aldous huxley cat

Wejangan Aldous Huxley Soal Menulis dan Kucing

Aku bertemu, belum lama ini, seorang pemuda yang bercita-cita menjadi novelis. Mengetahui bahwa aku berada dalam profesi ini, dia memintaku untuk memberitahukan kepadanya bagaimana dia harus memulai untuk mewujudkan ambisinya. Aku menjelaskan sebaik-baiknya.

“Hal pertama,” kataku, “adalah membeli sebanyak mungkin kertas, sebotol tinta, dan pena. Setelah itu kamu hanya perlu menulis.”

Read more

writing lithub

Mengapa Siapa Saja Menulis?

Semua penulis itu besar mulut, egois, dan malas, dan motif terdalam mereka mengandung sebuah misteri. Menulis buku adalah perjuangan yang mengerikan dan melelahkan, seperti pergulatan panjang dengan suatu penyakit begitu nyeri. Seseorang tidak akan menulis kalau bukan karena dorongan suatu kuasa iblis, yang tidak dapat dipungkiri atau dimengerti oleh orang lain.

George Orwell, Kenapa Saya Menulis, 1946

Menulis novel adalah proses menyakitkan dan berdarah-darah yang menghabiskan seluruh waktu luang Anda, menghantui Anda di malam hari yang paling gelap dan umumnya berpuncak dengan banyak tangisan mengenai tumpukan surat penolakan yang terus membengkak. Setiap novelis harus melalui ini setidaknya sekali dan dalam beberapa kasus berkali-kali sebelum dipublikasikan, dan karena publikasi itu sendiri tidak memberi jaminan kekayaan atau pujian, tidaklah masuk akal untuk bertanya seperti apa orang yang akan menundukkan dirinya dalam pekerjaan macam begini.

Read more

thigh girl photo

Cerpen Terjemahan: “Sekamar Bersama Penyair dan Novelis” Karya Sheila Heti

Si penyair masuk diam-diam ke kamar si novelis, sementara si novelis sudah tertidur, tidur yang nampak menjemukan seperti sebuah bau yang melewati hidungnya. Si penyair berdiri di ambang pintu, memperhatikan, menyandarkan diri di kusen pintu.

Dia menyukai teman sekamarnya. Tapi bukan suka yang begitu. Pukul empat pagi dan mengapa si penyair masih terjaga? Tidur adalah beban bagi orang seperti dia. Namun di sini justru ada seorang pria yang tidur sepanjang malam.

Read more

arip sputnik sweetheart murakami

Pencarian Sumire, Perempuan yang Sedang Galau di Usia 22

Usia dua puluh dua, bagi Orhan Pamuk, bisa disebut sebagai fase revolusionernya. Sebelum usia tersebut Pamuk berada dalam ambiguitas pilihan kreativitas ihwal dunia seni, mau jadi pelukis atau penyair? Kemudian, dimulai di usia 22 ini, Pamuk memilih untuk mengisolasi dirinya dalam kesunyian kamar dan buku-buku koleksi ayahnya dengan tekad menjadi penulis. Pamuk ‘memenjarakan diri’ dalam timbunan buku selama 8 tahun sebelum bisa menerbitkan novel perdananya! Dan kita tahu, Orhan Pamuk adalah seorang peraih Nobel.

Read more