Kategori
Fiksi

Cerpen Terjemahan: “Sekamar Bersama Penyair dan Novelis” Karya Sheila Heti

Si penyair masuk diam-diam ke kamar si novelis, sementara si novelis sudah tertidur, tidur yang nampak menjemukan seperti sebuah bau yang melewati hidungnya. Si penyair berdiri di ambang pintu, memperhatikan, menyandarkan diri di kusen pintu.

Dia menyukai teman sekamarnya. Tapi bukan suka yang begitu. Pukul empat pagi dan mengapa si penyair masih terjaga? Tidur adalah beban bagi orang seperti dia. Namun di sini justru ada seorang pria yang tidur sepanjang malam.

Kategori
Fiksi

Cerpen Terjemahan: “Gadis yang Menanam Bunga-Bunga” Karya Sheila Heti

Ketika ia terbangun di pagi hari di sampingnya ada lelaki yang dia tolak malam sebelumnya karena terlalu jelek dan penjilat, dan di sisi lain, bahkan lebih mengejutkan, ada lelaki yang ia tolak karena intelektual yang terlalu tinggi hati. Dan ada dia sendiri di tengah, dan dia pikir dia sedang ada di rumah tempat ia berpesta malam sebelumnya, tapi ia tidak yakin, dia belum yakin betul.

Kategori
Fiksi

Cerpen Terjemahan: “Hidupku Sebuah Lelucon” Karya Sheila Heti

Ketika aku mati, tak ada seorang pun di sekitar yang melihatnya. Aku mati sendirian. Tak mengapa. Beberapa orang berpikir bahwa ini adalah tragedi besar untuk mati sendirian, dengan tidak ada orang di sekitar yang menyaksikan. Pacarku saat SMA ingin menikah denganku, karena dia berpikir yang terpenting dalam hidup adalah sebuah penyaksian. Menikahi pacar semasa SMA-mu, dan hidup dengannya sepanjang hayat—inilah sebuah penyaksian. Segala yang penting bakal disaksikan seorang wanita. Aku tak suka dengan gagasannya soal fungsi seorang istri—yang hanya untuk bergantung dan mengawasi hidupmu agar bisa terungkap. Tapi sekarang aku mengerti. Bukanlah hal sepele ketika harus punya seseorang yang mencintaimu agar bisa menyaksikan kehidupanmu, dan membicarakan soal hidup ini denganmu setiap malamnya.