Kategori
Fiksi

Cerpen Terjemahan: “Seratus Tahun Pengampunan” Karya Clarice Lispector

Seseorang yang tidak pernah mencuri tidak akan mengerti diriku. Dan seseorang yang tidak pernah mencuri mawar tidak akan pernah bisa mengerti diriku. Ketika aku masih kecil, aku mencuri mawar.

Di Recife ada banyak sekali jalan. Di jalan-jalan orang kaya berjajar istana-istana mungil yang dibangun di tengah-tengah taman luas. Temanku dan aku suka bermain mengaku-aku milik siapa istana kecil tadi. “Yang putih itu punyaku.” “Tidak, aku sudah bilang yang putih itu punyaku.” “Tapi yang ini enggak putih semua. Jendelanya hijau.” Kadang kami menghabiskan waktu yang lama seharian dengan wajah menempel di pagar, memandangi.

Kategori
Fiksi

Cerpen Terjemahan: “Sang Korban” Karya Junichiro Tanizaki

Hal-hal ini terjadi pada sebuah masa saat kebajikan adiluhung, tingkah laku tak keruan, masih berkembang, ketika pergulatan tanpa henti untuk eksistensi seperti hari ini belum dikenal. Wajah para aristokrat muda dan tuan tanah tidak menggelap oleh awan apa pun; di istana para pelayan kehormatan dan gundik agung selalu menyunggingkan senyum di bibir mereka; pekerjaan badut dan peracik teh profesional dijunjung tinggi; hidup begitu damai dan penuh sukacita. Di teater dan dalam tulisan-tulisan pada waktu itu, keindahan dan kekuatan digambarkan sebagai suatu yang tak terpisahkan.

Kategori
Catutan Pinggir

Mengapa Siapa Saja Menulis?

Semua penulis itu besar mulut, egois, dan malas, dan motif terdalam mereka mengandung sebuah misteri. Menulis buku adalah perjuangan yang mengerikan dan melelahkan, seperti pergulatan panjang dengan suatu penyakit begitu nyeri. Seseorang tidak akan menulis kalau bukan karena dorongan suatu kuasa iblis, yang tidak dapat dipungkiri atau dimengerti oleh orang lain.

George Orwell, Kenapa Saya Menulis, 1946

Menulis novel adalah proses menyakitkan dan berdarah-darah yang menghabiskan seluruh waktu luang Anda, menghantui Anda di malam hari yang paling gelap dan umumnya berpuncak dengan banyak tangisan mengenai tumpukan surat penolakan yang terus membengkak. Setiap novelis harus melalui ini setidaknya sekali dan dalam beberapa kasus berkali-kali sebelum dipublikasikan, dan karena publikasi itu sendiri tidak memberi jaminan kekayaan atau pujian, tidaklah masuk akal untuk bertanya seperti apa orang yang akan menundukkan dirinya dalam pekerjaan macam begini.

Kategori
Buku

Apa yang Dostoyevski Bicarakan dalam Novel Pendeknya

“Saya menulis sebuah novel tiap tiga atau empat tahun, dan orang-orang menantikannya,” jelas penulis Norwegian Wood itu. “Saya pernah mewawancarai John Irving, dan dia mengatakan kepada saya bahwa membaca buku yang bagus merupakan sebuah suntikan obat. Setelah mereka kecanduan, mereka akan selalu menunggu.”

Seperti dendam, serta rindu, candu juga harus dibayar tuntas. Kalau tidak, bisa sakaw. Saya sendiri belum pernah nyimeng, tapi saya pikir kecanduan adalah sesuatu yang mengasyikan sekaligus menyiksa (baca deh All Transparent Blue-nya Ryu Murakami). Begitulah ketika kecanduan baca Haruki Murakami, meski kadang bosan karena ceritanya gitu-gitu aja, selalu nagih untuk terus membaca karya-karya dia. Masalahnya, saya sudah melahap hampir semua cerita bikinannya (baca yang terjemahannya, baca ebook bajakan dari internet, dan kalau kau pinjam buku-buku Murakami dari Kineruku sudah bisa dipastikan bakal ada nama saya di daftar peminjam), kalau ‘madat’ sudah habis, harus apa lagi coba?