Kategori
Uncategorized

Menulis Ekspresif

Foto: Debby Hudson / Unsplash


Menulis ekspresif adalah batu loncatan hubungan antara kesehatan dan menulis. Jika kamu tidak terbiasa dengannya, kamu mungkin bertanya: “Apa itu tulisan ekspresif, dan bagaimana hubungannya dengan kesehatan saya?”

Menulis ekspresif berasal dari dalam diri. Ini adalah tulisan pribadi dan emosional tanpa memperhatikan bentuk atau konvensi penulisan lainnya, seperti pengejaan, tanda baca, dan kata kerja baku. Matikan dulu pelajaran berbahasa. Tulisan ekspresif tidak memperhatikan kepatutan: ia hanya mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran dan hati kita.

Tulisan ekspresif lebih memperhatikan perasaan daripada peristiwa, ingatan, benda, atau orang dalam isi narasi. Seperti penulisan naratif, tulisan ekspresif mungkin memiliki lengkungan cerita: awal, tengah, dan akhir. Terkadang tulisan yang ekspresif berperilaku seperti sebuah cerita yang membengkak dan memecah diri dengan kuat. Tetapi seringkali, tulisan ekspresif bergolak dan tidak dapat diprediksi, dan itu tidak masalah. Tulisan ekspresif bukanlah apa yang terjadi, melainkan bagaimana perasaanmu tentang apa yang terjadi atau sedang terjadi.

Hubungan antara tulisan ekspresif dan kesehatan telah dieksplorasi secara khusus oleh Dr. James Pennebaker di University of Texas, Austin. Dalam proyek penelitiannya, Pennebaker mengembangkan sebuah tulisan ekspresif yang mendorong untuk mengungkap potensi manfaat kesehatan dari menulis tentang pergolakan emosional. Proyek penelitian Pennebaker telah direplikasi berkali-kali dengan hasil positif. Studi cepat dan selanjutnya sering disebut sebagai Paradigma Pennebaker.

Jadi Peneliti Dirimu Sendiri

Untuk membantumu mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tulisan ekspresif dan apa yang bisa dilakukan untukmu, jadilah peneliti dirimu sendiri. Cobalah latihan ini, silakan baca instruksi umum ini sepenuhnya sebelum kamu mulai menulis

1. Waktu: Tulis minimal 20 menit per hari selama empat hari berturut-turut.

2. Topik: Apa yang kamu pilih untuk dituliskan harus sangat pribadi dan penting bagimu.

3. Menulis terus menerus: Jangan khawatir tentang tanda baca, ejaan, dan tata bahasa. Jika kamu kehabisan hal untuk dikatakan, buat garis atau ulangi apa yang sudah kamu tulis. Jaga pulpen agar selalu di atas kertas.

4. Tulis hanya untuk diri sendiri: Kamu mungkin berencana untuk menghancurkan atau menyembunyikan apa yang kamu tulis. Jangan ubah latihan ini jadi semacam menulis surat. Latihan ini hanya untuk bacaanmu sendiri.

5. Tetap jaga diri: Jika kamu masuk ke dalam penulisan, dan kamu merasa bahwa kamu tidak dapat menulis tentang peristiwa tertentu karena itu akan menyakitimu, STOP menulis!

6. Harapkan tendangan keras: Banyak orang segera merasa murung atau sedih setelah menulis ekspresif, terutama pada hari pertama atau setelahnya. Biasanya perasaan ini hilang sepenuhnya dalam satu atau dua jam.

Prompt Penulis Pennebaker (Menulis selama 20 menit)

Dalam tulisanmu, kamu harus benar-benar melepaskan dan mengeksplorasi emosi dan pemikiran terdalammu tentang pengalaman paling traumatis dalam seluruh hidupmu. Kamu mungkin mengikat trauma ini dengan bagian lain dari hidupmu: masa kecilmu, hubunganmu dengan orang lain, termasuk orang tua, kekasih, teman, kerabat, atau orang lain yang penting bagimu. Kamu dapat menghubungkan tulisanmu dengan masa depanmu dan seperti apa orang yang kamu inginkan di masa depan, atau seperti apa kamu sebelumnya, atau seperti apa kamu sekarang. Tidak semua orang mengalami trauma tunggal, tetapi kita semua memiliki konflik atau stres berat, dan kamu dapat menulis tentang ini juga. Semua tulisanmu bersifat rahasia. Tidak akan ada pembagian konten. Jangan khawatir tentang bentuk atau gaya, ejaan, tanda baca, struktur kalimat, atau tata bahasa.

Hasil

Istirahat sejenak setelah kamu menulis untuk merenungkan apa yang kamu tulis dan berbelas kasih kepada diri sendiri. Jika kamu khawatir orang lain melihat apa yang kamu tulis, letakkan tulisanmu di tempat yang aman, atau cukup sobek atau robek. Tetapi jika kamu tidak khawatir seseorang dapat membaca apa yang kamu tulis, kamu mungkin ingin tetap menulis, sehingga kamu dapat kembali setelah menyelesaikan latihan empat hari ini.

Satu atau dua minggu setelah kamu menyelesaikan empat hari penulisan ekspresif, kamu mungkin ingin merenungkan apa yang kamu perhatikan dalam hidupmu, bagaimana perasaanmu, dan bagaimana kamu bersikap.

Referensi:
James Pennebaker: http://homepage.psy.utexas.edu/homepage/faculty/pennebaker/Home2000/JWPhome.html
Pennebaker, JW. (2004) Writing to Heal: A Guided Journal for Recovering from Trauma and Emotional Upheaval. (18-26) 

*

Diterjemahkan dari Expressive Writing

Tinggalkan Balasan