Donasi Bencana Sumatera 

Urutan Singularity di Fate/Grand Order

Singularity di Fate/Grand Order

Fate/Grand Order tak hanya memanjakan para penggemar gacha dengan waifu dan husbando, tetapi juga menantang kita untuk menyelami lapisan terdalam mitos dan sejarah manusia.

Di sinilah Singularity menjadi panggung, di mana waktu bercampur aduk, dan nasib dunia bergantung pada pengorbanan para Master dan Servant.

Nah berikut urutan cerita babak pertama FGO

Singularity F: Flame Contaminated City Fuyuki

Flame Contaminated City: Fuyuki singularity fgo

Fuyuki, sebuah kota kecil di Jepang, adalah awal dari segalanya. Fate series bermula dari sini. 

Holy Grail War di tahun 2004 berlangsung dalam Fate/stay night. Dari tiga rute berbeda, pemenang Cawan Suci tetap sama. Tapi bagaimana kalau ada yang mengusik timeline ini?

Di sinilah para pemain pertama kali menyaksikan kehancuran nyata, sebuah prolog suram tentang apa yang akan terjadi. Namun, di balik abu, ada harapan kecil. 

Kebakaran besar bukan hanya melahap kehidupan, tetapi juga menggambarkan tragedi personal.

Fuyuki adalah refleksi sederhana: masa depan takkan pernah diselamatkan tanpa keberanian pertama untuk melangkah.

Chaldea kembali ke sini di akhir perjalanan Cosmos in the Lostbelt.  

1. Hundred Years’ War of the Evil Dragons: Orleans

Hundred Years’ War of the Evil Dragons: Orleans

Sejarah, jika dilihat dari sudut pandang Singularity ini, bukanlah sesuatu yang pasti. Jeanne d’Arc, simbol harapan Prancis, harus menghadapi paradoks dirinya: satu sebagai penyelamat, satu sebagai perusak. 

Berlatar di Prancis tahun 1431 M, tak lama setelah Jeanne d'Arc dihukum mati dengan dibakar. Gilles de Rais berusaha membangkitkannya lagi dengan Cawan Suci, tapi malah melahirkan sosok Alter. 

Apa yang terjadi ketika iman dihancurkan oleh cermin yang menunjukkan kebalikan dari kepercayaan itu?

Orleans adalah Singularity pertama yang menegaskan bahwa iman adalah peperangan internal sebelum menjadi peperangan eksternal.

2. Eternal Madness Empire: Septem

Eternal Madness Empire: Septem singularity fgo saber nero

Septem membawa kita ke era Kekaisaran Romawi yang memudar. Di tahun 60 M ketika awal-awal kenaikan Kaisar Nero Claudius.

Di sini, kegilaan tak hanya menjadi sifat penguasa, tetapi juga arsitektur politik yang terjebak dalam ilusi kebesaran masa lalu.

Nero, sang kaisar muda, menyuarakan absurditas kekuasaan yang berusaha abadi, tetapi selalu terancam kehancuran dari dalam.

Lev Lainur Flauros memanggil beberapa Servant, termasuk penguasa Romawi terdahulu, yang kemudian membentuk United Roman Empire. Kekaisaran Romawi yang dipimpin Nero harus mengatasi invasi ini. 

Septem adalah pengingat bahwa keabadian tanpa arah hanyalah kutukan.

3. Sealed Ends of the Four Seas: Okeanos

Sealed Ends of the Four Seas: Okeanos singularity fgo

Lautan, dalam mitos mana pun, adalah tempat bagi petualangan sekaligus kekacauan. 

Berlatar tahun 1573 M. Sebelum kedatangan Chaldea, Francis Drake menemukan Atlantis sekaligus Cawan Suci yang asli. Tapi Cawan Suci lain telah ditempatkan juga di era ini sehingga menciptakan anomali lautan yang tak berujung.

Di Okeanos, kita dibawa mengarungi gelombang takdir yang membenturkan mitos bajak laut dengan tragedi Yunani. Apa makna dari kebebasan, jika dunia hanya dihuni oleh mereka yang ingin menguasai segalanya?

Singularity ini adalah epik tanpa akhir, mengingatkan kita bahwa kebebasan sejati hanya dapat ditemukan dalam batasan moral.

4. The Mist City: London

The Mist City: London singularity fgo

Berlatar tahun 1888, kabut menyelimuti London dan berbagai peristiwa aneh terjadi.

Di bawah komando Solomon, Makiri Zolgen, Paracelsus von Hohenheim, dan Charles Babbage bergabung untuk menghancurkan era ini. Mereka menyerbu Clock Tower, dan membunuh semua penyihir di sana. 

Karena tak ada perlawanan lagi, Babbage membangun mesin uap raksasa di bawah tanah, yang menggunakan Cawan Suci sebagai sumber tenaganya. 

Kabut London bukan hanya penutup fisik, tetapi juga metafora tentang kebutaan manusia terhadap teknologi.

Revolusi industri membawa kemajuan, tetapi juga melahirkan monster dalam bentuk mesin. Ketika sains dan sihir beradu, pertanyaannya tetap sama: Apa harga dari ambisi manusia?

London adalah pengingat bahwa setiap percikan cahaya membawa bayangan.

6. North American Myth War: E Pluribus Unum

North American Myth War: E Pluribus Unum

Amerika, tanah yang dibangun atas mimpi, dalam Singularity ini menjadi medan perang antara mitos asli dan pengaruh asing.

