Kategori
Cacatnya Harianku

Marhaban Ya Semester 6

Setelah selama sebulan hanya jadi bangkai bernyawa, pada hari Senin kemarin (17/02/14), seorang nihilis ini harus kembali ke realitas dan rutinitas. Entah harus senang atau sedih, masa perkuliahan semester 6 di fakultas kekurangan pria dimulai lagi.

Meski The Panasdalam udah wanti-wanti dengan lagu “Sudah Jangan ke Jatinangor”-nya, tapi karena si Unpad tinggalnya nun jauh di sana, ya mau ga mau saya harus jadi anak kos lagi di antah berantah Jatinangor sana. Efek bawaan semasa liburan nih, masih sering ngebuang waktu buat nonton film sama Running Man, berhubung belum masuk masa sibuk juga sih. Dan karena aktivitas ini pula postingan ini ngaret terbit beberapa hari.

Kategori
Kampus Keperawatan

Studi Keperawatan di Negeri Seberang

6 sosok 7 sosok

(Klik untuk memperbesar)

Kali ini beneran wawancaranya, ga imajiner lagi. Tapi yg wawancaranya orang lain sih.

Alhamdulillah, meski mahasiswa keperawatan, tapi saya tetap bisa menyalurkan minat dalam bidang jurnalistik dan desain grafis. Memang karena keahlian desain sama kreativitas yg di atas rata-rata, berhubung emang di BEM jadi staff kominfo, masih dipercaya buat jadi editor dan redaktur pracetak majalah dwi-bulanan Fkep Unpad. Ngedit sama ngelayout inti kerjanya mah. 😎

Berhubung ga semua hasil wawancara bisa dimasukan ke majalah, namun rasanya sayang juga kalau dibuang, dan emang infonya sangat bermanfaat, maka saya tampilin aja di sini. Semoga bisa dapat menambah wawasan aja buat rekan sejawat perawat yg membaca postingan ini. Yg bukan perawat pun tetap boleh baca pasti.

Ya, berikut hasil wawancara sama Teh Nissa, ketua Rohis tahun 2012 kemarin yg dapat kesempatan buat ikut Student Career Development di Gunma University, Jepang. Cekidot aja langsung lah.

Ceritain dong teh gimana sistem pendidikan di Jepang?

Kalau jenjang pendidikannya hampir sama dengan Indonesia, ada D3, sarjana, spesialis sama pascasarjana. Yang nggak ada yaitu jenjang SMK. Lebihnya di luar negeri, sudah banyak universitas yang membuka jenjang S3 hingga postdoctoral keperawatan, jadi udah nggak heran lagi kalo yang ngajar di universitas kebanyakan dosen-dosennya udah bergelar profesor.

Bedanya, sistem belajar di Jepang masih menggunakan sistem konvensional, yaitu belajar di satu ruang kuliah besar dengan metode ceramah. Tapi, jumlah mahasiswanya memang lebih sedikit dibandingkan dengan di FKep, kurang lebih cuma 80 orang, dan ruangannya jauh lebih luas. Proporsi antara lecture dengan praktikum sama dengan di Indonesia, setiap minggu minimal 1 kali ada sesi praktikum. Metode ujiannya pun nggak jauh beda kok.

Selain itu, di Jepang nggak ada jenjang profesi setelah lulus S1. Setelah lulus, biasanya para freshgraduate bakal ngambil uji kompetensi keperawatan biar dapet izin praktik atau kerja di rumah sakit. Uji kompetensi ini nggak cuma buat orang Jepang itu sendiri aja, tapi bagi warga asing yang memang akan bekerja di rumah sakit Jepang pun wajib mengambil ujian ini. Uji kompetensi di Jepang ini katanya sangat sulit. Salah satu hal yang dianggap sebagai bagian tersulit di ujian ini yaitu banyaknya istilah keperawatan yang menggunakan huruf kanji yang belum dipelajari di kampus. Jadi, kadang orang Jepang sendiri banyak yang nggak lulus ujian ini, tapi banyak juga perawat dari luar Jepang yang lulus ujian ini, bahkan jumlahnya semakin meningkat tiap tahunnya.

Bedanya lagi, kalo di Jepang ternyata kebidanan itu masuknya ke bidang studi keperawatan, bukan kedokteran. Jadi mereka-mereka yang mau jadi bidan harus kuliah dulu keperawatan, baik D3 maupun S1. Setelah lulus, mereka ikut yang namanya midwife school selama 1 tahun atau ambil program master atau spesialis kebidanan, lalu baru boleh ikut uji kompetensi kebidanan.

Kategori
Cacatnya Harianku Celotehanku Motivasi

Ya Allah, Jangan Ringankan Masalahku!

“Ya Allah, jangan Engkau ringankan masalahku, tapi berikanlah aku pundak yang kuat untuk memikul setiap masalah yang Engkau berikan.”

Gara-gara doa yg saya dapatkan dari ceramahnya Mario Teguh ini, saya harus menanggung depresi berkepanjangan akibat beragam masalah silih berganti berdatangan.

Namun, berkat doa ini pula saya dapat merasakan sensasi keasyikan terpapar masalah yang bervariasi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Alhamdulillah, akhirnya saya punya doa yg tepat untuk meningkatkan kualitas hidup saya.

Ada yg mau tes doa ini? Saran saya harus siapkan mental dan fisik juragan terlebih dahulu. 

Kategori
Celotehanku Motivasi

Marhaban Ya Semester 3

Semester baru, saatnya melakukan pembaharuan!

resolusi semester 3

Semester baru. Setelah sekian lama mengurung diri di batcave, saatnya mengimplementasikan beragam teori dari buku Young On Top.

Resolusi, ya, untuk membangun mimpi, inilah pondasinya! Perlu targetan agar lebih terencana dalam menjalani hari. Resolusi awal tahun sudah terlalu mainstream, biasanya masuk pertengahan tahun bakal hilang tajinya. Kenapa tidak membuat resolusi dalam rentang waktu yg lebih singkat? 

Kategori
Cacatnya Harianku Celotehanku

Menikmati Kesibukan

Nampaknya proker kudu ngepos minimal 2 kali per pekan cuma berjalan selama sebulan, makin ke sini makin langka ngupdate ni blog. Intinya gagal total!

Yups, alasan pastinya ya karena ada kesibukan. Blogger juga manusia, tidak hanya sebatas berkutik di dunia maya saja. Jadi sangat wajar jika ada kesibukan di dunia nyata yg mengharuskan dan memaksa untuk berhenti ngeblog terlebih dahulu. 

Kategori
Cacatnya Harianku Celotehanku

Terima Kasih Google Books dan Wikipedia

Berawal pada libur panjang yang masih sangat panjang untuk diarungi. Bagaikan tersambar kilat di siang bolong, pada Senin, 10 Januari 2012, sebuah jarkom horror hinggap di kotak masuk. Saking terguncyangnya, sang admin mengabadikan kejadian tersebut ke dalam sebuah komik strip yang diposkan ke tumblr-nya.

Alhamdulillah, berkat ridho Allah dan kemurahan hati para dosen, nilai horror tersebut dikonversikan menjadi B setelah pemberian tugas.

Oh ya, sebelum membaca lebih jauh, saya beritahukan saja bahwa postingan ini didominasi oleh curhatan, mungkin persentasenya 75%, sisanya baru informasi seputar Google Books dan Wikipedia. 😀