Kategori
Buku Celotehanku

Ajip dan Kehidupan Tanpa Ijazah

hidup tanpa ijazah

Salah satu cara paling mudah mendalami sejarah adalah dengan membaca sebuah biografi, sebut A. L. Rowse dalam buku ‘The Use of History’. Dan dengan membaca otobiografi Ajip Rosidi ini, bukan hanya sejarah kebudayaan dan kesusastraan Indonesia saja yang bakal kita ketahui, tapi juga soal sejarah perpolitikan nasional dari medio kemerdekaan, Orde Lama, sampai paska tumbangnya Orde Baru.

Saat pertama disodorkan otobiografi setebal 1300 halaman ini, timbul rasa pesimis untuk mengkhatamkan buku ini. Tapi berhubung sudah sejak lama kepincut Ajip lewat tulisannya di ‘Stilistika’, satu kolom dalam Pikiran Rakyat yang muncul tiap Sabtu, maka tentunya tertarik untuk lebih kenal dekat dengan sosok budayawan dan sastrawan yang memilih keluar dari Taman Siswa meski hanya tinggal mengikuti ujian akhir.

Kategori
Buku

Arok Dedes

Orde Baru udah lama tumbang, tapi masih sulit aja mendapatkan karya-karya dari sang maestro Pramoedya Ananta Toer. Untuk bisa mencicipi Arok Dedes aja, saya terpaksa beli versi bajakannya di Palasari.

arok dedes pramoedya anata toer

Arok Dedes merupakan hasil buah karya Albert Camus-nya Indonesia ini ketika dibui di Pulau Buru. Ya, sebenarnya Tetralogi Buru sendiri terdiri atas Tetralogi Bumi Manusia yang sudah sangat terkenal, dan satu tetralogi rancangan Pram lainnya. Sebuah tetrologi yang dimulai dari Arok Dedes ini.

Arok Dedes: Coup d’├ętat ala Jawa

Pasti sangat familiar kan dengan legenda awal terbentuknya kerajaan Singgosari? Yang paling diingat mungkin tentang kesaktian kerisnya Empu Gandring kan ya?

Nah, novel ini ga bakal bahas soal si keris beserta kutukannya yang jatuh tujuh turujan. Roman yang jauh dari kesan dongeng dan mistika. Arok Dedes merupakan rasionalisasi sejarah abad 13 menjadi sebuah roman politik seutuhnya yang mengisahkan kudeta pertama di Nusantara.