Sensasi Stop Making Sense

talking head stop making sense

Sudah lama saya tahu nama band satu ini, salah satunya karena Radiohead adalah nama yang dicatut dari satu judul lagu mereka, tapi belum sekalipun mencoba mendengarnya. Meski enggak hapal lagu-lagunya, setelah nonton Stop Making Sense, saya otomatis langsung jadi fans Talking Heads. Band rock Amerika yang dibentuk 1975 di New York, mengawali diri sebagai punk kemudian selanjutnya bersinkretis ke funk, menjadi salah satu pionir genre new wave.

Baca Selengkapnya

Hanya Ada Kosong di Jok Belakang

5 Centimeters Per Second (2007)

1

Usianya 15, masih tolol, dan akan selalu begitu. Ketika hidup hanya disesaki tugas sekolah, saat masa depan terbentang lebar – hanya diburamkan ramalan kiamat 2012. Secara hukum, tentu bocah ingusan umur segini belum boleh mengendarai motor, dan jadi sasaran empuk untuk diperas polisi kalau sedang ada razia. Tapi apa asyiknya hidup jika hanya tunduk pada aturan.

Baca Selengkapnya

Ereksi, Ejakulasi, Eksebisi dan Cara Mengeleminasi Hama

1 “Hei! Apa semua orang di sini melakukan masturbasi?” Midori bertanya sambil menengadah memandang gedung asrama. “Mungkin ya.” “Apa semua laki-laki melakukan masturbasi sambil membayangkan perempuan?” “Ya, tentu begitu,” kataku. “Aku kira tak ada laki-laki yang melakukan masturbasi sambil memikirkan pasar saham, konjugasi verba, atau Terusan Suez, tentu mereka melakukannya sambil membayangkan perempuan.” — Haruki … Baca Selengkapnya

Burung Murakami Berkicau di Klip Radiohead

bird burn the witch radiohead

“Ada satu buku yang aku baca, dari Murakami, The Wind-Up Bird Chronicles,” ungkap Thom Yorke saat ditanya Rolling Stone soal proses pembuatan album Hail to the Thief pada 2003 silam. “Tokoh utama dalam buku ini bukan seorang karakter sama sekali. Ini adalah soal kegelapan yang menyelubungi dan menghantui orang, yang menarik jatuh mereka. Kekuatan gelap dalam buku ini ikut memikatku.”

Sekarang sudah 2016, apakah kekuatan gelap tadi masih terikat pada diri seorang Thom Yorke? Entahlah. Tapi saat memutar lagu teranyarnya Radiohead di Youtube, ada sesuatu yang menarik, juga misterius, sebab terdapat penampakan burung biru berparuh kuning seperti dalam sampul The Wind-Up Bird Chronicles hasil desain dari John Gall. Burung itu bertengger di tangkai pohon, berkicau di awal dan penghujung klip video, mirip seperti cerita dalam novel terbaik Haruki Murakami tadi.

Baca Selengkapnya

Pasar Bisa Diciptakan dan Radiohead-nya Indonesia

pasar bisa diciptakan efek rumah kaca

‘Cinta Melulu’ memang diciptakan bernada sinis, bahkan ada sebagian yang merasa risih karena menganggap lagu ini rasis akibat bawa-bawa suku Melayu. Maka ‘Pasar Bisa Diciptakan’ terbentuk dengan nuansa optimis.

Akhirnya, setelah vakum beberapa tahun sehubungan dengan sang vokalis yang sedang tholabul ilmi di New York sana, band ini menelurkan album ketiga, dengan pelepasan lagu ‘Pasar Bisa Diciptakan’ ini. Tahun 2015 menandainya genapnya satu dasawarsa perjalanan Cholil Mahmud (vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (bass, vokallatar), dan Akbar Bagus Sudibyo (drum, vocal latar) sebagai unit musik bernama Efek Rumah Kaca.

Baca Selengkapnya

[VIDEO] London. Someday. Soon!

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=CkgD0dB65Og]

NB: Aktifkan opsi subtittle video Youtube-nya.

Baca Selengkapnya