Kategori
Celotehanku

Warna-Warni Problematika Angkot

angkot bandung

Gambar asli dicomot dari PR Edisi 12/05/13

Kasihan moda transportasi yg satu ini. Sering dihujat sebagai biang kemacetan di jalan raya. Padahal mah semua yang pakai jalan punya andil juga. Tapi emang penyumbang kemacetan terbesar mah angkot sih. Jalan ugal-ugalan, berhenti seenaknya, mogoknya pun seenaknya. Tapi ga semuanya gitu, ada juga sopir yang baiknya, cuma minoritas aja, persentasinya emang banyakan yang kampretnya sih. 😯

Pengguna angkot kalau boleh saya bilang konsumen yang paling terdzalimi haknya sekaligus paling sabar. Tarif emang relatif terjangkau, tapi kadang suka ditagih lagi, gara-gara ga pake argo kayaknya. Supir pada kampret, kalau lagi jalan udah kaya naek roller coaster. Nimbun penumpang padahal kapasitas udah keluar batas maksimal. Dan yang paling penting sih ga ada AC sama wifi gratis. :mrgreen:

Tapi gara-gara ga ada pilihan moda transportasi yang lebih baik, mau ga mau angkot jadi opsi angkutan yang dipilih sebagian besar masyarakat. Dan emang angkot sebenarnya punya potensi besar kalau dibenahi dengan baik. 

Kategori
Fiksi

Berbincang Imajiner dengan Kang Emil

Seperti yg diajarkan Kang Haji Pidi Baiq, melakukan wawancara imajiner itu bukan perkara yg mudah, butuh kekuatan khusus yg hanya bisa dilakukan orang-orang yg mau saja. Suatu pengalaman spiritual mengesankan yg perlu sokongan imajinasi dan jalinan kerjasama dengan roh kreativitas.

ridwan kamil persib bandung

Alhamdulillah, di tengah kesibukan saya yg dibuat-buat, akhirnya bisa merancang pertemuan imajiner dengan salah satu tokoh publik terkemuka lagi. Setelah sebelumnya dengan Gubernur Jabar terpilih 2013-2018, kali ini dengan seorang aktivis sosial yg memberanikan diri mencalonkan diri menjadi walikota Bandung periode ini. Ya, beliau adalah Ridwan Kamil, yg sering disapa Kang Emil.

Profesional berkelas internasional, dosen ITB, ahli tata kota, penggiat komunitas kreatif, dan pastinya warga Bandung yg minggu kemarin habis diganjar penghargaan Leadership Award dari Penn Institute for Urban Research di New York ini bercita-cita untuk lebih mengharumkan Kota Kembang. Menjadikan Bandung juara Indonesia, bahkan juara dunia. Amin.