Terletak di Amerika Utara pada tahun 1783 M. Dengan menggunakan kekuatan Cawan Suci, Medb menciptakan versi Cú Chulainn sebagai keinginannya agar ia memerintah bersama dengannya sebagai rajanya. 

Medb menaklukkan Amerika untuk menciptakan bangsa Celtic baru. Thomas Edison mengambil alih kendali pasukan Amerika yang hancur, dan menjadi Presiden. Namun, Edison menjadi sangat terobsesi untuk memenangkan perang sehingga ia berubah menjadi seorang despot. 

Akibat tindakan bangsa Celtic dan Edison, Geronimo membentuk perlawanan terhadap keduanya.

Ketika sejarah menjadi narasi yang diperebutkan, siapakah yang berhak menentukan kebenaran?

6. Divine Realm of the Round Table: Camelot

Divine Realm of the Round Table: Camelot

Camelot adalah kisah kesetiaan, pengkhianatan, dan idealisme yang terlalu sempurna untuk dunia nyata. 

Berlatar pada tahun 1273 M, di Tanah Suci di sekitar Yerusalem. Akar Singularitas tersebut terletak pada beberapa peristiwa. 

Pertama, seseorang yang seharusnya mati di tengah Perang Salib Kesembilan diberi Cawan Suci, dan menggunakan kekuatannya, pasukan ekspedisi mencapai Tanah Suci, membakar tanah dan membantai penduduknya.

Namun, karena keserakahan, mereka memanggil Ozymandias yang kemudian menyita Cawan Suci dan mulai membangun kerajaannya di sana. 

Kedua, Bedivere tidak mengembalikan Excalibur kepada Lady of the Lake. Ini menyebabkan Artoria Pendragon tidak dapat mati ketika ia ditakdirkan untuk mati setelah Pertempuran Camlann. 

Dengan Rhongomyniad masih di tangannya, Artoria akhirnya berubah menjadi Divine Spirit, yang kemudian dikenal sebagai Lion King. 

Sang Lion King dan para ksatria-nya mendirikan Camelot di Tanah Suci. Ini terjadi sekitar setengah tahun sebelum kedatangan Chaldea. 

Singularity ini menyayat hati, dengan Artoria Sang Lion King dan Knight of the Round Table sebagai simbol dari keindahan yang memudar karena ketidakseimbangan.

Dunia yang ideal hanya dapat bertahan di dalam mimpi, dan Camelot adalah mimpi yang hancur dalam realitas.

7. Absolute Demonic Front: Babylonia

Absolute Demonic Front: Babylonia singularity fgo

Ketika berbicara tentang Babylonia, kita berbicara tentang dasar dari peradaban.

Gilgamesh, sang raja, adalah simbol dari kemanusiaan yang berusaha melawan takdir ilahi.

Singularity terjadi di Mesopotamia pada tahun 2655 SM selama bagian akhir pemerintahan Gilgamesh.  

Solomon secara pribadi mengirimkan salah satu Cawan Suci ke era tersebut, dan menarik Tiamat dari Dunia Kekosongan.

Ketika ini terjadi, Gilgamesh, yang baru saja kembali dari dunia bawah, meramalkan kehancuran Uruk, dan menuliskan penglihatannya di Tablet Takdir. 

Gilgamesh kemudian mengambil peran sebagai penyihir untuk melindungi Mesopotamia, dan mulai mempersiapkan rakyatnya untuk malapetaka yang akan datang. 

Babylonia adalah pengingat bahwa manusia selalu berada di antara tanah dan langit, mencoba untuk membangun keabadian dalam kefanaan.

Final Singularity: The Grand Temple of Time Solomon

The Grand Temple of Time: Solomon

Dan akhirnya, Solomon. Di sinilah narasi Singularity FGO mencapai klimaksnya, di mana waktu itu sendiri menjadi musuh. 

Singularity terjadi pada tahun 2016 di Ars Paulina. Ini adalah Reality Marble dari Solomon yang berada di luar semesta dan di luar waktu.

Selama masa pemerintahan dan hidupnya, Solomon menciptakan tujuh puluh dua familiar yang disebut Dewa Iblis, yang secara kolektif dikenal sebagai Goetia.  

Goetia diciptakan sebagai dasar bagi sihir manusia, dan ritual untuk mengawasi umat manusia. Ia memerintah bersama Solomon, tetapi meskipun melihat dan mengalami hal yang sama, mereka berdua mencapai kesimpulan yang berbeda tentang umat manusia. 

Apa yang lebih tragis daripada melihat manusia yang menjadi Tuhan, hanya untuk memahami kehampaan dari segalanya?

Grand Temple of Time adalah elegi, penutup dari sebuah perjalanan yang mengingatkan kita bahwa akhir adalah bagian dari keindahan hidup.

Baca juga: Para Nabi yang Jadi Servant di Fate Series 


Fate/Grand Order dan beragam Singularity adalah cermin sejarah, mitos, dan masa depan yang terjalin oleh keputusan-keputusan kecil namun signifikan.

Pada akhirnya, seperti seorang Master, kita diingatkan bahwa dunia diselamatkan bukan oleh kekuatan, tetapi oleh keberanian untuk terus melangkah, melawan segala keputusasaan.

FGO masih berlanjut, dalam babak baru bernama Cosmos in the Lostbelt

Pekerja teks komersial, juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan otaku dengan kearifan lokal

Posting Komentar

Berkomentarlah sebelum komentar dilarang. Jika kolom komentar enggak muncul, hapus cache browser atau gunakan versi web.