Kategori
Cacatnya Harianku

Book Acquisition Syndrome

book acquisition syndrome

Seorang kawan berkisah kalau semangat membacanya timbul ketika menginjak masa putih-abu. Gara-gara paksaan, berkat sebuah keharusan dari sekolahnya di SMAN 26 Bandung yang mewajibkan untuk membaca buku di pagi hari selama 30 menit. Berawal dari paksaan, kemudian jadi candu, kawan tadi tersihir oleh ‘Atheis’-nya Achdiat Kartamihardja. Membaca pun menjadi hobinya.

Kebijakan ini bisa ada berkat sang kepala sekolah yang sudah menimba ilmu ke Amerika sana. Memang, membaca menjadi kultur yang melekat di negara-negara maju. Dan nampaknya usaha beliau untuk membudayakannya juga di sini terbukti berhasil, minimal kawan saya tadi terpengaruh. Saya jadi teringat ketika menonton anime dan dorama Jepang yang berlatar sekolah, sering ada sesi pembacaan sebuah buku tebal, novel sastra, nah di saat inilah sang tokoh utama biasanya sedang ketahuan melamun. 

Kategori
Bandung Celotehanku

Sudut Literasi di Kedai Preanger

kedai preanger good book and coffee

Sungguh kenikmatan surgawi di dunia. Tak seperti wanita, buku adalah teman duduk terbaik, mustahil mengkhianatimu. Dan makin sempurna ketika hadir secangkir kopi; Espresso, Cappuccino, Macchiato, Mochachino, Americano, Caffe Latte, atau apapun variannya silahkan pilih sesuai selera. Bacaan manis menarik hati dibalut kehangatan kopi, ah nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

Membaca telah terbukti sebagai aktivitas yang menakjubkan, salah satunya secara ilmiah didaulat sebagai obat paling mujarab mereduksi kadar stress. Dan makin ampuh ketika ditambah seduhan kopi atau teh. Oh ya, alunan musik pun termasuk obat pereda beban hidup.

Kategori
Celotehanku

Produktivitas di Tengah Gempuran Notifikasi

Saking nggak ingin waktunya terbuang percuma, seorang Pram punya hobi unik: membakar sampah. Kalau ternyata sampah rumah sendiri habis, maka punya tetangga pun disikatnya. Albert Camus-nya Indonesia ini juga gemar dalam hal mengkliping. Pokoknya berbuat, harus produktif dalam menjalani hari.

Dan selamat datang di tanah penuh distraksi! Satu pertanyaan, akankah lahir Pram di zaman ketika perhatian kita tersebar antara beraneka notifikasi?