Kategori
Movie Enthusiast

10 Film Pendek Indonesia yang Tersedia di YouTube

film pendek indonesia

Film pendek pasti menarik perhatian penonton, utamanya karena waktunya lebih singkat sehingga kita tak perlu menunggu sekitar satu jam atau lebih untuk menyelesaikannya, cocok bagi penonton film yang tak sabar. Plot dan tema yang diangkat begitu beragam dan menarik, bahkan eksperimental, karena sifatnya yang tak terlalu diatur industri film pasaran.

Ada banyak film pendek buatan sineas Indonesia yang bagus dan menggoreskan kesan mendalam. Namun, tak banyak yang diunggah secara resmi ke YouTube. Ini merupakan kompilasi beberapa film pendek yang bisa kita tonton secara legal.

1. Tilik

Perjalanan menjenguk Bu Lurah berlangsung ricuh saat Bu Tejo dan Yu Ning mulai berdebat soal Dian. Film pendek yang bikin terbahak sekaligus jengkel.

2. Indie Bung

Ngobrol ngalor-ngidul di angkringan itu memang seru. Dalam film pendek ini, kita mengikuti obrolan dua pemuda mengenai pembuatan sebuah film. Ringan, lucu, dan kreatif. Visualisasi imajinasi dua pemuda ini ampuh memantik gelak tawa.

3. Lemantun

Seorang ibu mewariskan lemari tua di rumah untuk anak-anaknya. Film sederhana besutan Wregas Bhanuteja yang berbicara soal keluarga serta kasih sayang orang tua ini akan membuatmu tertawa, tersenyum, dan menyeka air mata.

4. Natalan

Pada malam Natal, seorang ibu bersiap menyambut kedatangan putranya yang sudah lama tidak pulang kampung. Hati hancur berkeping-keping di adegan akhir. Rasanya ingin memeluk ibu.

5. Antar Kota Dalam Provinsi

Seorang kernet bus dihampiri kekasihnya yang memintanya untuk segera melamarnya. Bagai lagu dangdut pantura yang nelangsa, film pendek ini hadirkan drama seru dari kehidupan kru bus dengan latar bus AKDP jurusan Jember.

6. So-Yam!

Animasi buatan Indonesia ini kece juga. Ceritanya pun ringan-ringan menghibur. Persaingan dua pedagang kaki lima yang tak akur menjadi semakin sengit saat kedatangan seorang pelanggan. Siapa yang akan menang, bakso atau mie ayam?

7. Sandekala

Ingat apa yang dibilang oleh orang tua dulu, jangan keluar saat Maghrib. Masih menjadi salah satu film horor pendek yang aku sukai. Tentang seorang ibu dan putrinya yang mengalami kejadian menyeramkan saat mereka berjalan di lorong gang.

8. Kisah di Hari Minggu

Pada pagi hari, seorang ibu sudah diribetkan dengan segala urusan rumah tangga. Tapi sang suami malah tidur nyenyak dan anaknya pergi main. Sebuah tontonan sederhana yang menampilkan realita kehidupan domestik di Indonesia.

9. Mars: Jangan Pipis Sembarangan

Saat sedang darmawisata ke Planet Mars, seorang bocah pipis secara sembarangan yang membuatnya diculik alien. Film pendek ini nyeleneh dan konyol. Tapi lucu dan menghibur. Idenya sungguh liar.

10. Sepiring Nasi Basi di Pagi Hari

Sarapan di pagi hari tak melulu soal menyantap makanan. Ada aktivitas lain yang bisa dikategorikan sebagai sarapan. Melalui kehadiran dua karakter, film ini mencoba mendeskripsikan kata sarapan secara filosofis.

Kategori
Korea Fever

7 Single Sistar Untuk Keberlangsungan Musim Panas

Enggak akan ada musim panas lagi. Pembubaran Sistar adalah salah satu kesalahan besar umat manusia yang berdampak pada perubahan iklim.

Sejak debutnya pada 2010 silam, grup cewek beranggotakan Hyorin, Soyou, Bora sama Dasom ini selalu istiqomah memeriahkan musim panas. Mereka jadi ikon ‘summer queen’. Bahkan udah kayak tonggeret yang menandai datangnya musim panas.

Namun Sistar harus layu juga, ikut-ikutan grup K-pop generasi dua yang sudah bubar jalan sebelumnya. Berbeda dengan grup lainnya, Sistar enggak pernah punya skandal atau masalah internal sehingga dikenal begitu dekat satu sama lain bahkan di luar bisnis hiburan. Ini mungkin menjelaskan mengapa mereka masih utuh sampai pembubarannya.

Ada dua mazhab biner dalam grup cewek K-Pop: unyu-unyu dan seksi. Sistar memilih yang kedua. Berkat inilah mereka sering disebut menjual keseksian, bahkan makian binal.

