Kategori
Uncategorized

Alice di Sword Art Online

alice sword art online
Ilustrasi: riooo

Dongeng yang Lewis Carroll bikin secara spontan di musim panas 1862 ketika dia mendayung di sepanjang Sungai Thames dengan tiga anak perempuan, sekarang telah jadi mahakarya klasik. Ditranskripsi kemudian sebagai Alice’s Adeventure in Wonderland, warisan kisah Carroll ini akan bertahan selama beberapa dekade mendatang, dan memberikan inspirasi untuk film, buku, lagu, dan karya seni yang tak terhitung jumlahnya.

Tak mengejutkan bagi siapa pun kalau petualangan Alice ini memiliki pengaruh besar pada media pop modern. Genre isekai dalam light novel, manga, anime dan video game, yang berarti dunia parallel, begitu cocok dengan konsep semesta fantasi Caroll. Karenanya, tak mengherankan kalau konsep dunia dongeng Carroll memengaruhi arc final dalam seri Sword Art Online: Alicization.

Baca juga: Light Novel: Sastra, Anime dan Bisnis Media

Alice, Project Alicization dan Sword Art Online

Sword Art Online: Alicization dengan bangga mengakui kalau pengaruh utamanya memang dari dongeng karya Caroll tersebut.

‘Alicization’ dibentuk dari akronim A. L. I. C. E. (Artificial Labile Intelligent Cybernated Existence). Ini adalah proyek untuk menciptakan kecerdasan buatan yang sangat adaptif. Karena merasa teknologi pengobatan dan pertahanan mereka jauh tertinggal dari Barat, pemerintah Jepang bermaksud menggunakan Artificial Intelligence untuk keperluan medis dan militer.

alice sword art online

Agar kecerdasan buatan menggantikan manusia, Proyek Alicization direncanakan. Para ilmuwan memutuskan bahwa untuk menciptakan kecerdasan buatan seefisien manusia dan bukan hanya AI, dan karenanya mereka membutuhkan lingkungan tertentu. Maka dibuatlah peradaban buatan dalam dunia virtual. Kirito sebagai protagonis SAO jadi salah satu pengujicoba di proyek ini.

Salah satu karakter utama di arc ini adalah Alice. Dalam Alicization, saat kecil, Alice memiliki mata biru yang berkilau, dan rambut panjang keemasan yang dikepang menjuntai. Kemudian setelah dewasa, sebagai Integrity Knight, Alice mengenakan pakaian putih-biru dan baju zirah berwarna emas. Dengan tampilan elemen warna kuning-biru-putih, begitu menyerupai Alice versi Caroll.

alice kirito sword art online

Kenapa Underworld bukan Wonderland?

Sekarang mari kita menyoal penamaan dunia virtual yang dieksplorasi kali ini di SAO, yang disebut “Underworld.”

Asuna pernah berkomentar kalau nama ini kemungkinan berasal dari judul asli Alice ketika manuskripnya pertama kali diserahkan: Alice’s Adventures Under Ground.

Underwold fluctlight sword art online

Lantas, dari mana kata “World” ini berasal? Mengapa tak menyebutnya “Underground” saja? Mengapa tak “Wonderland” sejak awal? Padahal penamaan ini tampaknya tak bakal melanggar hak cipta dan Alicization tak ada maksud menyembunyikan inspirasinya.

Nah, ternyata beberapa penulis lain telah memutuskan untuk menjadi sedikit kreatif dengan nama dunia yang dituju Alice di Alice in Wonderland. Ketika judul diterjemahkan ke bahasa yang berbeda, akan ada banyak “Wonderland” yang bisa dipakai. Dalam bahasa Indonesia, kita lebih mengenalnya lewat judul Alice di Negeri Dongeng.

Dalam bahasa Jepang judul karya Caroll ini menjadi Fushigi no Kuni no Alice, menyingkirkan “Wonderland” sepenuhnya dan menyebut dunia itu sebagai “tanah aneh”. Jadi tak mengherankan kalau Reki Kawahara, penulis Sword Art Online, bukan yang pertama berpikir untuk menggunakan judul naskah asli untuk mengubah nama latar.

