Kategori
Bandung Fotografi

Suatu Subuh di Pasar Andir

Zarathustra tiba di tempat orang ramai berjual beli dan ia pun berkata: Larilah, kawanku, ke dalam kesendirianmu! Kulihat kau jadi tuli oleh suara riuh orang-orang besar dan tersengat oleh orang-orang kecil…

Di mana kesendirian berhenti, pasar pun mulai; dan di mana pasar mulai, mulai pulalah riuh dan rendah para aktor besar dan desau kerumun lalat beracun.

Nietzsche menulis Also Sprach Zarathustra ini di tahun 1883, dan kita tak tahu persis apa pasar baginya. Bukankah pasar adalah tempatnya kebersamaan yang semu, hubungan antar-manipulatif, perjumpaan yang sementara dan hanya permukaan, pertemuan antara sejumlah penjual dengan sejumlah pembeli, yang masing-masing cuma memikirkan kebutuhannya sendiri agar terpenuhi? Bukankah pasar adalah sebuah tempat di mana kesendirian sebenarnya justru hadir?

Kategori
Cacatnya Harianku

It’s Fabulous Day!

Woman was God’s second mistake. – Friedrich Nietzsche

Sebuah keniscayaan, semua di dunia ini diciptakan berpasangan. Untuk menghilangkan rasa kesepian pada diri Adam, maka Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuknya. Tapi benarkah wanita itu suatu penciptaan yang nggak keliru? Bukankah pria malah dapat lebih banyak derita dan bencana berkat adanya makhluk bernama wanita ini? Bukankah setelah ada Hawa, malahan Adam kemudian harus ditendang dari kehidupan surgawinya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, untuk lebih kenal dengan kaum Hawa ini, maka saya memutuskan nyemplung ke kampus yang didominasi kaum ibu-ibu.