Ragam Gaya Seks dalam Istilah Sunda

yourself and your hong sang soo
Yourself and Your (2016)

Kama Sutra memiliki reputasi sebagai buku pedoman seks, meski hanya sebagian kecil dari teksnya yang membahas itu. Disusun oleh orang arif India bernama Vatsyayana sekitar antara abad kedua dan keempat Masehi, yang sampai hari ini masih berharga karena wawasan psikologisnya tentang interaksi dan skenario bercinta, dan untuk tutorial terstrukturnya.

Selain Kama Sutra, ada pula manual seks Asia Timur yang paling awal yaitu Su NΓΌ Jing. Diperkirakan ditulis selama dinasti Han (206 SM-220 M), karya itu sudah lama hilang di Cina, tetapi diawetkan di Jepang sebagai bagian dari antologi medis Ishinpo (984). Teks yang menggambarkan bagaimana seseorang dapat mencapai umur panjang dengan memanipulasi kekuatan yin dan yang dalam tubuh melalui teknik seksual yang dijelaskan secara detail.

Buku pedoman seks lainnya, dari abad pertengahan, mencakup karya-karya Elephantis yang hilang, oleh Constantine; Ananga Ranga, koleksi karya erotis Hindu abad ke-12; dan Al-rauḍ al-atir fi nuzhat al-hatir, karya erotika dari dunia Muslim pada abad ke-16, yang dihimpun oleh Abu Abdullah Muhammad bin Umar al-Nafzawi atau Syekh Nafzawi.

On the Occasion of Remembering the Turning Gate (2002)
On the Occasion of Remembering the Turning Gate (2002)

Yang bikin saya bertanya-tanya, kenapa panduan-panduan tadi masih bisa ditelusuri, bahkan dibaca dan diamalkan? Jawaban sederhananya, menurut saya, karena ada orang yang menuliskannya. Tanpa catatan tertulis, suatu ilmu paling berharga pun cuma akan jadi angin lalu.

Membicarakan seks tampaknya masih dianggap sesuatu yang tabu, tak senonoh, bahkan menjijikan. Melupakan kalau seks itu kebutuhan dasar biologis, setara dengan makan. Lalu, kenapa kita tak bisa bebas bicara soal posisi seks seperti halnya bicara soal selera makan? Padahal, mengetahui posisi seks apa saja yang aman ketika istri hamil, misalnya, justru sesuatu yang patut dikomunikasikan.


sex style japan
Sumber: Kiyoshi Matsumoto

Saya menemukan istilah-istilah ini berseliweran di grup-grup lawak Sunda di Facebook. Sayang, tak ada penjelasan. Ketika ada yang bertanya, malah dijawab bercanda. Sementara ilustrasi di atas adalah ragam gaya seks dalam istilah-istilah Jepang, dan kita bisa tahu dengan pasti gambarannya.

Saya mungkin tak searif Vasyayana, tapi saya berusaha menuliskan sesuatu yang cuma berkeliaran liar lewat budaya oral ini. Dalam tulisan menyoal istilah Sunda, sudah ada yang menuliskan soal nama perkakas, anak binatang, cara bertani, warna, tapi tampaknya soal seks belum ada.

Dari beragam gaya seks Sunda yang saya kumpulkan ini, setidaknya ada dua penamaan istilah: pertama, aktivitas keseharian manusia, biasanya yang dilakukan orang di kampung; kedua, kelakuan suatu obyek, paling banyak mengambil dari binatang.

1. Ajul Gedang

Ini gaya paling populer, sekaligus paling ambigu. Banyak yang tahu kalau ini gaya seks, sering dijadikan bahan lelucon, tapi adakah yang tahu persis bagaimana posisi seks ini? 

"Ajul" berarti mengambil sesuatu dengan bantuan galah, biasanya digunakan ketika mengambil buah-buahan dari pohon yang tinggi. Sementara "gedang" berarti pepaya, yang dalam hal ini menyiratkan payudara.

Lalu posisi seksnya seperti apa? Dari beberapa orang yang saya tanya, malah saling berbeda, ada yang menyebut gaya yang dilakukan sambil berdiri, ada juga yang menyebut woman on top dengan si lelaki memetik payudara si perempuan.

2. Entep Sendok

Ini berarti dua sendok yang telah disusun agar rapi. Gaya yang sangat populer, yang disebut spooning. Dalam posisi seks, si perempuan membelakangi sementara si lelaki memeluk erat dari baliknya, kedua tubuh rapat saling bersentuhan.

3. Gurawil Bajing

Ada beragam istilah jatuh dalam bahasa Sunda, salahsatunya "gurawil", sering dipakai dalam bentuk "ngagurawil" atau "tigurawil". Sementara "bajing" adalah tupai.

4. Solendang Bedil

Arti harfiahnya selendang atau tali pada senapan, yang biasanya dibawa di punggung. Posisi bercintanya adalah si perempuan mengangkat satu kakinya ke pundak si lelaki.

5. Caringin Rungkad

Arti harfiahnya pohon beringin yang terjungkal dan akan tumbang. Masih belum jelas bagaimana posisi seks yang dimaksud, mungkin woman on top tapi agak miring.

6. Bopong Pengki

Arti harfiahnya membopong atau memangku pengki. Posisi seksnya dilakukan dengan berdiri, si lelaki memangku si perempuan.

7. Kuda Mabur

Kuda kabur. Masih belum jelas bagaimana posisi seks yang dimaksud, mungkin semacam doggy style.

8. Gereyem Nilem

Nilem adalah sejenis ikan tawar. Sementara gereyem itu menggelinjang.

