10 Rilisan SM Station Paling Asyik

luna wave sm station

Musik populer, atau musik pop, bagi saya ibarat Pop Mie, memang kandungan gizinya sedikit, yang jika dikonsumsi kebanyakan dan terus-terusan bakal merusak kesehatan, tapi ini teman setia ketika lapar mendesak.

Musik pop, layaknya Pop Mie, diproduksi oleh pabrik besar, disebarluaskan secara masif, dibesar-besarkan dengan iklan, untuk kemudian dimakan dan menjadi berak. Musik hari ini hanya tai, keluh banyak orang, fenomena yang sudah ada bahkan dari sejak Hegel, mereka yang selalu sinis terhadap apa-apa yang didengarkan para bocah.

Baca Selengkapnya

Ereksi, Ejakulasi, Eksebisi dan Cara Mengeleminasi Hama

1 “Hei! Apa semua orang di sini melakukan masturbasi?” Midori bertanya sambil menengadah memandang gedung asrama. “Mungkin ya.” “Apa semua laki-laki melakukan masturbasi sambil membayangkan perempuan?” “Ya, tentu begitu,” kataku. “Aku kira tak ada laki-laki yang melakukan masturbasi sambil memikirkan pasar saham, konjugasi verba, atau Terusan Suez, tentu mereka melakukannya sambil membayangkan perempuan.” — Haruki … Baca Selengkapnya

Perempuan yang Membaca Dostoyevsky

kim taeyeon dostoyevsky

Kim Taeyeon, yang paras mukanya terpacak dalam grafiti dekat pertigaan gerbang tol Kopo dan juga di Jalan Stasiun Timur, sedang baca Crime and Punishment-nya Fyodor Dostoevsky di video musik terbarunya. “Seperti dia pake kaos Guns N’ Roses di klip ‘Why’, kayaknya Taeyeon memang kirim kode buat sayah,” balas Eka Kurniawan setelah saya kasih info tadi.

Sebelumnya, di ‘Rain’, Taeyeon terlihat baca Harry Potter and the Order of the Phoenix, novel seri kelima dari J.K. Rowling. Taeyeon sang sobat literasi, meski cuma pura-pura, tentu saja. Eh, tapi member SNSD emang beneran pada doyan baca, loh.

Baca Selengkapnya

Why Taeyeon On the Road?

Entah kenapa MV terbaru yang aestheticaly-hipsterist-instagramish-pathdaily dan sangat Amerika ini mengingatkan saya pada On the Road-nya Jack Kerouac dan romantisme kebebasan anak muda. Dengan rambut pirang seperti bulu jagung mentah, kemeja flanel merah-biru bertuliskan Queen of Beers (awalnya saya kira Queen of Queers), celana mini gemes, gadis Korea bernama Taeyeon itu ditampilkan berjalan menuju mobil … Baca Selengkapnya

Hujan, Taeyeon dan Sylvia Plath

taeyeon rain

Apa persamaan puisi dan lagu ballad Korea? Bagi saya, keduanya sama-sama enggak bisa saya pahami, namun bisa dirasa. Ya, Bahasa Korea saya nol besar (ada beberapa kata yang tahu sih), seperti halnya kemampuan untuk berpuisi. Bikinkan aku puisi cinta, pinta seseorang suatu kali. Sungguh, saya enggak mampu, jenis apapun puisinya. Saya masih ingat puisi pertama buatan saya, waktu itu SMP, adalah tentang toilet sekolah. Dan itu dungu serta menjijikan, dalam arti sebenarnya. Untuk membaca puisi saja, buat saya, sesulit membaca aksara Hangul.

Dan ketika mendengar lagu Kim Taeyeon tercinta yang baru dirilis 2 Februari kemarin ini, entah kenapa, saya merasakan suasana yang sama ketika membaca puisi-puisinya Sylvia Plath. Ditambah, saat melihat cover art dan lirik terjemahannya, rasanya makin menegaskan spekulasi saya. Seakan-akan lagu Rain ini adalah puisi Plath yang dimusikalisi Taeyeon. Ah, dua perempuan idola saya.

Baca Selengkapnya

Kim Taeyeon, “I” dan Eksistensialisme

Apakah Selandia Baru membayar Taeyeon untuk bikin video klip ini? Entahlah, yang pasti kalau iya, ini bener-bener promosi wisata yang tepat. Sinematografinya asyik, sukses ngambil beragam pemandangan ciamik. Jangan-jangan pihak National Geographic pun ikutan andil pas bikin mv ini. Musik video ini juga rada banyak mengingatkan saya pada ‘Stars’-nya The Cranberries, dengan lebih ngepop, dan … Baca Selengkapnya