“Salahkan masyarakat, bukan gadis-gadis ini, karena mereka diseksualisasi,” tulis seseorang dalam kolom komentar Youtube di salah satu video klip Sistar. “Itu karena seks menjual dan masih banyak yang membelinya. Jika enggak ada yang membeli, maka enggak akan terjadi. Jadi jangan salahkan Sistar karena menjadi artis penampil. Jika kamu menginginkan gadis yang lebih berkelas, ada teater dan opera, dan kamu tinggal mendukung seni tersebut.”

Kalau soal seksi-seksian, memang iya. Tapi Sistar sebenarnya lebih dari itu. Untuk kualitas vokalnya oke. Dibanding vokalis utama grup-grup bau kencur malah tiap member lebih bisa nyanyi. Sehingga sering jadi penyanyi buat soundtrack drama Korea.

sistar-1

Sistar dan grup K-Pop lainnya memang hanya produk buatan industri. Kasarnya mereka adalah, mencatut judul artikel kolumnis The New Yorker John Seabrook, gadis-gadis pabrikan. K-Pop, layaknya Pop Mie atau Indomie, diproduksi oleh pabrik besar, disebarluaskan secara masif, diromantisasi dengan promosi, untuk kemudian dimakan dan menjadi berak. Sebagai produk, Sistar sudah berhasil. Kegoblogan hanya milik Starship Entertainment.

Sistar telah menyihir kehampaan jadi musim panas. Nah, berikut 7 single Sistar favorit saya. Saya urutkan menurut kesukaan saya.

#7 Loving U

#6 Touch My Body

#5 Give It to Me

#4 Lonely

#3 I Like That

#2 I Swear

#1 Alone

Kategori
Celotehanku

MV Reaction atau Bagaimana Cara Merayakan Sesuatu yang Enggak Penting-Penting Amat

Baca dua ratus buku setahun sebenarnya bukan sesuatu yang wah. Secara matematis, seperti dalam pos How to read 200 books a year, ini perkara yang sangat mungkin. Bahwa dalam waktu yang kita habiskan di media sosial setiap tahunnya, kita sudah bisa baca sampai 200 buku. Tapi di zaman polusi notifikasi hari ini, tentu sulit. Kenapa pula kudu memusingkan diri baca 200 buku ketika kita bisa baca 50.000 komentar sampah juga beragam info hoax yang berseliweran di internet, terus gulir setiap media sosial sampai jauh, nonton video YouTube apapun, dan hal-hal penghabis waktu lainnya selama internet masih nyala?

Khusus untuk YouTube, saya pikir, dan bagi saya pribadi, ini situs paling keparat yang bikin waktu cepat lenyap dengan percuma. Awalnya nonton kuliah filsafat dari Slavoj Zizek atau dari The School of Life, lalu nonton dokumenter BBC tentang John Steinbeck yang menyuarakan Amerika atau liputan Aljazeera tentang kebiasaan orang Korea yang doyan mabok atau reportase VICE soal Yakuza, organisasi kriminal, dan ultra-nasionalis sayap kanan di Jepang, setelah bosen, lalu lihat trailer dari film-film baru, lanjut nonton konser Radiohead di Paris yang bawa lagu True Love Wait atau penampilan Efek Rumah Kaca di Tonight Show NET atau Ice Cream Cake-nya Red Velvet pas di Los Angeles, kemudian video ini, terus video itu, dan ketika melihat jam langsung mengumpat. Youtube dan video-video yang enggak selesai-selesai.

pewdiepie-simulator-cheats-hack-appcheatersxyz-how-visit-rooms-feature-locked-get

Andy Warhol sudah bersabda. Meramalkan bahwa di masa depan semua orang akan menjadi terkenal selama 15 menit. Itu hari ini. Semua orang bisa terkenal, untuk kemudian dilupakan. Ada yang benar-benar menampilkan bakat atau keahliannya, dan yang lain hanya dengan berani memamerkan kebodohannya atau pura-pura membodohkan dirinya, untuk berusaha keras melucu, meski enggak lucu-lucu amat, dan siapa pun itu, asal bisa direkam, tentu punya kans untuk dikenal. Semua bisa jadi seleb lewat Youtube.

Dari liputan Aljazeera tentang Korea Selatan ada juga soal fenomena Mukbang, yakni merekam dirinya ketika sedang menikmati makanan, dan ini jadi tontonan yang bisa sampai jutaan kali dilihat, dan bahkan menjadikan si pelaku tadi jadi semacam seleb, dan tentunya bikin pemasukan juga dari ginian.

Sudah lama saya pengen bikin video ginian, apalagi setelah baca Earn Money by Making MV Reactions in Youtube. Siapa yang enggak mau dapat duit hanya lewat merekam muka sendiri? Haha, oportunis sekali ya. Dalam artikel tadi, disebutkan kalau ada sebuah niche di Youtube, dan ini ada dalam skena K-pop. Sebagai fanboy, tentu ini bukan barang baru bagi saya. Sejak pertama tahu yang namanya MV Reaction, sudah ada keinginan buat bikin juga, tapi entah kenapa baru kemarin bisa terlaksana. Ada dua video reaction yang dibikin, satu India, satunya lagi Korea. Dalam dua hari, yang video reaksi lagu India masih belum melewati 50 view, sementara untuk reaksi Knock Knock-nya Twice udah di atas 800 aja. Seperti yang dibahas dalam artikel tadi.

