Cerpen Terjemahan: “Dusta” Karya Raymond Carver

spooning entep sendok

“Itu bohong,” ucap istriku. “Bagaimana kau bisa percaya yang seperti itu? Wanita itu hanya cemburu.” Dia menegakkan kepalanya dan tetap menatap padaku. Dia masih belum melepas topi dan mantelnya. Wajahnya memerah karena didamprat tuduhan begitu. “Kau percaya padaku, kan? Sudah jelas kau tak percaya yang seperti itu?”

Aku mengangkat bahu. Lalu aku bertanya, “Kenapa dia harus bohong? Apa yang bakal dia dapat dengan berbohong?” Aku merasa tak nyaman. Aku berdiri di sana dengan sandal sembari membuka tutup tanganku, merasa sedikit menggelikan saat membeberkan persoalan tadi. Aku tak bermaksud hendak jadi jaksa penuntut. Aku harap sekarang kabar itu tak pernah sampai di telingaku, bahwa segalanya akan sama seperti sebelumnya. “Dia sudah jadi seorang teman,” ucapku. “Teman kita berdua.”

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Setelan Jas” Karya Kim Young-ha

black suit funeral

Telepon dari temanku F datang di pertengahan Desember, ketika salju tanpa henti terus turun dan Manhattan begitu lumpuh. Dia mengatakan kalau dia harus ke New York secepatnya tetapi tidak bisa mendapatkan kamar hotel karena sedang momen Natal, dan dia bertanya apakah dia bisa tinggal bersama kami selama beberapa hari. Aku dan istriku tinggal di sebuah apartemen satu kamar tidur sehingga yang bisa kami tawarkan hanya kursi empuk di ruang tamu, tapi kami mengatakan bahwa dia bisa datang jika dia tak masalah dengan hal ini.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Burung Nejimaki dan Wanita-wanita Hari Selasa” Karya Haruki Murakami [2/2]

minami hamabe aimer i beg you

Sebelum pukul dua tepat, aku memanjat dari halaman belakangku melewati dinding batako masuk ke gang. Sebenarnya, ini bukan seperti gang yang kau bayangkan seperti gang pada umumnya; itu hanya penamaan dari kami karena tak punya nama lain yang lebih bagus. Sesungguhnya, itu bukan gang. Sebuah gang punya jalan masuk dan keluar, menghubungkan dari satu tempat ke tempat lain.

Tapi gang ini tak punya jalan masuk atau keluar, mengarah ke tembok batako di satu sisi dan pagar kawat di sisi lainnya. Ini bahkan bukan lorong. Setidaknya, sebuah lorong harus memiliki sebuah jalan masuk. Penduduk sekitar menamainya “gang” hanya demi kemudahan.

Gang berkelok-kelok dihimpit halaman belakang rumah warga kira-kira sepanjang enam ratus kaki. Tiga-kaki-sekian lebarnya, tapi karena sampah yang menumpuk dan tanaman liar yang tumbuh di sisinya, hanya tersisa sedikit ruang sehingga kau harus berdesak-desakan melalui jalur ini.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Hidup Mati di Bangsal Ekonomi” Karya Charles Bukowski

ward hospital

Ambulans sudah penuh sesak tapi mereka masih bisa menyisakanku tempat di bagian atas dan kami berangkat juga. Aku telah memuntahkan darah dari mulut dengan banyaknya dan aku sangat khawatir bahwa aku mungkin bakal muntah ke orang di bawahku. Kami terus melaju dengan bunyi sirine. Suaranya terdengar jauh, terdengar seperti bunyinya bukan berasal dari ambulans kami. Kami sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit propinsi, kami semua. Kaum miskin. Kelas ekonomi. Ada yang sangat salah di antara kami semua dan banyak dari kami nampaknya tak akan kembali. Satu yang pasti adalah bahwa kami semua miskin dan tidak punya banyak kesempatan. Kami semua dipaketkan di sini. Aku tak pernah menyangka sebelumnya kalau satu ambulan bisa memuat begitu banyak orang.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Syahrazad” Karya Haruki Murakami [1/2]

vengeance park chan wook

SETIAP kali mereka bersetubuh, dia mendongengi Habara kisah yang aneh dan mencekam sesudahnya. Seperti Ratu Syahrazad dalam “Seribu Satu Malam.” Meskipun, tentu saja, Habara tidak seperti sang raja, dia tidak berniat untuk memenggal kepala sang ratu keesokan harinya. (Yang pasti wanita itu tidak pernah tinggal dengan Habara sampai pagi.) Dia mendongengi Habara karena keinginan Syahrazad sendiri, sebab menurut dugaan Habara, wanita itu menikmati meringkuk di tempat tidur dan ngobrol dengan seorang pria saat mereka berada pada kelesuan, saat-saat intim setelah bercinta. Dan ada kemungkinan juga, karena dia ingin menghibur Habara, yang hanya bisa menghabiskan setiap harinya terkurung dalam ruangan.

Baca Selengkapnya

Cerpen Terjemahan: “Swastika” Karya Charles Bukowski

charlie chaplin hitler great dictator

Presiden Amerika Serikat memasuki mobilnya, dengan dikawal para agennya. Dia duduk di kursi belakang. Pagi yang gelap dan tidak mengesankan. Tak seorang pun bicara. Mereka melaju dan suara ban terdengar menggilas jalanan yang masih basah oleh hujan malam sebelumnya. Tercipta keheningan aneh yang tidak seperti biasanya.

Baca Selengkapnya