Kategori
Cacatnya Harianku Celotehanku

Dua Ribu Lima Belas

Berada di penghujung tahun, bagi saya, seperti saat mencapai halaman terakhir novel Haruki Murakami. Kau bingung, mencoba mengingat awal perjalananmu, apa saja yang terjadi, dan kenapa berakhir seperti ini. Yah kau berakhir hampa, sendiri dan penuh pertanyaan. Kau baru sadar bulan telah Desember, tidak percaya kalau itu adalah halaman terakhir yang kau baca. Entahlah, mungkin ini cuma saya rasakan sendiri, atau mungkin kebanyakan dari kita.

Kategori
Buku Celotehanku

Pencarian Sumire, Perempuan yang Sedang Galau di Usia 22

Usia dua puluh dua, bagi Orhan Pamuk, bisa disebut sebagai fase revolusionernya. Sebelum usia tersebut Pamuk berada dalam ambiguitas pilihan kreativitas ihwal dunia seni, mau jadi pelukis atau penyair? Kemudian, dimulai di usia 22 ini, Pamuk memilih untuk mengisolasi dirinya dalam kesunyian kamar dan buku-buku koleksi ayahnya dengan tekad menjadi penulis. Pamuk ‘memenjarakan diri’ dalam timbunan buku selama 8 tahun sebelum bisa menerbitkan novel perdananya! Dan kita tahu, Orhan Pamuk adalah seorang peraih Nobel.