Kategori
Anime

Hari-hari Awal Kyoto Animation


Full Metal Panic? Fumoffu!
memulai siarannya pada 25 Agustus 2003: peristiwa yang luar biasa bukan hanya karena itu adalah serial yang kocak, tapi karena menjadi anime pertama yang sepenuhnya diproduksi oleh Kyoto Animation.

Sejak saat itu, Kyoto Animation terus memproduksi anime-anime pilih tanding dan makin populer, tapi seperti apa jalan panjang yang menuntun mereka ke sana? Ini adalah kisah salah satu studio yang memiliki filosofi yang sangat jelas bertahun-tahun sebelum debut perdana mereka itu, dan bagaimana hal itu mengarah pada kesuksesan dan lingkungan kerja yang luar biasa baik.

Kategori
Anime

10 Anime Kyoto Animation Besutan Sutradara Yasuhiro Takemoto

Kyoto Animation menjadi salah satu studio anime paling berpengaruh dan paling dicintai. Memenangkan beragam pujian atas gaya ekspresif dan penceritaannya yang penuh nuansa, sekaligus kualitas visualnya yang selalu di atas rata-rata.

Telah lama bergelut di industri anime sejak 1980-an sebagai studio pembantu, tapi baru debut dengan anime produksi sendiri lewat Full Metal Panic? Fumoffu! pada 2003. Kyoto Animation makin populer dengan anime hit dari franchise Haruhi Suzumiya, yang membuatnya makin melejit.

Kategori
Anime

Sebuah Dunia Tanpa Haruhi Suzumiya


Haruhi Suzumiya adalah salah satu contoh terbaik anime chuunibyou: sebuah kompleks yang dialami oleh anak-anak sekolah menengah ketika mereka percaya punya kekuatan khusus atau makhluk ajaib. Dalam anime ini, semua memang benar.

Haruhi Suzumiya adalah siswa yang menarik, pintar, dan atletis, tapi dia hanya menginginkan satu hal: bergaul bukan dengan manusia biasa. Penjelajah waktu, esper, alien, dan sejenisnya adalah yang ia cari. Namun kemudian Haruhi mulai membuka diri pada Kyon yang sangat normal, yang merupakan narator kita.

haruhi kyon

Haruhi mengajak Kyon untuk mendirikan klub sekolah untuk mencari fenomena supranatural. Tiga anggota lainnya akhirnya tiba, memberikan lima total yang perlu diakui sebagai klub.

Hanya ada dua hal yang Haruhi tak tahu. Pertama, tiga dari anggotanya adalah yang ia cari: Yuki si kutu buku adalah alien data dengan antarmuka manusia, Mikuru yang pemalu dan menggemaskan adalah agen penjelajah waktu dari masa depan, dan Koizumi adalah esper dari sebuah organisasi dengan jejaring kuat. Mereka sedang menyelidiki hal kedua yang Haruhi tak tahu: dunia tampaknya telah dibuat ulang kembali tiga tahun yang lalu, dan itu disebabkan Haruhi dengan kekuatannya yang tak ia ketahui, kekuatan seperti Tuhan.

Masalahnya adalah jika Haruhi tahu bahwa semua yang dia ingin tahu benar-benar nyata, dia mungkin akan bosan dan tanpa sadar melakukan reboot pada dunia lagi. Jadi para anggota S.O.S Brigade membuat Haruhi tetap terlibat tanpa memberi tahu hal sebenarnya, mengakibatkan terjadinya serangan serangga raksasa, alam semesta paralel, dan liburan musim panas yang berlangsung terus berulang, yang bahkan akan dialamai langsung penonton.

The Disappearance of Haruhi Suzumiya

haruhi suzumiya kyoto animation

Franchise Haruhi Suzumiya seperti naik roller coaster, terkadang lambat, kadang cepat sehingga suasana hati kita selalu melankolis ketika kita menikmatinya. Namun, waralaba ini adalah yang terbaik yang pernah ada.