Dari kisah-kisah lama hingga adaptasi terbaru seperti film Tim Burton, Alice in Wonderland (2010), media lain pernah menggunakan “Underland” sebagai nama latar hingga 1920. Volume kesembilan dari light novel Sword Art Online memulai arc Alicization yang diterbitkan sebelum penggunaan paling populer, lewat film Hollywood tadi, dari nama tersebut.

Tampaknya Kawahara menemukan kegunaan lain dari nama tersebut dan menjadikannya sebagai inspirasi, seperti kata Asuna. Penamaan “Underworld”, menurut saya, menggambarkan sebuah Negeri Dongeng yang justru lebih banyak sisi gelapnya, seperti yang ditampilkan SAO.

Apa dan Siapa Rath dalam Sword Art Online: Alicization?

 
Setelah latar, kita memiliki perusahaan yang bertanggung jawab dalam skenario dunia digital kali ini, Rath. Dinamai berdasarkan Mome Rath dari Through the Looking-Glass. Yang satu ini agak menarik karena sepanjang keseluruhan cerita asli, Mome Rath hanya muncul dalam sebuah puisi dan ketika Alice bertanya tentang makhluk apa itu.

Dengan demikian, penampakan Mome Rath hanya dapat disimpulkan dari satu ilustrasi oleh John Tenniel dan deskripsi oleh Humpty Dumpty sebagai babi hijau, yang membuat klaim Asuna bahwa “ada yang mengatakan itu babi sementara yang lain mengatakan itu adalah kura-kura” cukup beralasan.

sword art online alicization project

Rath dalam Alicization adalah kelompok ilmuwan yang mengerjakan proyek kecerdasan buatan tadi dan membangun markas militer mereka di tengah lautan menyerupai kura-kura, untuk menyatakan betapa mereka sangat menyukai karya klasik bacaan anak-anak itu.

Dari makhluk yang tampak seperti babi seperti yang semula digambarkan oleh Through the Looking-Glass hingga Disney yang menggambarkan mereka sebagai makhluk kecil saat Alice terjebak di hutan, apa sebenarnya Mome Rath itu tak memiliki konsensus nyata.

Kura-kura sendiri tidak pernah muncul satu kali pun dalam Through the Looking-Glass. Namun, meski kura-kura mungkin tidak ada dalam Through the Looking-Glass, definisi Mome Rath cukup fleksibel.

Mome Rath sepertinya merupakan referensi aneh dalam kisah yang terinspirasi dari Through the Looking-Glass. Ia cuma karakter minor. Padahal Kirito bisa saja bertarung melawan monster jahat bernama Jabberwock atau menemukan pedang legendaris bernama Vorpal Blade, misalnya.

Sword Art Online: Alicization Sebuah Arc Pamungkas

Tidak diragukan lagi karya Lewis Caroll memiliki andil dalam segala hal mulai dari buku, drama, musik, film hingga perkembangan cara penulis menulis cerita fantasi. Menarik untuk melihat Sword Art Online mereferensikan dirinya dengan bangga.

Lihat: Alice di Negeri Ajaib dan Pop Culture

Bukan rahasia lagi bahwa Alice in Wonderland dan Through the Looking-Glass adalah cerita yang sangat berpengaruh, tetapi ketika sebuah waralaba populer memutuskan untuk habis-habisan mengatakan dari mana ia mendapat inspirasinya, ada banyak hal yang bisa salah, sekaligus tak mengapa.  

Alicization terbukti melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam memberikan salah satu kisah paling menarik dalam Sword Art Online hingga saat ini. Ditambah, ada beberapa tema menarik seputar spekulasi penciptaan, perlawanan atas dogma institusi agama, dan teknologi kecerdasan buatan.

Oleh Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan weeboo yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

Tinggalkan Balasan