MV Reaction, sederhananya adalah video di mana seseorang atau lebih menonton sebuah MV atau music video atau video klip dari lagu yang baru dirilis untuk pertama kalinya dan pada saat yang sama memberikan reaksi, baik komentar atau ekspresi. Sering pula, ada komentar yang minta agar si pereaksi tadi mereaksi video klip ini atau itu yang belum pernah ditontonnya, meski sudah lama. Antara si pereaksi dan video musiknya ada dalam satu layar. Video bisa dibuat lewat berbagai program komputer seperti aplikasi ReactorTV, yang makin berkembang popularitasnya sejak KCON 2013, hajatan tahunan Kpop di luar negerinya. Untuk bahasa pengantarnya, masih didominasi oleh Bahasa Inggris, meski sudah banyak juga yang berbahasa Latin, Prancis, Rusia, Arab, sampai Indonesia. Kita bisa nonton bagaimana lebaynya seorang Amerika berakun JREKML dengan jersey Manchester United merekasi Not Today-nya BTS atau empat cowok Filipina di Mississauga, Kanada dengan akun Fresh Baon mereaksi Playing With Fire-nya Blackpink atau gadis-gadis cantik asal Turki yang berakun K-Reactors mereaksi Monster-nya EXO dengan bahasa Turki yang njelimet tapi imut itu atau banyak lainnya. Kenapa pula video macam begini bisa banyak ditonton? Dan kenapa saya pun suka video beginiaan? Entahlah. Mungkin seperti soal fenomena Mukbang tadi. Untuk bacaan lebih lanjut bisa baca Establishing a New Dialogue: The MV Reaction Edition.

Ya, sudah lama pengen bikin MV Reaction, utamanya sama groupie yang suka cultural studies, estetika seni posmodern, dan sudah baca Twilight of the Idols-nya Friedrich Nietzsche. Tapi pas bikin ternyata grogi juga, ya. Bingung mau ngomong apa. Ternyata enggak semudah mainin Pewdiepie’s Tuber Simulator, tapi lebih mudah ketimbang harus baca 200 buku setahun.

 

Kategori
Celotehanku

5 Youtuber Favorit

5 youtuber favorit arip

Satu situs yg saya rasa paling berperan dalam pemborosan waktu, khususnya bikin ngaret ngerjain tugas adalah si laman tempat berbagi video paling kesohor sejagat yg sekarang punya Google. Ya, siapa lagi kalau bukan Youtube.

Youtube, bagi saya, menjadi biang kerok yg mendistraksi tujuan awal buka laptop. Yg niatnya tugas kudu selesai cuma sejam, eh malah jadi berjam-jam. Dan Youtube ini emang faktor predisposisi yg biasanya bikin saya jadi begadang. Oh, Ya Allah selamatkanlah hamba-Mu ini dari strategi picik si Youtube ini.

Youtube memberi alternatif bagi yg mau nampang di layar kaca. Layar kaca komputer pasti. Dan, biar ga berkepanjangan, karena kehabisan kata-kata juga, berikut 5 youtuber favorit saya

Kategori
TV Geek!

Malam Minggu Miko

Malam Minggu Miko

Malam minggu pertama di tahun 2013 nih. Apa kabarnya temen-temen jomblo semua, masih pada setia jadi forever alone nih?

Dari pada galau, saya mau bahas tentang salah satu program humor di KompasTV yang berhubungan sama malmingan. Sebuah mockumentary, parodi yang dibawakan dengan gaya dokumentari, yang digagas oleh si kreatif Raditya Dika. Nah, kalau US punya Modern Family, UK punya The Office, kita sekarang punya Malam Minggu Miko.

Sebenernya program mingguan ini udah tayang sejak November lalu, namun saya baru tau belakangan ini. Maklum sibuk ditambah ketiadaan televisi di kosan. :mrgreen: 

Kategori
Hiburan & Musik

Lip-Sync ala Muse

Sekarang banyak acara-acara live di tv yang menyuguhkan band-band atau penyanyi. tapi ko vokalisnya cuma mangap-mangap ga jelas, malah ngikutin suara rekaman doang. Yah ini lip sync pasti!

Lip-sync or Lip-synch (short for lip synchronization) is a technical term for matching lip movements with voice. (wikipedia)

Mungkin karena geram dengan yang namanya lip-sync, Muse menyinggung kebiasan lip-sync ini melalui sebuah video

nih videonya
[youtube http://www.youtube.com/watch?v=hYKnGMdSQdM&hl=en_US&fs=1&color1=0x234900&color2=0x4e9e00]