Kategori
Catutan Pinggir

Neoliberalisme: Gagasan yang Melahap Dunia

Musim panas lalu, para peneliti di International Monetary Fund menyelesaikan perdebatan panjang dan sengit tentang “neoliberalisme”: mereka mengakui bahwa itu ada. Tiga ekonom senior di IMF, sebuah organisasi yang tak jelas kegiatannya, menerbitkan sebuah makalah yang menyoal manfaat-manfaat neoliberalisme. Dengan melakukan hal itu, mereka membantu menguburkan gagasan bahwa kata itu tidak lebih dari sekadar jargon politik, atau sebuah istilah tanpa kekuatan analitik. Makalah ini dengan halus menyebut “agenda neoliberal” untuk mendorong deregulasi pada ekonomi di seluruh dunia, untuk memaksa pasar nasional agar terbuka bagi perdagangan dan modal, dan untuk menuntut agar pemerintah mengecilkan dirinya lewat penghematan atau privatisasi. Para penulis mengutip bukti statistik soal penyebaran kebijakan neoliberal sejak tahun 1980, dan korelasinya dengan pertumbuhan yang sekarat, siklus boom-and-bust dan ketidaksetaraan.

Kategori
Psikologi

Perfeksionisme Neoliberal

Sebuah penelitian baru oleh Thomas Curran dan Andrew Hill dalam jurnal Psychological Bulletin menemukan bahwa perfeksionisme terus meningkat. Penulis, keduanya psikolog, menyimpulkan bahwa “generasi muda belakangan ini mempersepsikan bahwa orang lain lebih menuntutnya, lebih menuntut orang lain, dan lebih menuntut diri mereka sendiri.”

Saat mengidentifikasi penyebab utama dari meningkatnya nafsu akan keunggulan ini, Curran dan Hill tidak berbasa-basi: salahkan neoliberalisme. Ideologi neoliberal memuja persaingan, menghalangi kerja sama, mendorong ambisi, dan mengaitkan nilai pribadi dengan prestasi profesional. Tidak mengherankan, masyarakat yang diatur oleh nilai-nilai ini membuat orang-orang begitu menghakimi, dan sangat cemas untuk dihakimi.

Kategori
Catutan Pinggir Movie Enthusiast

Mengarah Kemana Revolusi dalam The Hunger Games?

Kesuksesan internasional saga The Hunger Games telah dilihat oleh beberapa komentator sebagai tanda minat baru terhadap gagasan revolusioner. Ben Child dari The Guardian memeriksa “pesan anti-kapitalis” dari film ini dalam sebuah artikel tentang “bagaimana The Hunger Games mengilhami revolusioner dalam diri kita semua,” sementara Donald Sutherland, aktor yang memainkan Presiden Snow yang kejam dan tanpa ampun, menyatakan bahwa dia menginginkan The Hunger Games “untuk membangkitkan sebuah revolusi” yang bisa “membalikkan keadaan AS seperti yang kita ketahui saat ini.”