Kasmaran

parasite kissing scene

Alih-alih sedikit-sedikit mengecek ponsel, saya bisa kembali masyuk membaca buku, setelah selama sekitar dua bulan otak saya dibanjiri dopamin dan testosteron – hormon-hormon yang punya peran mendatangkan “kebodohan yang diprogram secara biologis” pada otak yang sedang kasmaran. Berbarengan dengan semakin menurunnya mereka, How the World Works-nya Noam Chomsky makin menyadarkan saya, dunia ini sedang enggak baik-baik saja: hancurnya beragam gerakan kerakyatan, letusan kudeta-kudeta yang polanya seragam, kacaunya berbagai negara, genosida ini itu, naiknya para diktaktor, dan busuknya media dalam memberitakan, serta bahwa semua itu berakar pada kebijakan Amerika Serikat dan korporasi multinasional. Dapat mengolah bacotan Chomsky ini membuktikan bahwa fungsi otak saya, setidaknya, sudah kembali normal.

Baca Selengkapnya

Menguliti Ideologi dan Sebagainya dan Sebagainya

Sudah sering saya mendengarkan ceramah yang disampaikan para ustadz tentang bahaya laten neoliberalisme dan kapitalisme, yang sering juga membawa-bawa komunisme. Tentu saja, saya setuju, ada sesuatunya dalam ideologi-ideologi itu. Sayang, yang mereka bahas terbatas masalah spiritual dan moral, serta sangat permukaan. Ideologi bukanlah doktrin politik yang dikodifikasi menjadi “isme-isme,” melainkan fantasi-fantasi dan kepercayaan-kepercayaan yang mendasari … Baca Selengkapnya

Age of Empires II dan Simulasi Mode Produksi

age of empires ii

Pada bulan November 2015, Microsoft merilis Age of Empires II: The Forgotten, sebuah ekspansi baru yang hadir setelah lebih dari satu dekade game asli dirilis — mencetak sebuah rekor dalam industri video gim. Meskipun grafis 2D yang kikuk dan musik hingar bingar yang bikin iritasi, banyak orang masih punya banyak waktu untuk memainkannya. Age of Empires … Baca Selengkapnya

Panduan Cabul Berbuka Bersama

purpose of reunion 2015

Sehari sebelum Ramadan dimulai, saya diajak nonton bareng film semi Korea. Besok mah enggak bisa ginian siang-siang, bujuknya. Usulan cemerlang penuh perhitungan sayang untuk ditolak. Kami menonton lewat hape saya. Kami memilah mana yang bakal ciamik buat ditonton, dan secara acak saya pilih Purpose of Reunion (2015). Premis ceritanya sederhana: berawal dari reunian, berakhir adegan ranjang. Tapi enggak sesederhana itu, karena setelah menontonnya justru banyak permenungan yang didapat dari film erotis tadi.

Baca Selengkapnya