red velvet

‘Red’ dan ‘Velvet’ dalam Red Velvet

Ketika Red Velvet meledak ke dalam kesadaran publik pada tahun 2014, mereka memulai dengan sebuah konsep dwitunggal menarik yang jarang ditemukan dalam grup K-Pop perempuan, mengadu antara suara berbasis R&B yang agak lambat (‘velvet’), dibenturkan dengan musik pop yang catchy (‘red ‘). Tapi bukan hanya soal musiknya yang membedakan mereka: dengan pengecualian seperti yang juga diperagakan 2NE1 dan Girls’ Generation, target audiens grup K-Pop perempuan umumnya untuk laki-laki, dengan kecenderungan adanya pengkotak-kotakan si artis ke dalam kategori antara ‘sexy‘ atau ‘innocent‘, yang dibuat (seperti kebanyakan wanita dalam musik pop) untuk menyajikan fantasi sebanyak mungkin sebagai sarana menghibur. Red Velvet, di sisi lain, memiliki fanbase yang didominasi perempuan muda, dan grup ini tidak seksi tidak juga polos, dengan video musik yang seringnya gelap, trippy, menyeramkan, atau menghantui, sekalipun ketika mereka tenggelam dalam warna-warni pastel.

Read more

Pop Coreano di Amerika Latin

“Di Chili, kami enggak punya sesuatu yang seperti K-pop. Lagu di sini kebanyakan sarat unsur politik dan sosial yang kolot, meski kami pun punya yang namanya irama Latin,” seorang gadis belia asal Santiago, yang berkumpul dengan kawan-kawan di taman tiap minggu untuk berlatih gerakan tarian K-pop terbaru (kalau di Bandung mah kayak di Taman Balaikota), mengatakan … Read more

mamamoo live stage backwood

Mamamoo, Grup Cewek yang Bisa Menyanyi

Saat bukber dengan kawan SMA, ada yang menanyakan apakah saya masih setia ngefans Red Velvet. Masih sama Wendy? tanyanya. Ganti jadi Mamamoo sekarang mah, jawab saya.

Saya memang seorang yang gampang jatuh hati dalam segala hal, dengan kata lain gampang teralihkan. Tentu, saya sendiri masih setia mengidolakan Wendy, Seulgi, Irene, Joy dan Yeri. Mamamoo juga sama-sama debut tahun 2014, namun berbeda dengan RV yang diusung SM Entertainment, grup yang digawangi Solar, Moonbyul, Wheein dan Hwasa ini berasal dari agensi yang baru seumur jagung.

Read more

iu kpop

Idol K-Pop Cantik Kelahiran 1993

Indah itu sesuatu yang nikmat menurut panca indera, jelas George Santayana dalam The Sense of Beauty: Being the Outline of Aesthetic theory. Sesuatu yang nikmat dipandang, didengar, dicium, dikecap, atau diraba, itulah yang indah. Jika salah satu panca indera mencerap kenikmatan dari suatu objek, maka objek tersebut layak diberi atribut yang indah. Di situ, yang indah bersifat inderawi dan erat hubungannya dengan hal-hal ragawi. Jika yang dipersoalkan adalah kecantikan perempuan, maka yang cantik adalah dia yang nikmat secara inderawi; enak dilihat mata, beraroma wangi, bersuara merdu, dan berkulit halus.   

Read more

han kang korea writer

The Metamorphosis + The Bell Jar = The Vegetarian

Mas mau tanya dong, kalo karya sastra korea itu masuk ke world literature work ga? Aku dapat tugas nih dari dosen buat analisis world short story, korsel itu masuk ga? Kang, kalau di Unpad ada jurusan Sastra Korea ga?

Salah saya sendiri sih, karena rajin mengkaji budaya pop Korea, dan meski bukan anak sastra, berani-beraninya menulis berbagai pos soal kesusasteraan dunia ala-ala Maria Popova di blog ini. Yang pasti, seperti ramalan seorang Eka Kurniawan: Mungkin saatnya menengok Korea tak hanya melalui K-Pop, tapi juga K-Lit mereka. Apalagi setelah kemenangan penulis asal Korea Selatan di ajang bergengsi Man Booker International Prize 2016, Han Kang dengan novel The Vegetarian-nya.

Read more

Gadis-Gadis Pabrikan [1/2]

Girls Generation pose before their big stadium show in Jakarta for The New Yorker.

Saat itu pukul lima tepat di suatu Minggu pada bulan Mei, dua jam sebelum waktu pertunjukan, tapi sudah bergumul ribuan fans K-Pop membanjiri lapang terbuka di luar Honda Center, gelanggang besar di Anaheim, California. Penampil malam ini adalah beberapa grup pop terbesar di Korea Selatan—SHINee, f(x), Super Junior, EXO, TVXQ!, dan Girls’ Generation. Di Amerika Serikat, musik pop Korea hidup secara ekslusif lewat YouTube, di beragam video seperti “Gangnam Style,” dari Park Jae-sang, rapper yang lebih dikenal sebagai PSY, yang belakangan jadi viral. Pertunjukan di Honda Center merupakan kesempatan langka bagi fans K-pop untuk bisa melihat “idol,” sebutan para penampil itu, secara langsung.

Read more