son heung min tottenham hotspurs

Son Heung-min Sang Idol Sepak Bola

Son Heung-min menceritakannya, saat dia berusia 10 tahun dan bertengkar dengan kakak laki-lakinya, Heung-yun. Kemudian terjadi sesuatu yang bakal terus membekas dengannya.

Ayah dari sang pemain garda depan Tottenham itu, Son Woong-jung, adalah mantan pemain sepak bola profesional di Korea Selatan, dan ia mulai melatih putra-putranya, menjadikan itu sebagai misinya untuk membimbing mereka ke puncak, menghindari jebakan yang pernah ia hadapi. Pada saat itu,  ia melihat warna merah dan, meminjam kata yang digunakan Son, memutuskan untuk memaksakan diri pada sebuah pengorbanan.

Read more

salman rushdie tottenham hotspur

Salman Rushdie dan Tottenham Hotspurs

Aku pindah ke London pada Januari 1961, sebagai bocah berusia tiga belas setengah tahun, dalam perjalanan ke sekolah asrama, dan didampingi ayahku. Itu bulan yang dingin, dengan langit biru di siang hari dan halimun hijau saat malam. Kami menginap di Cumberland, di Marble Arch, dan setelah kami berkemas, ayahku bertanya apakah aku ingin melihat pertandingan sepakbola sungguh. (Di Bombay, tempatku dibesarkan, tak ada yang namanya sepakbola; olahraga lokalnya cuma kriket dan hoki.)

Pertandingan pertama yang ayahku ajak untuk kulihat adalah apa yang kemudian aku tahu sebagai sebuah “laga persahabatan” (sebab hasil akhirnya tak akan berdampak apapun) antara tim London Utara bernama Arsenal dan juara dari Spanyol, Real Madrid. Aku tidak tahu kalau lawan yang bertamu itu digadang-gadang sebagai klub terhebat yang pernah ada. Atau di antara pemainnya ada dua orang yang paling hebat, keduanya pemain asing; seorang Hungaria bernama Ferenc Puskas, “jenderal kecil”, dan dari Argentina, Alfredo di Stefano.

Inilah yang kuingat dari pertandingan itu: di babak pertama, Real Madrid mempecundangi Arsenal habis-habisan.

Read more