Kategori
Celotehanku

Riungan Buku Aleut

riungan buku aleut

“Aku agak introvert. Aku tidak terlalu nyaman dengan klub buku, kecuali klub bukunya kecil dan orang-orangnya sudah kukenal baik,” ungkap sang penulis Lelaki Harimau saat ditanya soal pentingnya klub buku dalam pos Eka Kurniawan: Aku Lebih Ingin Membesarkan Diriku Sebagai Pembaca Daripada Penulis di Revi.us. Seperti inilah saya, meski hidup di orde kebebasan berpendapat, saya lebih senang jadi pendengar.

Namun beruntunglah kita bisa hidup tanpa takut diawasi teleskrin dan diciduk polisi pikiran seperti pada novel ‘1984’. George Orwell dalam karyanya ini menggambarkan soal negara yang adem ayem, bukan karena penduduknya memang adem ayem, namun karena mulut mereka dibungkam dan jika mereka sedikit saja membuka mulut, mereka akan diuapkan, dilenyapkan. Diskusi diharamkan, buku dimusnahkan. Kita tahu, buku sebagai produk intelektual butuh pertukaran gagasan – bukan hanya antara penulis dan pembaca, tapi juga antara pembaca dan pembaca. Sebab lewat budaya literasi dan diskusi, bisa muncul yang namanya revolusi.

Kategori
Bandung

Ngaleut Episode “Bandung Untuk Indonesia”

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=IT1O-uCbrp0]

Pada 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur. Bandung dan kreativitas merupakan pasangan yang sulit dipisahkan. Hal ini salah satunya disebabkan warganya yang hobi ‘ngariung’, senang kumpul bareng-bareng. Dari sekedar untuk berbagi omong kosong dan keluh kesah sampai untuk beradu pemikiran dan ide.

Ya, hampir semua hal besar memang berawal dari aktivitas ngariung ini. Dan di Bandung, pernah diadakan satu ngariung yang paling fenomenal dan berdampak bagi dunia, Konferensi Asia-Afrika.