Baca juga: 15 Anime Adaptasi Novel

The Disappearance of Haruhi Suzumiya sebagian besar mengambil beberapa lubang plot yang belum terselesaikan dari serial animenya. Dalam film ini, Kyon terjebak dalam dunia paralel waktu yang berbeda dengan Haruhi Suzumiya menghilang tanpa jejak. Semua orang dan teman-temannya tidak tahu tentang Haruhi, bahkan Yuki Nagato dan Mikuru Asahina pun tak tahu apa-apa.

Ceritanya tampak sederhana dan solid sehingga kesan pertama yang saya dapatkan dari beberapa menit film ini dimulai adalah langkah yang berjalan lambat hingga 20 menit atau lebih. Kyon mencoba mencari tahu mengapa dirinya dan dunia yang ia tinggali berubah secara drastis. Karena itu, saya suka bagaimana cerita dalam film ini bekerja karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dalam The Disappearance of Haruhi Suzumiya, kita akan melihat sisi lain dari karakter dan fokus pada Kyon dengan perjuangannya kembali ke dunia asalnya. Sisi lain Yuki Nagato juga menunjukkan kepribadiannya yang manis dibandingkan dengan karakter yang tak memiliki emosi sama sekali.

Sebagai karakter yang sering kita temui dengan sifatnya yang mengeluh, Kyon dalam film ini menunjukkan sisi lain seseorang yang tulus dan pesimis ketika dia berurusan dengan masalah. Kyon yang semakin tertekan yang hampir putus asa adalah karakter yang bukan tipe Kyon.

kyon disapperance of haruhi suzumiya

Yang bisa Kyon harapkan hanyalah keajaiban. Namun, itu tidak semudah yang dia pikirkan karena konflik yang ada di anime ini selalu memberikan twist yang muncul begitu saja. Juga, lubang plot dari seri sebelumnya akan diceritakan di sini dan akan memiliki benang merah yang saling berhubungan.

Seperti anime Kyoto Animation pada umumnya yang selalu membawa karya visual yang memiliki karakteristik sendiri, The Disappearance of Haruhi Suzumiya memiliki seni visual yang indah hingga ke detailnya. Peningkatan yang disajikan dari dua seri sebelumnya memang hebat, film ini memiliki penggambaran karakter, latar belakang, sinematografi, dan gerakan serta adegan yang unik. Jadi, tak perlu lagi membahas aspek visualnya karena saya akui bahwa Animasi Kyoto selalu juara.

Soundtrack dan musik di anime ini sangat bagus karena mendukung adegan yang seperti instrumen intens dengan koreografi yang hebat. Tema pembukaan mengambil musik yang ada di musim pertama “Bouken Desho Desho?” oleh Aya Hirano serta pengisi suara Haruhi Suzumiya. Saya juga sangat suka lagu penutup “Yasashii Boukyaku” oleh Minori Chihara yang jadi pengisi suara Yuki Nagato.

Saya suka setiap detik film ini. Itu tidak membuat saya merasa bosan dan selalu ingin tahu tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena berfokus pada Kyon, saya menyukai karakter yang lebih berkembang di sini. Kyon memiliki karakter antusias, depresi, putus asa di anime ini. Dia juga menyadari perasaannya karena Haruhi Suzumiya adalah orang yang paling dekat dengannya.

Kisah-kisah yang selalu membuat penasaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. The Disappearance of Haruhi Suzumiya sangat menawan dan menghangatkan hati, tetapi intens dan meninggalkan kesan menyentuh sekaligus ambigu.

Kategori
Anime

15 Anime Adaptasi dari Novel

Beberapa anime merupakan karya asli, seperti serial cult Neon Genesis Evangelion dan Cowboy Bebop. Sisanya kebanyakan merupakan adaptasi dari manga. Namun ada juga anime yang mengambil dari sumber yang mungkin jarang dibahas: novel.

Karena begitu banyaknya anime menggunakan manga sebagai bahan sumbernya, mudah untuk melupakan bahwa ada banyak anime dengan cerita yang benar-benar bagus ternyata hasil adaptasi dari novel. Kebanyakan memang dari light novel, yang pada dasarnya adalah novel tetapi ditulis dalam paragraf pendek atau bahasa yang mudah dimengerti sehingga menyediakan pembacaan cepat.

