Kategori
Celotehanku

Fiksimini: Cerita Sangat Pendek

“Generasiku, dan yang lebih muda, mencerap informasi bukan dalam satuan-satuan panjang, utuh, koheren, tapi dalam letupan-letupan singkat, dengan nada yang amat berbeda-beda” ungkap novelis Irlandia Julian Gough, “Itu mengubah cara kita membaca fiksi, dan karenanya pasti mengubah cara kita menuliskannya.”

Ciri manusia modern: melakukan tugas ganda dan terkena gempuran polusi notifikasi. Membuka banyak tab pada browser, membaca sambil ajek mengecek ponsel, tak lupa musik pun dikumandangkan. Maka tak salah jika muncul tren bacaan yang ringkas namun padat, dalam sastra muncul yang namanya fiksimini – sebenarnya bukan barang baru. Dan untuk lebih mengenal soal fiksimini ini, kata pengantar dalam Matinya Burung-Burung sangat jelas mengulasnya, yang bisa dilihat posnya di Pengantar yang Tak Seberapa Pendek untuk Cerita Sangat Pendek.