Kategori
Fiksi

Vegetarian, Han Kang

vegetarian han kang

Sebelum istriku menjadi vegetarian, aku selalu menganggapnya sangat biasa dalam segala hal. Jujur, pertama kali aku bertemu dengannya aku bahkan tidak tertarik padanya. Tinggi menengah; potongan rambutnya tidak panjang tidak juga pendek; kulitnya seperti orang yang punya penyakit kuning; tulang pipi agak menonjol; sikap malu-malunya, juga betapa pucatnya dia sudah cukup mengatakan semua yang perlu kutahu. Saat ia datang ke meja tempatku menunggu, aku tidak bisa apa-apa selain melihat sepatunya—sepatu hitam sederhana yang sangat biasa. Serta cara berjalannya—tidak cepat juga tidak lambat, tidak dengan langkah panjang juga tidak pendek yang tergesa.

Namun, meski tidak ada keistimewaan menarik apapun, juga karena tidak ada kekurangan tertentu yang berarti, oleh sebab ini tidak ada alasan untuk kami berdua untuk tidak menikah. Kepribadian pasif wanita yang bisa kudeteksi ini bukan karena kekurangajaran bukan juga untuk menampilkan pesona tertentu, atau apapun yang menawan, begitu cocok denganku.