Solontongan 20D, Sebuah Elegi

kedai preanger

Esok akan menjadi kini. Kini yang menjadi kemarin tak dihiraukan, karena segala yang lampau hanya gumpalan hitam.

Iwan Simatupang, Ziarah

Frasa ‘masa lalu yang indah’ bukan berarti hal buruk jarang terjadi di masa lalu, hanya saja, beruntungnya, orang-orang diberkati bakat mudah melupakannya. Sialnya, kita tak diberi kuasa untuk memilih mana yang harus dilupakan, pikiran kita begitu tengil. Kalau tak jadi gumpalan gelap, masa lalu berubah jadi ingatan fragmentaris, pecah jadi beling, untuk kemudian menggiring manusia pada bakat lainnya: meromantisasi. Inilah yang terjadi saat saya melihat-lihat hampir 1700an foto yang saya kumpulkan dalam folder Kedai Preanger.

Baca Selengkapnya

Apa yang Saya Ketahui Soal Jurnalisme

Bekal wawasan saya tentang jurnalisme adalah dari kuliah di University of Amsterdam, meski cuma ngambil Introduction to Communication Science, mata kuliah dasarnya komunikasi massa, dan ini hanya kuliah online di Coursera–saya juga ikut ambil filsafat dasar di University of Edinburgh, tapi enggak sampai tuntas. Yang saya dapat dari kuliah tadi adalah tentang sejarah komunikasi massa, bahwa … Baca Selengkapnya

Americano, Indocafe dan Secangkir Sepi

1 Bisa saja saya menikamnya dengan pisau dapur, dan yang ia perbuat justru membalas senyum. Mungkin sedikit meringis, dengan tetap penuh jatmika. Sikap kalem yang hanya dimiliki para bestari, ketenangan yang serupa permukaan kopi yang sering ia bikin. Selepas maghrib, bersama saya sebagai seorang teman ngobrol yang payah, entah kenapa perbincangan kami mengarah soal perbedaan … Baca Selengkapnya

Adakah yang Bisa Dituliskan dari Band Bernama Pure Saturday?

Jika bukan kemeja, biasanya motif batik, maka pria tambun itu akan tampil di muka umum dengan atasan kaus Pure Saturday. Jika beruntung–sialnya akan selalu beruntung, saya, juga kamu, saat hari kerja bisa mendapatinya siang hari datang ke Kedai Preanger untuk mengasoh, memesan es teh manis, lalu memutar lagu-lagu dari band bergenre alternative atau britpop keras-keras. Ini … Baca Selengkapnya

Persib dan Literasi Bal-balan

kelas literasi sepakbola bandung komunitas aleut

Saat rehat babak pertama laga tandang Persib yang melawat Persiba, saya menulisi akun @simamaung dengan pertanyaan retoris sok puitis: Kenapa sepi dan rindu diciptakan? Hanya tinggal mengklik tombol tweet, beruntungnya saya bukan makhluk yang kelewat iseng. Sebenarnya, enggak masalah sih sedikit jahil dengan salah satu media daring paling akrab di telinga bobotoh ini, hitung-hitung meredakan ketegangan skor kacamata di malam itu–malam Minggu yang niscaya akan jadi jahanam jika tanpa puisi dan Persib.

Baca Selengkapnya

Dio dan Novelnya yang Boleh Kamu Percaya

kamu sabda armandio

Salah satu tugas pertama penulis, tegas Aan Mansyur, adalah membunuh klise! Maka, jika masih memakai protagonis penyuka kopi – sungguh ini sudah sebasi tema senja dalam puisi, janganlah menulis fiksi (kecuali jika kau sudah benar-benar hebat yang mampu menggarap tema-tema pasaran macam begini). Dan Sabda Armandio Alif, menegaskan kepenulisannya, karena belum hebat tadi, dengan menghadirkan sosok protaganis yang berbeda: penyuka mie instan goreng. Dilihat dari diferensiasi ini aja, novel perdana Dio ini layak dibaca.

Baca Selengkapnya