9. Santok Bogo

Bogo adalah ikan gabus. Sementara santok itu mematuk.

10. Muranteng Monyet

Arti harfiahnya monyet yang tegang.

11. Seredet Bilik

Arti harfiahnya menggeser bilik.

12. Bangkong Sapitrong

Sapitrong adalah permainan anak berupa lompat tali, biasanya tali yang disusun dari karet gelang. Kodok main lompat tali dalam posisi seks seperti apa? Saya juga tak mengerti.

13. Bagong Nyuruduk

Arti harfiahnya babi hutan menyeruduk.

14. Gunung Urug

Arti harfiahnya gunung yang longsor.

15. Coet Beulah

Arti harfiahnya alas ulekan yang terbelah.

16. Sodok Soang

Arti harfiahnya sodokan angsa.

17. Wayang Cangegang

Arti harfiahnya wayang yang mengangkang.

18. Kolecer

Arti harfiahnya kincir angin. Gaya seks paling atraktif dan atletik, sebab antara lelaki dan perempuan mengangkat bagian bawah tubuhnya ke atas dan dengan posisi terbalik ini bercinta di udara.

19. Ngagesek Rebab

Arti harfiahnya menggesek rebab. Posisinya mirip solendang bedil, si perempuan jadi rebab dan tubuhnya agak menyamping.

20. Kopeah Dengdek

Arti harfiahnya peci miring. Posisinya mirip entep sendok, tapi dengan tingkat kemiringan yang lebih.

21. Jojodog Reyod

"Jojodog" adalah tempat duduk rendah, sering dibawa tukang dagang keliling untuk duduk. Dalam gaya seks ini, si lelaki berperan sebagai jojodog, dengan posisi duduk di antara dua sujud, dan si perempuan mendudukinya.  

22. Giriwil Jaer

"Jaer" adalah sebutan untuk ikan mujaer.

23. Babad Alas

Arti harfiahnya membabat hutan.

24. Japati Ngejat

Arti harfiahnya merpati yang ancang-ancang untuk terbang. 

*

Artikel akan terus diperbarui jika saya mendapat informasi lebih lengkapnya, jadi jika ada yang mau menambahkan atau memperjelas sangat ditunggu. Bagi yang ingin mempraktekkan gaya-gaya di atas silahkan lakukan dengan bertanggungjawab dan tidak merugikan salah satu pihak.

11 komentar

  1. Kalem, naha barodor euy πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Karek apal aya Wayang Cangegang, Kopeah Dengdek, Bagong Nyuruduk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    HAHAHAHAHAHA. Aing seuseurian sorangan jadina πŸ˜‚πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pas nulis ge aing seuseurian πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  2. Aduh, aku masih kecil kang, ngga terlalu paham yang begituan.πŸ˜‚

    BalasHapus
  3. Eta jadi agak lieur bin kurang fokus aku bacanya Rip, kumaha iye ahahhahahaha
    Tapi mayan lah, jadi nambah wawasan soal kitab-kitab seks yang sempat beredar di berbagai zaman dan belahan dunia, untungnya ilmunya masih bisa lestari karena mungkin dituliskan ulang bahkan sampai digambarkan melalui simbul2 ya...

    Ya selama ini masalah seks itu memang seakan tabu untuk diperbincangan karena sebagian tipe masyarakat kita menganggapnya saru..padahal kalau diambil dari sudut pandang kesehatan penting juga kan ya tahu ilmunya, seperti apa kata arip yaitu tentang posisi aman bercinta untuk ibu hamil tuh yang kayak gimana, ya begitu2 deh, haha

    E tapi sebenernya aku baru tau loh istilah2 ini abis baca dari blog ini hahahha
    Sebelumnya ya paling hapalnya kamasutra ama istilah penyatuan yin yang, walau baru tau dari segi judulnya aja, baca sih blom pernah

    #betewe klo di jawa gedang mah pisang, ternyata di sunda tuh pepaya ya, baru tau aku hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalau saya lebih nyorot ke soal kesehatan dan psikologisnya. Prinsip utamanya tetap harus ada kesepakatan dan keamanan dari kedua pasangan.

      Saya juga baru tau istilah2 ini, makanya dituliskan. Mungkin dulu yg bikin Kama Sutra juga mikirnya gini juga.

      Soal gedang ini sampe ada leluconnya segala, cerita orang Sunda dan Jawa ngedebat antara pepaya dan pisang. πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
  4. Wahhh tidak ada sensor untuk gambarnya yaaa hhi, untung tidak keliatan semuanya hhe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau screenshot itu memang dari film bioskop biasa sih, bukan dari bokep. Sengaja milihnya yg ga bakal kena sensor. Kalau ilustrasi ya segitu adanya, tadinya malah mau pake scene dari manga hentai. 😭😭

      Hapus
  5. Banyak juga ya istilahnya, padahal baru bahasa sunda. Kemana' pula kalau bahasa daerah lain seperti wilayah kalimantan, maluku, atau sumatera, susah nyebutnya satu persatu..

    BalasHapus
  6. Hahahaha ya ampun istilahnya lucu lucu hahahaha. Apalagi wayang ngangkang itu kayak apaa bentukannya yaa hemmm

    BalasHapus
  7. Aku teh mau komen di anime, gak ngerti, mau komen di sini juga gak ngerti, aku harus komen dimana kira-kira ya? Bentar aku scroll lagi.

    BalasHapus

Berkomentarlah sebelum komentar dilarang. Jika kolom komentar enggak muncul, hapus cache browser atau gunakan versi web.