah dengan Save Babakan Siliwangi. Ga hanya itu saja, anak mudanya pun masih peduli dengan kebudayaan lokal. Kebudayaan Sunda pastinya.