Ryohgo Narita tampaknya seorang penulis yang menjadikan kekacauan sebagai seni.
Karya-karya Narita menampilkan gaya tematik yang khas. Biasanya melibatkan sejumlah karakter, dengan sudut pandangnya sendiri.
Kehidupan mereka saling bersinggungan dalam berbagai cara karena entitas supernatural, dan sering kali berujung pada konflik satu sama lain.
Dalam dunia anime, lima karyanya ini menggambarkan estetika keruwetan narasi yang asyik untuk diikuti.
1. Baccano!
| Genre | Action, Mystery, Supernatural |
| Episode | 13 |
| Tayang | Summer 2007 |
Baccano! adalah sebuah orkestra kekerasan yang berlatar di Amerika era 1930-an.
Anime ini melukiskan bagaimana setiap karakter adalah instrumen yang bermain dalam simfoni yang kacau namun harmonis.
Dengan alur non-linear, Narita menghadirkan kisah para alkemis, gangster, dan kehidupan immortal dalam satu kanvas.
Setelah ramuan keabadian diciptakan di Manhattan tahun 1930, para tokoh mulai berpapasan, memicu serangkaian peristiwa yang semakin lama semakin di luar kendali.
Di sinilah Narita membuktikan bahwa ia adalah seorang maestro narasi yang tak peduli pada batasan waktu dan ruang.
2. Durarara!!
| Genre | Action, Mystery, Supernatural |
| Episode | 24 (S1), 12 (S2), 12 (S3), 12 (S4) |
| Tayang | 2010-2016 |
Dengan latar sebuah distrik di Tokyo, Ikebukuro, yang seakan menjadi karakter itu sendiri, Durarara!! menyuguhkan berbagai cerita yang saling bersilangan.
Narita menyatukan mitologi urban dengan realisme kota, menghadirkan beragam karakter unik.
Dari murid sekolah yang tampak normal dari luar, seorang dullahan tanpa kepala, manusia super kuat yang mudah marah, dan beragam karakter aneh lainnya.
Namun, di balik semua kekacauan itu, ada pertanyaan eksistensial yang menyusup: bagaimana identitas dibentuk di tengah hiruk pikuk kehidupan modern?
Dalam jazz ala Narita ini, setiap improvisasi adalah langkah menuju keutuhan yang paradoksal.
3. Dead Mount Death Play
| Genre | Action, Mystery, Supernatural, Thriller |
| Episode | 12 (S1), 12 (S2) |
| Tayang | Spring 2023, Fall 2023 |
Narita kali ini bermain-main dengan konsep reinkarnasi dalam Dead Mount Death Play.
Protagonisnya, seorang necromancer yang terlahir kembali di dunia modern, membawa tema “kebaikan dan kejahatan” ke dalam zona abu-abu.
Narita tidak pernah tertarik pada dikotomi sederhana; ia mengundang penonton untuk mempertanyakan moralitas melalui mata seorang villain yang dipaksa menjadi pahlawan.
Dalam dunia yang penuh kematian, ironisnya, Narita menghadirkan kehidupan yang terus mencari makna.
4. Kuramerukagari

| Genre | Action, Mystery, Supernatural, Historical |
| Episode | 1 Film |
| Tayang | Spring 2024 |
Salah satu karya baru yang kurang dikenal, Kuramerukagari adalah bukti keberanian Narita dalam mengeksplorasi tema yang lebih gelap.
Kisah tentang seorang pria yang terlibat dalam perang antar pengguna kemampuan supernatural ini menggambarkan betapa kecilnya manusia di hadapan kekuatan besar yang tak bisa ia kendalikan.
Dalam Kuramerukagari, Narita mengeksplorasi kehancuran, bukan sebagai akhir, tetapi sebagai awal dari sesuatu yang baru. Ini adalah meditasi tentang bagaimana trauma dan kekacauan dapat membentuk, atau malah menghancurkan, identitas seseorang.
5. Fate/strange Fake
| Genre | Action, Mystery, Supernatural |
| Episode | 13 |
| Tayang | Winter 2026 |
Untuk meramaikan Fate series yang sudah sangat bercabang, Narita ikutan nyemplung.
Dalam Fate/strange Fake, Narita membawa waralaba dari Type-Moon ini ke arah yang lebih liar. Awalnya hanya iseng nulis untuk April Mop, malah mendapat respon yang tak disangka agar dilanjutkan jadi cerita utuh.
Narita menempatkan perang Holy Grail di Amerika dengan aturan yang kacau, menghadirkan Servant dan Master yang tidak konvensional.
Narita tampaknya ingin mengatakan bahwa mitologi tidak harus tunduk pada tradisi; ia bisa menjadi kendaraan untuk menyampaikan absurditas.
Dengan menggunakan humor dan keseriusan secara bersamaan, Fate/strange Fake menjadi laboratorium bagi Narita untuk menunjukkan bahwa di dunia yang penuh kepalsuan, keaslian justru ditemukan dalam kekacauan.
Ryohgo Narita adalah pelukis yang menggunakan kekacauan sebagai medium.
Dalam dunia di mana keteraturan sering kali menjadi tujuan, Narita mengajarkan bahwa kekacauan memiliki keindahannya sendiri.

