Kategori
Cacatnya Harianku

Book Acquisition Syndrome

book acquisition syndrome

Seorang kawan berkisah kalau semangat membacanya timbul ketika menginjak masa putih-abu. Gara-gara paksaan, berkat sebuah keharusan dari sekolahnya di SMAN 26 Bandung yang mewajibkan untuk membaca buku di pagi hari selama 30 menit. Berawal dari paksaan, kemudian jadi candu, kawan tadi tersihir oleh ‘Atheis’-nya Achdiat Kartamihardja. Membaca pun menjadi hobinya.

Kebijakan ini bisa ada berkat sang kepala sekolah yang sudah menimba ilmu ke Amerika sana. Memang, membaca menjadi kultur yang melekat di negara-negara maju. Dan nampaknya usaha beliau untuk membudayakannya juga di sini terbukti berhasil, minimal kawan saya tadi terpengaruh. Saya jadi teringat ketika menonton anime dan dorama Jepang yang berlatar sekolah, sering ada sesi pembacaan sebuah buku tebal, novel sastra, nah di saat inilah sang tokoh utama biasanya sedang ketahuan melamun. 

Kategori
Buku Review

Saya dan 10+ Buku Favorit di 2013

10 buku favorit 2013

Membaca kelihatannya jadi hobi paling pasaran. Di biodata diri, banyak saya temukan teman yang mencantumkan membaca sebagai hobinya.

Namun ternyata fakta berkata lain. Nah, jika menilik hasil survei UNESCO, disebutkan kalau Indonesia tuh punya indeks minat baca terendah di lingkup ASEAN, cuma 0,001. Angka yang mengindikasikan kalau dalam setiap seribu orang Indonesia hanya ada seorang yang benar-benar punya minat baca. Berarti aslinya orang yang hobi membaca tuh minoritas dong. 😕

Minat membaca sendiri artinya kegiatan membaca yang bersifat fakultif, artinya dilakukan secara sukarela. Adapun kegiatan membaca yang sifatnya imperatif, misalnya seorang mahasiswa yang harus membaca materi kuliah atau bagi seorang Muslim yang diwajibkan untuk membaca Al-Quran, ini ga masuk hitungan sebagai minat membaca. Pantas memang minat baca orang Indonesia rendah, untuk yang masuk kategori kewajiban aja jarang dilakukan. Oh sungguh super ironis. 🙁