Kategori
Korea Fever

Knowing Bros dan Barudak Sekolahan yang Hobi Tubir

Kalau saja Game of Thrones masukin Red Velvet jadi pemainnya, mungkin saja saya bakal rela maraton nonton dari musim pertama. Harus ada alasan, meski konyol, kenapa saya harus nonton itu.

Sebab internet menawarkan beragam kesenangan sekaligus kesia-siaan; buku-buku dan status-status sosmed yang selalu terbarukan dan artikel-artikel panjang untuk dibaca, film-film dan video-video Youtube dan serial televisi dan Instagram Stories dan variety show Korea untuk ditonton. Sehingga, sekali lagi saya tegaskan, harus ada alasan, meski konyol, kenapa saya harus memilih yang satu ketimbang yang lain.

Gara-gara episode SNSD, saya jadi fans Running Man. Sementara untuk Knowing Bros ini ya karena ada episode dari adiknya ini, Red Velvet. Semuanya berawal dari episode 21, sampai saya jadi kenal barudak gacor yang terdiri dari Kang Hodong, Kim Heechul, Seo Janghoon, Lee Soogeun, Min Kyunghoon, Lee Sangmin, dan Kim Youngchul.

Berhubung lagi promosi lagu baru, episode 84 kemarin menghadirkan kembali Red Velvet. Kali ini dengan formasi lengkap. Saat kemunculannya, barudak Knowing Bros langsung antusias dan memuji karena berkat grup cewek binaan SM Entertainment jadi bintang tamu di episode setahun kebelakang, variety show ini makin meroket. Tentu, saya mengiyakan.

Format Knowing Bros saat ini yang mengeksplorasi konsep sekolah menengah baru ditetapkan dari episode 17. Para member berperan sebagai siswa di kelas sementara bintang tamu akan datang sebagai siswa pindahan. Format ini telah mendapat pujian dari pemirsa yang menyebabkan peningkatan peringkat dan popularitas program yang signifikan setelah beberapa episode ditayangkan. Menghadirkan grup idol, utamanya cewek, tentu pilihan cemerlang. Red Velvet salah satu yang masuk di episode-episode awal itu.

Dibagi dua segmen. Yang utama adalah bagian perkenalan dan tebak-tebakan di ruang kelas. Bintang tamu berdiri di belakang meja guru dengan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan dirinya yang sudah disiapkan. Beberapa pertanyaannya samar atau sangat pribadi yang oleh bintang tamu mungkin enggak pernah diungkap kepada publik sebelumnya. Tugas barudak Knowing Bros yang menjawabnya. Seringnya dengan main-main. Bintang tamu diberi palu mainan dan punya hak buat menggetok bagi mereka yang jawabannya ngaco.

02_1

Si gempal Hodong dicitrakan sebagai bosnya, yang sangar sekaligus tengil, sementara si jangkung Janghoon jadi ketua murid yang intelek. Si bantet Soogeun digambarkan jadi tangan kanan Hodong, yang koplak. Si ganteng Heechul jadi yang paling gelo sekaligus maniak televisi dengan Kyunghoon yang pendiam namun cabul merupakan bromance goblok. Sangmin yang duduk di kursi paling belakang digambarkan sebagai murid pemalu sekaligus sengsara. Terakhir, yang sering dilupakan, adalah Youngchul yang berkat kegaringannya justru mengundang tawa.

Salah satu atribut memikat dari format ini adalah cara berbicara informal atau “banmal” yang digunakan oleh semua orang tanpa memandang usia atau senioritas mereka. Mengabaikan undak unduk basa Korea yang ketat. Pembicaraan informal juga mendorong para tamu saling berinteraksi satu sama lain seperti yang sering dilakukan siswa, sehingga membuat mereka merasa cukup nyaman untuk saling menggoda.

Namun pada bulan Desember 2016, variety show yang ditayangkan siaran kabel JTBC ini mendapat tindakan disipliner dari Komite Penyiaran Penyiaran Korea Selatan karena menggunakan ucapan enggak senonoh, biasanya kalau bintang tamunya cewek. Ditambah jam penayangannya yang dimundurkan jadi enggak terlalu malam, Knowing Bros jadi rada lembek. Padahal komentar-komentar cabul dan sinis tadi yang paling saya tunggu.

