Kategori
Argumentum in Absurdum

Hokage, Übermensch dan Aristokrasi

hokage naruto boruto

A historical claim: “The beginnings of everything great on earth are soaked in blood thoroughly and for a long time.” – Nietzsche, Genealogy of Morals

Seperti Desa Konoha, yang meski fiktif, sebuah desa besar yang seringnya dalam lindungan damai, desa yang tumbuh sehabis rekonsiliasi antara klan Senju dan Uchiha – yang terlibat sengketa selama berpuluh-puluh tahun. Berkat inisiasi Hashirama Senju dan Madara Uchiha maka terbentuklah sebuah masyarakat madani dalam sebuah kesatuan desa. Desa Konoha, desa tersembunyi oleh daun pohon, mula-mula hanyalah sebuah ide utopis yang muncul dari kedua pemimpan klan tadi selama masa perang berkecamuk.

Setelah Konoha lahir, Hashirama kemudian mencipta konsep “Hokage”, istilah untuk pemimpin desa, dan menunjuk Madara sebagai orang yang pantas memegang tampuk jabatan ini. Namun, konsensus publik memilih Hashirama yang harus jadi orang no. 1 di Desa Konoha ini. Sebuah proses demokratis.

Kategori
Movie Enthusiast

Cinta Lintas Spesies di Februari 2014

lpj tontonan film februari 2014

Cinta itu melumpuhkan logika. Hubungan asmara ternyata bisa tercipta antara manusia dengan zombie, ada juga yang sama manusia serigala, dan terakhir ada yang sama alien dari planet Krypton. Ya, emang cuma film sih. Dan hubungan asmara lintas spesies tadi merupakan kisah-kisah dalam film yang saya tonton di bulan Februari. Ini ga ada hubungannya sama valentine ya.

Untuk bulan kedua di tahun 2014 ini total ada 8 film yang saya tonton. 3 Hollywood, 3 Korea, dan 2 sisanya anime Jepang.

Kategori
Argumentum in Absurdum

Jadi Superman

Sumber gambar: fansided

TOK TOK!

“Eh Kang Superman ya?”

“Yeah, I am Clark Kent. I am the man of steel. Congratulation, I’ll lend you Kryptonian ability for a day. Have a nice day. Bye!”

Oh. Diriku jadi bertenaga. Berkarisma. Alhamdulillah dikasih amanah kekuatan Superman buat satu hari ini secara cuma-cuma.

Asyik punya kekuatan Superman. Bisa terbang. Ke Jatinangor ga sampai sejam udah nyampe. Ga perlu mencicipi kemacetan lalu lintas. Tinggal blas terbang. Terbang dengan kecepatan hipertinggi. Ga perlu takut kena tilang.

Ah. Masa cuma ke Jatinangor. Think global dong.

Eh iya yah, cita-cita pergi ke London bisa terealisasi nih. Langsung capcus ah kalau gitu mah. Tapi belum bikin paspor euy. Tapi kalem aja ah, ga apa-apa kali ya.

Blas terbang.

Eh lupa. Untung cuma baru nyampe Batam. Duh HP sama kamera ketinggalan. Ga bisa update Foursquare sama Path kan. Ga bisa foto dengan latar Big Ben entar. Sayang kan udah jauh-jauh ke London, masa ga ada yg tahu. Suatu kebahagiaan kan harus disebarluaskan.

Blas terbang. Lagi.

Wow. Patung Singa Laut. Menara Kembar Petronas. Angkor Wat. Tembok Besar. Gunung Fuji. Gurun Gobi. Gerah sumpah.

Subhanallah. Masjidil Haram. Kabah. Shalat dulu ah. Tahiyatul Masjid lah. Shalat di sini kan faedahnya seratus ribu kali shalat di tempat lain. Sambil numpang minum air zam-zam. Haus.

Sambil berdoa juga. Supaya dilancarkan perjalanannya. Supaya diberi keselamatan. Biar ga nyasar ke Kutub Utara. Ga bawa jaket tadi. Mati kedinginan nanti.

“Ya Allah, tunjukanlah hamba-Mu ini jalan menuju London. Soalnya saya ga tau harus ngambil arah ke mana.”