Buku Selalu Berbahaya

reading book
header_Don-quixote-PAR290525
Andalucia, Spain, 1971. Foto oleh Guy Le Querrec/Magnum.

Di universitas-universitas di seluruh dunia, para siswa mengklaim bahwa membaca buku dapat meresahkan mereka hingga menjadi depresi, trauma, atau bahkan bunuh diri. Beberapa berpendapat bahwa novel Virginia Woolf Mrs Dalloway (1925), yang di dalamnya ada bunuh diri, dapat memicu pemikiran bunuh diri di antara mereka yang cenderung melukai diri sendiri. Yang lain bersikeras bahwa The Great Gatsby (1925) karya Scott Fitzgerald, dengan arus terpendam soal kekerasan pasangan, mungkin memicu ingatan menyakitkan tentang pelecehan dalam rumah tangga. Bahkan teks-teks klasik kuno, para siswa berpendapat, bisa berbahaya: di Universitas Columbia di New York, para aktivis mahasiswa menuntut agar peringatan dilampirkan pada Metamorphoses milik Ovid dengan alasan bahwa ‘penggambaran gamblang tentang perkosaan’ mungkin memicu perasaan tidak aman dan kerentanan di kalangan beberapa siswa tingkat akhir.

Baca Selengkapnya

Enaknya Tinggal di Desa

ai hashimoto little forest

“Enak tinggal di desa,” tegas Ishak, “apalagi bagi pengarang. Itu rupanya maka Tolstoy tinggal di desa.”

Sebuah bacotan dalam Kejahatan Membalas Dendam, naskah sandiwara karya Idrus yang bercerita tentang kegalauan penulis muda yang dihantam kritik dari ayah kekasihnya yang notabene penulis senior, kemudian memutuskan untuk bersemedi sementara di pedesaan.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Dusta” Karya Raymond Carver

spooning entep sendok

“Itu bohong,” ucap istriku. “Bagaimana kau bisa percaya yang seperti itu? Wanita itu hanya cemburu.” Dia menegakkan kepalanya dan tetap menatap padaku. Dia masih belum melepas topi dan mantelnya. Wajahnya memerah karena didamprat tuduhan begitu. “Kau percaya padaku, kan? Sudah jelas kau tak percaya yang seperti itu?”

Aku mengangkat bahu. Lalu aku bertanya, “Kenapa dia harus bohong? Apa yang bakal dia dapat dengan berbohong?” Aku merasa tak nyaman. Aku berdiri di sana dengan sandal sembari membuka tutup tanganku, merasa sedikit menggelikan saat membeberkan persoalan tadi. Aku tak bermaksud hendak jadi jaksa penuntut. Aku harap sekarang kabar itu tak pernah sampai di telingaku, bahwa segalanya akan sama seperti sebelumnya. “Dia sudah jadi seorang teman,” ucapku. “Teman kita berdua.”

Baca Selengkapnya

Sejarah Terjemahan Fiksi Rusia di Indonesia

rusia ilustration

Para pembaca Indonesia pertama kali mengenal kesusastraan Rusia dalam terjemahan Belanda. Dalam suatu surat yang ditulisnya pada tahun 1903, Kartini, tokoh pencerahan bangsa yang tersohor pada masa kolonial Hindia Belanda, minta dikirimi novel Kebangkitan karya Leo Tolstoy (Kartini 1987: 343). Beberapa karya sastra klasik Rusia pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu Rendah dan diterbitkan mulai tahun 1920-an (Toergenjew 1922; Tolstoy 1922 dan 192?). Buku-buku itu rupanya disadur dari versi Belandanya.

Baca Selengkapnya

War & Peace BBC: Seri Drama Keluarga ala Aristrokrat Rusia

Setelah sukses dengan serial Sherlock, pada awal tahun 2016 ini stasiun BBC kembali menghadirkan sinetron adaptasi dari novel epik karangan penulis besar Rusia, Leo Tolstoy. War and Peace sendiri merupakan salah satu novel terpanjang yang pernah ditulis, meski bukan yang terpanjang, dengan fokus utama pada keluarga-keluarga aristokrat pada masa invasi Prancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte untuk menggulingkan Imperium Rusia. Novel klasik ini telah beberapa kali diadaptasi ke dalam bentuk sinema visual, dan kali ini, oleh BBC dirangkum hanya dalam 6 episode.

war and peace bbc

War & Peace sendiri merupakan novel dengan banyak karakter, dari tokoh asli besar seperti Napoleon Bonaparter dan Tsar Alexander, sampai beragam tokoh minor. Namun berpusat pada lima keluarga aristokrat: Bezukhov, Bolkonsky, Rostov, Kuragin, dan Drubetskoy –- dan keterkaitan kehidupan personal mereka dengan sejarah kontemporer mulai tahun 1805 sampai 1813.

Baca Selengkapnya

Novel Yang Memprovokasi Pikiran

arif abdurahman

Sebagai blogger, pernah terlintas impian untuk bisa bikin buku berformat personal literature komedi – genre yang marak dan melejit berkat Raditya Dika, Alitt Susanto, Benazio Putra, dan seleblog lainnya. Namun, kelihatannya ini jenis buku yang nggak mungkin saya lahirkan. Pertama, saya bukan blogger populer, siapa pula yang pengen baca kehidupan orang yang membosankan? Kedua, saya nggak jago melucu. Ketiga, ternyata pelit komedi menjadi bacaan yang selalu bikin saya kecewa, nggak menarik hati, orgasmenya nggak dapet. Pengecualian mungkin buat Tetralogi Drunken-nya Pidi Baiq.

Ketika membaca belum saya jadikan hobi, saya nekat bikin blog, mulai mencoba menulis dan langsung bercita-cita ingin jadi seorang penulis populer, terinspirasi Radith. Saat itu 2008, pas masih imut-amit berseragam SMA, dan saya hanya mengenal namanya tanpa pernah coba baca karya penulis metropop itu.

Cita-cita jadi penulis tadi sesungguhnya hanya bual besar doang. Menulis tanpa dibarengi banyak membaca adalah ketololan. Belakangan saya baru menyadari bahwa menulis justru adalah perpanjangan dari membaca. Jadilah pembaca, maka kau pun akan jadi penulis.

Baca Selengkapnya