Kategori
Movie Enthusiast

Top 5 Film Christopher Nolan

“Ini seperti membaca novel Haruki Murakami,” sebut Ellen Page yang berperan sebagai Ariadne di film Inception (2010), “Ini memang fantasi, tapi bukannya merasa seperti dunia sureal yang aneh justru film ini terasa sangat jujur.”

Ya, kalau dalam dunia sastra ada Haruki Murakami, maka untuk perfilman ada Christopher Nolan. Mereka berdua sama-sama pandai meramu beragam genre. Nolan membuat film bergenre science-fiction, dia juga bikin film superhero. Dan kita bisa merasakan bahwa film science-fiction dan superhero buatan Nolan sungguh-sungguh berbeda. Sama halnya dengan Murakami dalam novel. Lintas genre. Film Nolan selalu berakar pada filosofis, sosiologis dan konsep etis, menjelajah moralitas manusia, konsep pembangunan waktu serta memori dan identitas pribadi. Karya-karyanya juga menyerap elemen metafiksi, pergeseran temporal, perspektif solipsistik, cerita nonlinier, efek khusus yang praktis, dan komparasi antara bahasa visual dan elemen narasi.

Produser, sutradara dan screenwriter Christopher Jonathan James Nolan lahir pada 30 Juli 1970 di London ini dikenal karena gaya berceritanya yang nonlinier. Selama 15 tahun bergelut dalam pembuatan film, Nolan telah membuat film independen dengan anggaran rendah sampai bekerja pada beberapa film blockbuster besar.

5. The Dark Knight Trilogy (2005, 2008, 2012)

Film superhero yang nggak hanya bermodal aksi-aksi dan efek visual berlebihan.

4. Interstellar (2014)

“Once you’re a parent, you’re the ghost of your children’s future,” ucap Cooper. Sebuah kutipan paling berkesan dari film ini, selebihnya, silahkan saja nikmati film sains fiksi super ciamik ini.

3. Inception (2010)

Gara-gara film ini bikin saya belajar yang namanya Lucid Dream, dan gali pengetahuan soal tidur serta dunia mimpi. Dan berkat film inilah saya jadi suka Music Director bernama Hans Zimmer.

2. The Prestige (2006)

Batman vs Wolverine! 😆

1. Memento (2000)

Pokoknya tonton film ini, dan bagi yang baru pertama kali nonton siap-siap aja sakit kepala pas beresnya.

Kategori
Movie Enthusiast Review

Kuliah Psikosa dari Film

lpj tontonan november film psikotik

Menurut bapak Psikoanalis, Sigmund Freud, kepribadian manusia terdiri atas tiga sistem, yakni id, ego, dan super-ego. Susunan teratur, kerjasamanya harmonis. Nah, pada psikosa, susunan tadi ga akur, bahkan antara ego dan super-ego jadi jenuh, sehingga seseorang ga dapat menghayati realita.

Oh ya, psikosa ini kalau bahasa awamnya gangguan jiwa. Arti psikosis sendiri sebenarnya masih bersifat sempit dan bias yang berarti waham (delusi) dan halusinasi, selain itu juga ditemukan gejala lain termasuk di antaranya pembicaraan dan tingkah laku yang kacau, dan gangguan daya nilai realitas yang berat.

Ada beberapa istilah yg harus kita pahami dulu

  • Halusinasi. Yaitu pengalaman persepsi dalam kondisi sadar tanpa adanya rangsang nyata terhadap indera. Ada halusinasi visual, auditori, phantosmia (penciuman), gustatory (pengecapan), dan perabaan.
  • Waham (delusi). Yaitu keyakinan yang salah dan kuat yg tetap dipertahankan walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realitas sosial. Contohnya merasa dirinya seorang nabi (waham agama), menganggap ada penyakit di tubuhnya (waham somatik), atau merasa dirinya sudah mati (waham nihilistik).

Nah, film adalah salah satu sarana untuk lebih memahami yg namanya psikosa ini. Jadilah untuk bulan November ini, karena mata kuliahnya Sistem Neurobehavior II tentang psikosa, ya tontonannya film-film tentang orang gila.