Kategori
Fotografi

Martin Parr Mengingat Karya-karya Awalnya

Martin Parr ingat ketika, sebagai seorang pemuda yang tumbuh di Inggris, ia pertama kali menyadari bahwa sudah menjadi takdirnya untuk menjadi seorang fotografer. Itu bermula ketika kakeknya meminjamkannya kamera, dan berkembang ketika dia menemukan majalah Creative Camera di akhir 1960-an, membenamkan dirinya dalam karya Robert Frank dan Garry Winogrand.

Kategori
Bandung Fotografi

Suatu Subuh di Pasar Andir

Zarathustra tiba di tempat orang ramai berjual beli dan ia pun berkata: Larilah, kawanku, ke dalam kesendirianmu! Kulihat kau jadi tuli oleh suara riuh orang-orang besar dan tersengat oleh orang-orang kecil…

Di mana kesendirian berhenti, pasar pun mulai; dan di mana pasar mulai, mulai pulalah riuh dan rendah para aktor besar dan desau kerumun lalat beracun.

Nietzsche menulis Also Sprach Zarathustra ini di tahun 1883, dan kita tak tahu persis apa pasar baginya. Bukankah pasar adalah tempatnya kebersamaan yang semu, hubungan antar-manipulatif, perjumpaan yang sementara dan hanya permukaan, pertemuan antara sejumlah penjual dengan sejumlah pembeli, yang masing-masing cuma memikirkan kebutuhannya sendiri agar terpenuhi? Bukankah pasar adalah sebuah tempat di mana kesendirian sebenarnya justru hadir?

Kategori
Fotografi

Socrates dan Street Photography

matt stuart

Suatu hari Socrates berjalan-jalan bersama seorang muridnya, Phaedrus, sampai mereka tiba di batas luar kota Athena. Tiba-tiba Socrates menyatakan kekagumannya terhadap keindahan pemandangan alam yang membentang di hadapannya – kelihatan seperti orang yang kurang piknik. Terheran-heran Phaedrus bertanya, “Apakah sepanjang umurmu tinggal di Athena ini belum pernah menyaksikan pemandangan di pinggir kota ini?”

“Benar, sahabatku…, tetapi ketimbang pepohonan yang tumbuh di padang membentang ini, aku lebih tertarik pada orang-orang yang bisa kuajak bercakap-cakap,” ungkap Socrates, “sebab dari merekalah bisa kugali pengetahuan dan kearifan, tidak pepohonan itu.”

Kategori
Fotografi

Early Morning Street Photography

kai wong digitalrev street photography

Katanya, kebanyakan orang sukses adalah mereka yang bangun tidurnya lebih awal. Sangat benar memang, karena ini membuktikan kalau mereka adalah orang-orang yang berani keluar dari zona nyaman – ketika sebagian besar manusia masih tergeletak di ranjangnya. Ya, jika merasa kurang kalau jatah waktu kita sehari cuma 24 jam, maka solusinya cobalah bangun lebih pagi.

Maka, dalam fotografi pun, tanpa perlu pergi dulu ke tempat eksotis, cukup bangun lebih pagi agar bisa dapat jepretan yang ciamik. Seperti yang dilakukan Kai dan tim dari DigitalRev TV, yang rela bangun jam 4 subuh untuk memotret Hongkong.

Kategori
Cacatnya Harianku Fotografi

Jangan Beli DSLR!

monkey-with-dslr

Photographer n Any monkey with DSLR camera

8dict – The dictionary for the new generation

Masih banyak orang yang memimpikan bisa beli benda satu ini, barang prestige dengan bandrol mahal yang dianggap mampu menaikan derajat manusia yang memegangnya. Ada yang rela menabung, dan nggak sedikit pula yang merengek supaya dibelikan. Saya bukan keduanya, karena saya dapat rezeki nomplok sehingga bisa beli DSLR. Dan kemudian timbul rasa sesal kenapa dulu uangnya kudu dibelikan DSLR ini.

Ah dasar fotografi, kenapa sih saya kecanduan sama hobi satu ini? Sialan. Gara-gara punya DSLR, jadi merasa wajib buat jadi seorang fotografer dan punya beban untuk mendalami ini. Tapi anehnya merasa seneng juga bisa punya hobi keren kayak gini. Sebuah hobi mahal. 

Kategori
Fotografi

Ide Foto: Then & Now Juxtaposed

Mandek. Perasaan jenuh dalam melakukan suatu kegiatan, meskipun itu hobi kesenangan kita sekalipun, adalah suatu hal yang wajar. Nah, sama halnya dalam fotografi. Telah coba genre ini-itu, hunting foto ke sana kemari, dan akhirnya timbul rasa bosan juga. Hey, seorang Daido Moriyama saja selama lebih dari 50 tahun tak pernah bosan menjepret di kampung halamannya Tokyo.

Dalam bidang apapun, kebosanan adalah suatu yang niscaya, namun salah satu faktor dari ini adalah kehabisan ide baru. Untuk fotografi, saya selalu merujuk DigitalRev TV buat mendapatkan sebuah inspirasi.