Dalam sastra Yunani klasik, ada dua puisi sangat terkenal: Iliad dan Odyssey. Keduanya dikaitkan dengan Homer. Tetapi ada puisi epik klasik lain, yang ditulis beberapa abad kemudian, yang jadi salah satu kisah paling terkenal dari mitologi Yunani.
Puisi ini adalah Argonautica, sebuah puisi epik tentang Jason dan pencarian para Argonaut akan Bulu Emas. Penulisnya adalah seorang penyair bernama Apollonius dari Rhodes. Ini adalah versi naratif paling substansial dari kisah Jason dan para Argonaut.
Tetapi dari mana asal kisah Jason dan pencarian Bulu Emas yang didambakan itu? Apakah mitos tersebut berasal dari praktik kehidupan nyata yang dimitoskan melalui pelayaran Argo? Mari kita lihat lebih dekat mitos tersebut.
Ringkasan Kisah Argonautica: Jason, Medea dan Para Argonaut
Jason adalah putra Aeson, raja Iolcos. Jason dididik oleh centaur bijak yang terkenal, Chiron.
Seperti banyak pahlawan hebat, Jason dididik dalam seni perang, berburu, dan musik, di antara hal-hal lain. Ini semua yang dibutuhkan seorang pangeran untuk tumbuh dewasa dan menjadi legenda.
Namun Aeson digulingkan oleh Pelias, saudara tirinya, yang takut Jason akan merebut tahtanya. Sebab Pelias telah diperingatkan oleh peramal bahwa ia akan digulingkan oleh seorang pria yang hanya mengenakan satu sandal.
Ketika Jason telah dewasa untuk memberi hormat kepada raja, ia tak memakai satu sandal di kakinya. Ini karena ia telah kehilangannya saat menyeberangi sungai saat membantu Dewi Hera yang sengaja menyamar jadi nenek-nenek.
Pelias memutuskan untuk memberi Jason sebuah misi yang ia yakini akan terbukti mustahil untuk diselesaikan oleh pemuda itu. Misi untuk pergi dan mengambil Bulu Domba Emas yang legendaris dari Colchis. Bulu domba emas itu dijaga oleh seekor naga.
Jason menerima tantangan itu, membangun kapalnya, Argo, dan mengumpulkan awak kapal: para Argonaut.
Salah satu sosok terkenal adalah Heracles, manusia setengah dewa putra Zeus. Sebagian besar kru memang demigod, hasil perkawinan silang antara manusia dan dewa yang tak bisa menahan nafsunya.
Jason dan para Argonaut berangkat dari Pagasae, singgah di Lemnos dan mengunjungi Samothrace, di mana mereka diinisiasi ke dalam misteri Orfik oleh salah satu awak kapal mereka, Orpheus. Para Argonaut kemudian berlayar ke Hellespont, dan dari sana ke Mysia.
Ketika mereka mencapai negeri Bebryces, Jason dan awak kapalnya terlibat pertempuran dengan penduduk asli, banyak di antaranya yang mereka bunuh sebelum sisa-sisa Bebryces melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka.
Para Argonaut berangkat ke Thrace, di mana mereka membebaskan peramal, Phineus, dari para Harpy, sebagai imbalan atas sebuah permintaan: mereka meminta Phineus untuk meramalkan apakah pencarian Bulu Emas ini akan berhasil.
Phineus memperingatkan mereka tentang bahaya Batu Siana atau Symplegades: terumbu karang berbahaya yang bergerak dan saling bertabrakan, sehingga menyulitkan kapal untuk berlayar melewatinya.
Phineus menyuruh mereka untuk mengirimkan seekor merpati di depan kapal untuk melihat apakah aman untuk berlayar di antara bebatuan tersebut. Para Argonaut melakukan seperti yang disarankan Phineus: merpati itu terbang di antara Batu Siana tetapi ekornya sedikit tersentuh oleh bebatuan saat terbang.
Mereka berlayar mengejarnya, dan buritan kapal sedikit hancur oleh bebatuan, tetapi kapal dan seluruh awaknya berhasil lolos. Para Symplegades tetap tak bergerak sejak saat itu, karena begitu sebuah kapal melewati mereka dengan aman, ditetapkan bahwa mereka akan berhenti bergerak.
