Kategori
Anime

Kebangkitan Studio Trigger di Dekade 2010-an


Hanya sedikit studio animasi yang memantapkan dirinya secepat Studio Trigger. Meski bukan studio paling produktif dalam industri anime, dengan hanya tujuh seri TV, tiga film, tiga webseries, dan segelintir kerja-kerja outsourcing, kuantitas Trigger yang relatif rendah malah menciptakan standar tinggi untuk kualitas, kreativitas, dan kontroversi. Suka atau benci, tidak bisa berhenti berbicara soal Trigger sepanjang dekade ini.

Keberhasilan Studio Trigger di tahun 2010-an dapat dengan mudah dilihat sebagai perpanjangan dari kesuksesan Gainax selama beberapa dekade sebelumnya. Gainax dengan slogannya “oleh otaku, untuk otaku” telah jatuh pada masa-masa sulit di dekade ini. Hit terbesarnya dibeli, Evangelion pindah ke studio baru Hideaki Anno, Khara, FLCL ke Production I.G. 

Anime Gainax terakhir yang benar-benar berdampak, Panty and Stocking with Garterbelt pada 2010, juga merupakan anime Gainax terakhir yang disutradarai oleh Hiroyuki Imaishi dan Masahiko Ōtsuka, dua pria yang meninggalkan studio untuk membangun Trigger pada tahun 2011.

Anime pertama Imaishi di studionya yang baru adalah webseries Inferno Cop pada 2012, dengan modal sangat murah, yang menarik sedikit pengikut karena absurditasnya. Film pendek Yoh Yoshinari Little Witch Academia pada 2013 mengambil pendekatan sebaliknya, dengan mewah, animasi lucu dan narasi “Harry Potter tapi semuanya cewek” yang ramah keluarga. Little Witch Academia adalah film yang menonjol dalam program Anime Mirai 2013, dan menerima sekuel crowdfunded pada tahun 2015 dan serial TV berlisensi Netflix pada tahun 2017.

kill la kill studio trigger

Pada musim gugur 2013, Trigger menayangkan perdana serial TV pertamanya, yang akan menentukan reputasi studio ini. Kill la Kill adalah Imaishi murni tanpa filter, menggabungkan aksi gila-gilaan dan melodrama Gurren Lagann dengan humor seksual ekstrim Panty and Stocking with Garterbelt. Kisah yang semakin berbelit-belit ketika fesyen adalah fasisme dan ketelanjangan adalah kebebasan, Kill la Kill entah bagaimana berhasil menjadi misoginis menjijikan sekaligus feminis yang menginspirasi pada saat bersamaan. Berantakan, tapi begitu menghibur.

Lihat: Kill la Kill: Hiroyuki Imaishi Tanpa Filter

Dengan Kill la Kill dan Little Witch Academia menjulang tinggi sebagai hit awal besar Trigger, output studio sejak itu menjadi eklektik. Sebagian besar darinya adalah kreasi asli, meskipun ada juga adaptasi seperti When Supernatural Battles Become Commonplace, Ninja Slayer dan SSSS.Gridman.

Judul asli studio secara longgar terhubung ke “alam semesta sinematik” semacam dalam seri Space Patrol Luluco pada 2016, kartun konyol yang dibuat pada saat yang sama saat membuat Kiznaiver yang jauh lebih serius. Pada tahun 2018, ia berkolaborasi dengan CloverWorks pada seri mecha, Darling in the Franxx, hit populer tetapi yang semakin bikin gaduh karena subteks politiknya.

Trigger mempertahankan profil tinggi khususnya dalam fandom Barat, sebagian karena para petinggi kreatifnya dapat dianggap apa pun kebalikan dari para weeaboo. Mereka mengambil inspirasi dari anime lain, tetapi mereka juga meminjam banyak dari budaya pop Barat, dari Gravity Falls ke The Fast and the Furious. Imaishi mengarahkan tema pembuka untuk Black Dynamite dan OK K.O.! Let’s Be Heroes dan juga film pendek Battlesaurs dari Toy Story That Time Forgot.

Takafumi Hori menganimasikan episode “Mindful Education” dari Steven Universe dan beberapa adegan dalam film Steven Universe. Studio baru-baru ini memang memotong adegan untuk video game Amerika Indivisible dan Shantae and the Seven Sirens. Beberapa film pendek Inferno Cop hanya terlihat di konvensi anime Amerika, dan studio punya akun Patreon untuk streaming sesi menggambar dengan penggemar internasional.

promare studio trigger

Memungkas satu dekade anime dengan film fitur teatrikal pertama yang dirilis studio, Promare. Film aksi pemadam kebakaran berdarah panas dan homoerotik ini telah sukses besar dengan penggemar anime di seluruh dunia dan membanggakan animasi berkualitas tertinggi Trigger hingga saat ini. Film Imaishi kini dinominasikan untuk Annie Award untuk Film Indie Terbaik.

Proyek pertama Trigger pada dekade berikutnya adalah karya orisinil dari Yoshinari, yang dijuduli BNA: Brand New Animal. Semoga dekade 2020-an setidaknya sama menariknya dengan Trigger seperti tahun 2010-an.

Oleh Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan weeboo yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

Tinggalkan Balasan