Kategori
Fiksi

Cerpen Terjemahan: “Nestapa” Karya Han Yujoo

Dia berusia lima puluh empat tahun dengan pikiran masih sehat dan tubuh yang membusuk. Dia meninggal. Dia tidak cukup muda untuk punya sebab kematian tertentu, atau cukup muda untuk mati karena kesedihan luar biasa mendalam. Hanya ada kesedihan yang samar seputar kematian itu sendiri. Dia meninggal pada usia lima puluh empat tahun, dan dia tidak punya siapa pun yang akan sedih atas kematiannya. Tidak ada orang yang akan mengingatnya. Karena dia sudah meninggal, dia bahkan tidak bisa mengklaimnya. Kematian berarti kehilangan semua hal, orang-orang, diri sendiri, dan kepemilikan apapun atas ruang dan waktu. Saya menemukan bahwa itu sesuatu yang benar-benar tragis. Dia meninggal pada usia lima puluh empat tahun, dan saya tidak merasa sedih. Saya pikir ini benar-benar menyedihkan.

Kategori
Fiksi

Cerpen Terjemahan: “Menanti Sang Gajah” Karya Jo Kyung-Ran [1/2]

Kamera Polaroid yang kumiliki adalah Polaroid Spectra. Memakai film yang 1,5 kali lebih besar dari Polaroid umumnya, dan lebih mahal. Dia membelikan ini untuk hadiah ulang tahunku beberapa tahun yang lalu. Aku masih ingat betapa bahagianya aku ketika membuka kado dan mendapati bahwa ini kamera yang sangat aku idamkan. Dia mengambil foto pertama. Fotoku yang sedang menengok ke bawah, kepalaku sedikit mendongak. Bekas lipstik pada gelas anggurku masih jelas terlihat. Aku merasa harus meminta padanya, bolehkah aku memotretmu? Dia menggeleng. Dengan satu paket film kita dapat mengambil sepuluh foto – yang sekarang tersisa sembilan. Dia tidak ingin dipotret, tapi aku berharap aku punya fotonya untuk kenang-kenangan hari itu. Karena kami tiba-tiba putus tak lama setelah itu. Dan sekarang aku tak bisa mencintainya, aku pun tak bisa membencinya lagi.