Kategori
Anime Catutan Pinggir

Tragedi Pembakaran Kyoto Animation: Horor, Patah Hati dan Misteri

Sekitar pukul 10.30 pagi, pada tanggal 18 Juli, seorang lelaki bertubuh kekar yang mengenakan kaus merah dan celana jin tiba di pintu masuk yang lengang dari sebuah bangunan kuning berlantai tiga di Uji, sebuah pinggiran kota bersejarah Kyoto di Jepang. Di dalamnya ada sekitar 70 karyawan dari salah satu perusahaan hiburan paling dicintai di negara itu, Kyoto Animation, atau KyoAni. Sambil mendorong melalui pintu depan gedung yang tak dikunci, lelaki itu menjatuhkan sebuah ember besar bensin yang telah dia bawa ke dalam bersamanya. Kemudian dia menjentikkan korek api dan berteriak, “Mati!”

Kategori
Anime

Karena Misteri Terbesar Hyouka Adalah Cinta


Hyouka tampaknya bukan kisah cinta, meski saya akan bahagia kalau misalnya Houtaro Oreki dan Eru Chitanda berakhir bersama. Adegan di episode terakhir bisa jadi petunjuk, membuat kita ingin melihat mereka bersama, tetapi kita hanya melihat mereka berdua berdiri dan saling tersenyum, meninggalkan akibatnya pada imajinasi kita.

Hyouka adalah tentang memecahkan misteri, terutama misteri yang levelnya kesehariaan. Tak ada pembunuh yang perlu ditemukan, tak ada kejahatan yang perlu segera diungkap. Hyouka tak tertarik terjebak dalam teka-teki rumit atau keadaan sensasional yang sering dipakai dalam serial misteri konvensional.

Baca juga: 15 Anime Adaptasi Novel

Dalam mengeksplorasi “mengapa” dari misteri keseharian ini, Hyouka memberikan alasannya untuk menjelajahi karakternya, satu sisi tertentu pada suatu waktu. Kita melihat minat dan empati Oreki yang tumbuh pada orang lain, atau Fukube Satoshi yang ternyata menyimpan kecemburuan pada kemampuan analis Oreki. Kemudian kita memiliki semacam romansa antara Oreki dan Chitanda, yang belum terjawab.

Apakah Ada Cinta di Antara Oreki dan Chitanda?

oreki chitanda hyouka

Saat Houtarou Oreki dan Eru Chitanda bertemu untuk pertama kalinya, kuncup bunga membingkai adegan sebagai metafora. Menyimbolkan cinta rahasia yang mekar di pertengahan musim semi. Oreki yang terkenal apatis menjadi terpesona dan tertarik pada sesuatu, pada seseorang.

Lihat: 10 Karakter Kabayan dalam Anime

Eru Chitanda sangat mengagumi bakat dan keterampilan Oreki. Selain itu, dia mempercayai Oreki, percaya dia memiliki kemampuan untuk memecahkan misteri apa pun. Akibatnya, Oreki sering dipaksa untuk memenuhi keingintahuan Chitanda.

Meski seorang yang sopan dan agak pemalu, Chitanda tak pernah menahan diri dengan Oreki ketika ingin menenangkan rasa penasarannya, ia tak sungkan sering mendekatkan wajahnya ke Oreki. Di sisi lain, Oreki yang jadi salah tingkah, malu tapi mau.

oreki chitanda hyouka

Pada minggu-minggu setelah Festival Sekolah Kamiyama, Oreki dan Chitanda mengalami perubahan pada kepribadian mereka. Chitanda lebih mengandalkan Oreki bahkan dalam hal rasa ingin tahu terkecil, sementara Oreki, yang bukan lagi bocah hemat energi seperti sebelumnya, perlahan membangun kesabaran dan inisiatif ketika sebuah misteri baru muncul.

Baca juga: Kenapa Sekolah Menengah Sering Jadi Latar Anime?

Sebelum Hari Valentine, Mayaka Ibara pergi belanja untuk membeli hadiah buat Satoshi. Selama berbelanja, Ibara bertanya pada Chitanda apakah dia menyukai seseorang. Begitu Chitanda mendengar ini, dia langsung tersipu malu. Meski tak ada jawaban, ini menunjukkan bahwa Chitanda memiliki perasaan terhadap seseorang, dan kita tak tahu siapa. Yang bisa kita lakukan hanyalah berasumsi kalau Chitanda menyukai Oreki karena ia adalah lelaki terdekat dengan Chitanda.

