England v Poland - FIFA 2014 World Cup Qualifier

Melacak Akar Tribal Sepakbola

Bendera-bendera sudah berkibar, dari Belanda ke Argentina, dari Kamerun ke Jepang. Segera drum-drum bertalu, trompet-trompet ditiup. Warna-warna terbentang, dan nyanyian perang akan terdengar. Inilah saatnya: Piala Dunia.

Mendiang Rinus Michels, juga dikenal sebagai “Sang Jendral,” pelatih tim Belanda yang kalah tipis dengan Jerman pada final 1974, mengatakan: “Sepak bola adalah perang.” Ketika Belanda membalas dendam pada tahun 1988 dan mengalahkan Jerman untuk menjadi jawara dari Eropa, lebih banyak orang menari di jalanan di Belanda daripada pada hari ketika perang sesungguhnya berakhir pada bulan Mei 1945.

Read more

obrolan om bandung sepakbola perempuan

Perempuan dalam Maskulinitas Sepakbola

“Bukan cuma sepakbola, Islam pun sangat patriarkis,” komentar admin Simamaung yang duduk di sebelah. Selain menyimak pemaparan panelis, kami berdua membuat diskusi mungil tersendiri: cara menjadi moderator yang baik, buruh perkerataapian tahun 1930an, sumbangan syair-syair jahiliyah dalam Al-Quran, beberapa yang lain, termasuk soal agama yang begitu maskulin (dia mencontohkan beberapa ayat Al-Quran yang secara bahasa tertuju cuma buat lelaki).

Read more

Sepak Bola, Sobat Karib Kapitalisme

world-cup-fever-takes-over-food-manufacturers

Jika pemerintah Cameron adalah warta buruk bagi mereka yang mencari perubahan radikal, Piala Dunia bahkan lebih buruk. Ini mengingatkan kita tentang apa yang masih memungkinkan perubahan tertahan begitu lama setelah koalisi mati. Jika setiap think tank sayap kanan muncul dengan skema untuk mengalihkan perhatian rakyat dari ketidakadilan politik dan memberi mereka kompensasi atas kehidupan kerja yang keras, solusi dalam setiap kasus akan sama: sepak bola. Tidak ada cara yang lebih baik untuk memecahkan masalah-masalah kapitalisme yang telah dicari-cari, rintangi sosialisme. Dan dalam pergumulan di antara mereka, sepakbola akan jadi cahaya untuk beberapa tahun ke depan.

Read more

kelas literasi sepakbola bandung komunitas aleut

Persib dan Literasi Bal-balan

Saat rehat babak pertama laga tandang Persib yang melawat Persiba, saya menulisi akun @simamaung dengan pertanyaan retoris sok puitis: Kenapa sepi dan rindu diciptakan? Hanya tinggal mengklik tombol tweet, beruntungnya saya bukan makhluk yang kelewat iseng. Sebenarnya, enggak masalah sih sedikit jahil dengan salah satu media daring paling akrab di telinga bobotoh ini, hitung-hitung meredakan ketegangan skor kacamata di malam itu–malam Minggu yang niscaya akan jadi jahanam jika tanpa puisi dan Persib.

Read more

julian barnes leicester

Julian Barnes dan Leicester City

Jika Salman Rushdie pendukung Tottenham Hotspur, maka Julian Barnes, penulis Inggris peraih Man Booker Prize itu, adalah fans Leicester City. Saat Chelsea menahan imbang Spurs, sehingga memantapkan Leicester jadi jawara Liga Inggris musim 2015-16, Rushdie dan saya sudah pasti senewen, sementara Barnes berbinar-binar. Ketika Persib juara, saya sampai berani buka kaus, bertelanjang dada dan lari ke jalan, lalu menari kayak orang gila, entah bagaimana reaksi seorang Barnes, saya enggak tahu.

Read more

sara carbonero

The Frauen und Freundinnen

Perhelatan besar sepakbola Eropa, Euro 2012, udah masuk fase Grand Final aja. Partai final yang merupakan reuni Grup C antara Spanyol kontra Italia ini bakal digelar Senin dini hari besok (02/07/2012). Mumpung masih momennya, ga ada salahnya kan meramaikan perpostingan seputar Euro 2012.

Okey, kembali ke judul postingan. Bener banget kalau sahabat narablog kalau judulnya pake bahasa Jerman. Silahkan gunakan bantuan Google Translate, insya Allah nanti bakal tahu kalau saya akan bahas apaan. :mrgreen:  

Read more