Kategori
Fiksi

Cerpen Terjemahan: “Buka Ritsleting” Karya Etgar Keret

Ini dimulai dengan ciuman. Hampir selalu dimulai dengan ciuman. Ella dan Tsiki berada di tempat tidur, telanjang, dengan hanya lidah mereka yang saling beradu—kemudian Ella merasakan sesuatu yang menusuknya. “Apakah aku menyakitimu?” Tanya Tsiki, dan ketika Ella menggeleng, ia segera menambahkan, “Kau berdarah.” Dan memang berdarah, dari mulut. “Maafkan aku,” kata Tsiki, dan ia mulai panik mencari-cari di dapur, menarik cetakan es batu dari freezer dan memukul-mukulnya ke meja. “Ini, ambil ini,” kata Tsiki, sambil menyerahkan beberapa es pada Ella dengan tangan menggigil, “letakkan di bibirmu. Ini akan menghentikan pendarahan.” Tsiki selalu cekatan dalam hal-hal begini. Saat di tentara dia seorang paramedis. Dia seorang pemandu wisata terlatih juga. “Maafkan aku,” ia melanjutkan, berubah pucat, “aku pasti menggigitmu. Kau ngerti lah, pas lagi panas-panasnya.””Ga——pa” Ella tersenyum pada Tsiki, es batu menempel di bibir bawahnya. “ja——an kha——tir.” Yang merupakan kebohongan, tentu saja. Karena ses——tu telah te——di. Hal ini tidak lazim bahwa seseorang yang telah lama tinggal bersamamu membuatmu berdarah, dan kemudian membohongimu dan mengatakan ia menggigitmu, ketika kamu dengan jelasnya merasakan sesuatu menusukmu.

Kategori
Fiksi

Cerpen Terjemahan: “Tiba-tiba, Ada yang Mengetuk Pintu” Karya Etgar Keret

“Beri aku sebuah cerita,” perintah seorang lelaki berjanggut yang duduk di sofa ruang tamuku. Situasinya, bisa kubilang, campur aduk tapi tak menyenangkan. Aku adalah seorang yang menulis kisah-kisah, bukan seseorang yang mendongengkannya. Dan bahkan hal itu bukan sesuatu yang kulakukan karena desakan. Terakhir kali ada yang memintaku untuk menceritakan sebuah cerita, adalah anakku. Itu setahun yang lalu. Aku menceritakannya sesuatu tentang peri dan musang—aku bahkan tidak ingat tentang apa—dan dalam waktu dua menit ia tertidur pulas. Tapi situasinya sangat jauh berbeda. Karena anakku tidak punya janggut, juga pistol. Karena anakku meminta cerita dengan baik-baik, sementara orang ini seperti sedang mencoba untuk merampokku.