Ikatan mereka akhirnya memuncak ketika Chitanda secara pribadi mengundang Oreki ke berbagai kesempatan seperti pemakaman pamannya, Tahun Baru dan Festival Boneka. Di sana Oreki mengambil peran penting bersama dengan Chitanda.

Setelah festival boneka, saat berjalan bersama Chitanda, Oreki membayangkan sebuah skenario jika dia mengakui cintanya dengan mengatakan kepada Chitanda kalau dia dapat menangani bisnis keluarga untuknya, tapi dia memutuskan untuk memendamnya karena takut akan kehidupan penuh warna.

Menyoal Episode Terakhir Hyouka

Konsep mono no aware atau ephemeralism banyak jadi corak dalam budaya dan cara bercerita di Jepang, dan ini adalah contoh utama dari itu. Houtarou menghibur diri dengan pemikiran selintas tentang apa yang bisa terjadi jika dirinya bisa bersama Chitanda, yang menghasilkan salah satu adegan akhir yang paling indah secara visual yang pernah saya lihat di anime hingga saat ini.

hyouka eru chitanda ending

Namun, perhatikan simbolisme dalam adegan ini. Kita akan melihat bahwa Chitanda dikelilingi oleh kelopak bunga sakura yang jatuh, yang merupakan lambang ephemeralisme bagi rakyat Jepang.

Fakta bahwa pemandangan dilukiskan dengan cara ini memberi tahu kita dua hal: Pertama, Oreki telah mengembangkan perasaan untuk Chitanda, dia melihatnya sebagai seseorang yang seindah kelopak sakura yang mengelilinginya. Kedua, Oreki memiliki momen singkat di benaknya ketika dia menghibur diri dengan pikiran jika bisa bersama dengan Chitanda, yang dengan cepat berlalu, seperti jatuhnya kelopak sakura.

Apa yang tak diceritakan kepada kita adalah bagaimana mereka berakhir setelah itu, karena itu bukan bagaimana struktur cerita disusun. Hyouka adalah genre misteri dengan bungkus irisan kehidupan, yang bisa saja berubah menjadi kisah cinta di beberapa titik, meski tak dilakukan. Kita hanya tahu perasaan asli Oreki di akhir seri, dan sejauh yang bisa kita perhatikan, itu tak jadi soal karena kisah yang ingin diceritakan oleh pembuatnya telah tuntas diceritakan.

Akhir ini juga merupakan yang ada di novel, di penutup volume 4 yang berjudul “The Doll that Took a Detour”.

Ini adalah pertama kalinya aku merasa seperti ini. Pengalaman pertama ini menjadi kunci penting untuk sebuah pertanyaan yang tidak bisa kupecahkan sebelumnya.
Sekarang aku tahu.
Mengapa Fukube Satoshi meremukkan cokelat Ibara.
Ini pasti alasannya.
Mungkin itu alasan yang sama mengapa aku tidak mengatakan apa yang aku inginkan, dan malah mengatakan kalimat yang berbeda, di sini di kediaman keluarga Chitanda, saat ini saat senja mendekat.
Dengan pura-pura tak peduli, aku berbicara.
“Sudah mulai dingin.”
Mata Chitanda sedikit membelalak karena terkejut. Lalu dia tersenyum lembut dan perlahan menggelengkan kepalanya.
“Tidak, ini sudah musim semi!”

Kemungkinan yang paling masuk akal, mengikuti nuansa Hyouka dan kepribadian Oreki, mungkin Oreki akan mengalami periode canggung yang sangat lama bersama Chitanda yang selalu ceria di balik beban tradisi. Harus ada seseorang atau sesuatu yang memaksa Oreki membuka perasaannya. Namun, cerita tentang hubungan percintaan macam begini akan jatuh ke genre yang sama sekali berbeda dari yang kita tonton.

Tentu saja, saya tak menolak jika Kyoto Animation membikin semacam film Hyouka: A Love Story, misalnya. Sebelum hal itu terjadi, kisah cinta Oreki dan Chitanda adalah tetap misteri.