eka kurniawan

Eka Kurniawan Belajar Menulis Lewat Penerjemahan

Eka Kurniawan yang lahir di Tasikmalaya pada 28 November 1975 adalah pengarang yang disebut-sebut suksesornya Pramoedya Ananta Toer. Lulusan Filsafat UGM dan seorang Sone (fans SNSD) yang merilis karya-karya asyik: Cantik Itu Luka, Lelaki Harimau, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas, dan banyak lainnya.

Tulisan ini merupakan catutan dari gabungan serta gubahan pos Belajar Menulis Melalui Penerjemahan dan Apa Sih, yang Dilakukan Penulis Hebat? dari blog Eka Kurniawan.

Read more

viny jkt48

Belajar Ngeblog dari Viny JKT48

“Semua harus ditulis. Apa pun!” tegas Pramoedya Ananta Toer, “Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti akan berguna.”

Lantas kenapa kita harus menulis? Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.

Ah ya, kutipan dari ‘Anak Semua Bangsa’ ini mungkin suatu saat akan saya gombalkan buat sang istri—semoga aja sih dapatnya penulis (tapi yang lebih semoga bisa beristri sih). Seperti Eka Kurniawan-Ratih Kumala, Sylvia Plath-Ted Hughes, atau sekadar pasangan yang nggak nikah macam Erik Prasetya-Ayu Utami dan Jean-Paul Sartre-Simone de Beauvoir, rasanya bisa beradu kasih dengan dia yang hobi baca dan tulis jadi salah satu impian terbesar saya.

Read more

creativity getty image

Jadilah Seniman, Sekarang Juga!

Kenapa kita berhenti bermain dan berkreasi? Dengan luwes dan humoris, Young-ha Kim, penulis asal Korea Selatan ini memberi ceramah asyik soal membangkitkan kembali sang seniman yang bersembunyi dalam diri kita di TEDxSeoul.

Ah saat sedang dilanda galau ‘quarter-life crisis’, akhirnya saya dipertemukan dengan tautan super keren dan inspiratif ‘Talks to watch when you don’t know what to do with your life’.

Read more

arif goenawan mohamad

Goenawan Mohamad dan Catatan Pinggirnya

Menulis memang bisa menyenangkan. Tetapi seperti halnya membentuk sebuah cawan yang tidak sekadar praktis untuk dipakai, menulis pada dasarnya adalah pekerjaan yang resah.

Goenawan Mohamad, Setelah Tempo Tidak Ada Lagi

Bagi saya, menulis adalah hal yang sulit, sampai hari ini. Saya masih kurang ekspresif dan nggak punya stok kosakata yang melimpah untuk mendeskripsikan sesuatu. Menulis memang benar sebuah pekerjaan yang resah: saya akan gelisah ketika saya kesulitan mencari kata, sebal dengan otak bebal yang gampang mogok. Katanya menulis adalah katarsis, ah bukannya meredakan kegelisahan, menulis malah bikin kadar gelisah saya bertambah.

Read more