Kategori
Catutan Pinggir

Leonard Cohen Membuatnya Lebih Gelap

Ketika Leonard Cohen berumur dua puluh lima tahun, dia tinggal di London, duduk di kamar-kamar yang dingin sambil menulis puisi-puisi muram. Dia mendapat hibah tiga ribu dolar dari Dewan Kesenian Kanada. Ini tahun 1960, jauh sebelum ia bermain dalam festival di Isle of Wight di depan enam ratus ribu orang. Pada masa itu, dia adalah seorang Yahudi Jamesian, seorang pengungsi dari skena sastra Montreal. Cohen, yang keluarganya terkemuka dan berbudaya, memiliki pandangan ironis tentang dirinya. Dia seorang bohemian dengan kebutuhan yang dibeli pertamanya di London adalah mesin tik Olivetti dan jas hujan biru di Burberry. Bahkan sebelum dia punya banyak penonton, dia memiliki ide yang berbeda soal audiens yang dia inginkan. Dalam sepucuk surat kepada penerbitnya, dia mengatakan bahwa dia ingin meraih “para remaja yang berorientasi batiniah, para kekasih dalam segala tingkat penderitaan, para Platonis yang kecewa, para pengintip pornografi, para biarawan berambut panjang dan para pendukung Paus.”

Kategori
Catutan Pinggir

Palestina, Setelah Deklarasi Balfour

Pada tanggal 2 November 1917, Arthur James Balfour mengeluarkan sebuah pernyataan atas nama kabinet Inggris yang menyerukan sebuah “rumah nasional bagi bangsa Yahudi” di Palestina. Pernyataan tersebut akan membantu membentuk satu abad konflik di wilayah tersebut, menandakan dukungan Kerajaan Inggris untuk proyek Zionis.

Kategori
Fiksi

Cerpen Terjemahan: “Hidupku Sebuah Lelucon” Karya Sheila Heti

Ketika aku mati, tak ada seorang pun di sekitar yang melihatnya. Aku mati sendirian. Tak mengapa. Beberapa orang berpikir bahwa ini adalah tragedi besar untuk mati sendirian, dengan tidak ada orang di sekitar yang menyaksikan. Pacarku saat SMA ingin menikah denganku, karena dia berpikir yang terpenting dalam hidup adalah sebuah penyaksian. Menikahi pacar semasa SMA-mu, dan hidup dengannya sepanjang hayat—inilah sebuah penyaksian. Segala yang penting bakal disaksikan seorang wanita. Aku tak suka dengan gagasannya soal fungsi seorang istri—yang hanya untuk bergantung dan mengawasi hidupmu agar bisa terungkap. Tapi sekarang aku mengerti. Bukanlah hal sepele ketika harus punya seseorang yang mencintaimu agar bisa menyaksikan kehidupanmu, dan membicarakan soal hidup ini denganmu setiap malamnya.