Akhirnya, mereka sampai di Colchis, di mana Raja Aeetes mengatakan kepadanya bahwa ia akan memberi mereka Bulu Emas. Tetapi dengan syarat Jason dapat melakukan serangkaian tugas yang tampaknya mustahil. Ia harus memasangkan dua banteng penyembur api, kemudian membajak ladang dan menabur benih di gigi naga.
Ia berhasil menyelesaikan semua itu, berkat bantuan putri raja, Medea, yang jatuh cinta padanya dan menggunakan sihir untuk membantunya.
Aeetes mengingkari janjinya dan menolak memberikan Bulu Emas kepada Jason. Sang raja malah berusaha membakar Argo dan awaknya. Tapi Medea menggunakan sihir untuk menahan naga yang menjaga bulu tersebut, memungkinkan Jason untuk mencurinya dan melarikan diri.
Medea bergabung dengannya dan para Argonaut di atas kapal. Para Argonaut kemudian mengalami perjalanan pulang yang penuh peristiwa, termasuk pertemuan dengan penyihir Circe dan berhadapan dengan Scylla dan Charybdis, bebatuan tajam dan pusaran air mematikan di lepas pantai Sisilia.
Mereka juga bertemu dengan para Siren, tetapi Orpheus bernyanyi dengan sangat indah sehingga mereka dapat berlayar melewati bebatuan tanpa terpancing ke karang.
Jason dan Medea menikah, dan awak kapal bertemu dengan raksasa bernama Talos, yang dikalahkan Medea dengan sihirnya.
Kemudian mereka berlayar ke dalam kabut gelap, dan Jason berdoa kepada Phoebus Apollo untuk menerangi jalan ke depan. Apollo setuju, dan mengirimkan mereka pancaran api untuk memandu jalan mereka. Akhirnya mereka berhasil kembali ke Iolcos, dengan Bulu Emas di tangan mereka.
Analisis Jason dan Para Argonaut
Petualangan Jason dan para Argonaut mengandung sejumlah detail yang umum dalam banyak mitos klasik: pahlawan pemberani yang harus melakukan sejumlah ujian yang tampaknya mustahil, penolong wanita yang menggunakan kelicikan dan sihir untuk membantunya, dan konsultasi dengan peramal untuk meramalkan apa yang akan terjadi dalam perjalanan.
Karya ini berpengaruh pada penulis-penulis selanjutnya, termasuk Virgil. Bahkan Apollonius dipuji karena mempelopori sejumlah teknik sastra baru dalam puisi epiknya, terutama melalui penggambaran cinta antara Jason dan Medea.
Argonautica juga mengambil inspirasi dari ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir pada masanya. E. V. Rieu, dalam pengantar edisi Penguin, berspekulasi bahwa Apollonius merujuk pada Pharos yang baru dibangun di Alexandria, mercusuar yang merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.
Ketika ia menyebutkan Phoebus (Apollo, dewa matahari dan lain-lain) yang turun dari surga untuk menerangi jalan bagi Jason dan para Argonaut ketika mereka berlayar ke dalam kabut tebal.
Bahkan, kisah Bulu Emas itu sendiri mungkin memiliki dasar dalam fakta ilmiah. Tim Severin mengikuti perjalanan Jason dan para Argonaut pada tahun 1984, berlayar dengan replika kapal Zaman Perunggu Jason dalam perjalanan sekitar 1.500 mil, dari Yunani utara, melalui Dardanelles, dan akhirnya melalui Selat Bosporus ke Laut Hitam dan kemungkinan lokasi Colchis, tujuan Jason dalam Argonautica.
Dalam bukunya tahun 1985, The Jason Voyage: The Quest for the Golden Fleece, Severin menyimpulkan bahwa Bulu Emas mungkin merupakan mitos yang dilebih-lebihkan dari praktik nyata Zaman Perunggu, di mana wol domba digunakan untuk menyaring bijih emas.
Terlepas dari apakah ini asal usul sebenarnya dari mitos Bulu Emas atau tidak, ini merupakan hubungan yang menarik antara sains aktual dan mitos terkenal tersebut.