Ada semacam pemahaman umum bahwa musim pertama dari setiap variety show cenderung lebih bagus. Dalam banyak kasus, seringnya begitu. Saat rating makin menanjak namun kemudian turun, seseorang enggak bisa enggak untuk mulai bertanya, mengapa? Mengapa acara ini tidak berjalan sebagus musim lalu? Apakah orang bosan dengan konsepnya? Apa ada variety show saingan lainnya? Knowing Bros, yang diawal enggak diniatkan jadi acara utamanya JTBC namun sekarang populer, bisa saja bakal begini.

Kategori
Bandung

Taman Balai Kota: Dari Jalan Kebon Raja Hingga Gembok Cinta

sejarah taman balai kota bandung

Dua sejoli muda-mudi terlihat mengendap-endap di sudut taman belakang pohon. Tapi masih terlalu siang untuk berbuat ga senonoh, dan beragam pikiran negatif lenyap setelah melihat aksara Hangul di punggung mereka. Oh ternyata lagi main nametag ripping, game andalan di variety show Running Man dari Korea Selatan itu.

Sebagai praktisi ahli uucingan sekaligus Runners, kalau diperhatikan couple tadi masih tergolong amatir. Karena mungkin memang itu acara independen, bukan digelar sama salah satu fanbase Running Man.

Kategori
Korea Fever

10 Couple Running Man Paling Greget dan Analisis Golongan Darahnya

Running Man by chulee

Kepribadian menurut golongan darah. Memang penggolongan kepribadian ini ga terlalu populer di Barat, tapi lain halnya dengan Jepang dan Korea Selatan. Argumentum ad populum. Penggolongan kepribadian ini sering diungkit dalam dunia hiburan, biasanya dalam acara variety show.

Nah, dalam rangka menyambut episode ke-200 variety show Running Man, dan karena saya udah baca Simple Thinking about Blood Type, maka saya akan coba mensintesis kedua topik ini.

Okey, ini postingan dengan judul super panjang. Langsung aja deh, berikut kesepeluh pasangan itu. Pasangan di sini maksudnya bukan cuma asmara ya.

Kategori
Cacatnya Harianku

Dan Runners Pun Kecewa

Skenario terburuk. Ya, inilah yang bikin saya bimbang apakah harus pergi atau engga. Tapi akhirnya saya membulatkan tekad untuk tetap berangkat.

Dengan kaos polo biru Bobotoh Kaskus dibalut sweater Black Dog-nya Running Man episode 64, celana jeans hitam, dan sepatu olahraga putih yang baru aja dipakai lari pagi, saya pun cabut. Berangkat naik si Honda Revo berwarna pink dari rumah di Bandung coret menuju Bandung Trade Center. Dari Pasteur berganti moda transportasi jadi minibusnya travel Cipaganti.

Broom broom. Woosh~

Tiga jam berlalu. Kaki saya kali ini udah menginjak-injak bandara internasional Soekarno Hatta. Pengalaman pertama. Mungkin kalau udah jadi orang sukses nanti mah ke sini tuh bakal jadi kegiatan rutin kali ya. 😀

Kategori
TV Geek!

The Heirs dan The Walking Dead Season 4

the walking heirs

Selain LPJ Tontonan Film, saya pun merasa harus buat bikin laporan pertanggungjawaban tentang tv series, dorama, k-drama, telenovela, maupun sinetron yang saya tonton.

Ceritanya biar hemat, saya gabungin aja ulasan tentang drama Korea yang ngehits di akhir tahun 2013 kemarin sama tv series adaptasi dari komik soal zombie apocalypse yang baru aja masuk episode terakhir di musim keempatnya di akhir Maret ini. Ya, adalah The Heirs dan The Walking Dead.

Kategori
Movie Enthusiast

Cinta Lintas Spesies di Februari 2014

lpj tontonan film februari 2014

Cinta itu melumpuhkan logika. Hubungan asmara ternyata bisa tercipta antara manusia dengan zombie, ada juga yang sama manusia serigala, dan terakhir ada yang sama alien dari planet Krypton. Ya, emang cuma film sih. Dan hubungan asmara lintas spesies tadi merupakan kisah-kisah dalam film yang saya tonton di bulan Februari. Ini ga ada hubungannya sama valentine ya.

Untuk bulan kedua di tahun 2014 ini total ada 8 film yang saya tonton. 3 Hollywood, 3 Korea, dan 2 sisanya anime Jepang.