Kategori
Celotehanku Korea Fever

Hujan, Taeyeon dan Sylvia Plath

Apa persamaan puisi dan lagu ballad Korea? Bagi saya, keduanya sama-sama enggak bisa saya pahami, namun bisa dirasa. Ya, Bahasa Korea saya nol besar (ada beberapa kata yang tahu sih), seperti halnya kemampuan untuk berpuisi. Bikinkan aku puisi cinta, pinta seseorang suatu kali. Sungguh, saya enggak mampu, jenis apapun puisinya. Saya masih ingat puisi pertama buatan saya, waktu itu SMP, adalah tentang toilet sekolah. Dan itu dungu serta menjijikan, dalam arti sebenarnya. Untuk membaca puisi saja, buat saya, sesulit membaca aksara Hangul.

Dan ketika mendengar lagu Kim Taeyeon tercinta yang baru dirilis 2 Februari kemarin ini, entah kenapa, saya merasakan suasana yang sama ketika membaca puisi-puisinya Sylvia Plath. Ditambah, saat melihat cover art dan lirik terjemahannya, rasanya makin menegaskan spekulasi saya. Seakan-akan lagu Rain ini adalah puisi Plath yang dimusikalisi Taeyeon. Ah, dua perempuan idola saya.